Hasil UN SLTP di NTT Kurang Memuaskan
Jumat, 1 Juni 2012 | 16:38
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Provinsi NTT, Klemen Meba [Yoseph Kellen] [KUPANG]
Hasil Ujian Nasional (UN) untuk Sekolah
Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan sederajatnya di Provinsi Nusa
Tenggara Timur (NTT) kurang mememuaskan, walaupun sudah dilakukan upaya
dengan membuat program Gong Belajar dengan tujuan untuk meningkatkan
hasil ujian akhir dari tingkat SLTA, SLTP dan SD.
Dalam
jumpa pers Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Provinsi
NTT, Klemen Meba, di ruang kerjanya, Jumat (1/6), mengatakan, Hasil UN
tahun
ajaran 2011/2012 kali ini meningkat 0,18 persen. Jumlah peserta UN
77.940 orang siswa, yang lulus 76.041 orang atau 97.56 persen, siswa
yang
tidak lulus 1.899 orang atau 02,44 persen dan peringkat dari provinsi akan disampaikan oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, “kata Klemens Meba.
"Jumlah
siswa yang tidak lulus masih cukup tinggi di NTT," kata Kepala Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT,” kata Klemens Meba.
Prosentase
kelulusan UN SMP tahun ini, katanya, tidak mengalami kenaikan yang
signifikan, karena itu, pihaknya akan melakukan kajian faktor-faktor
penyebab banyaknya siswa
yang tidak lulus UN. Seperti sertifikasi guru, pengelolaan dana bantuan
operasional sekolah (BOS), sarana prasarana dan manajemen sekolah yang
ada di daerah ini.
Klemens
Meba, mengatakan, dari total guru di NTT sebanyak 82.628 orang, baru
sekitar 18.561 guru yang sudah mendapat jata sertifikasi, sedangkan
64.067 orang guru belum
sertifikasi. "Masalah tersebut bisa menjadi salah satu factor penyebab
tidak meningkatkan prosentase kelulusan di NTT," jelas Klemens Meba.
Walaupun
banyak siswa yang tidak lulus UN kali ini, namun jumlah sekolah yang
lulus 100 persen sebanyak 876 sekolah, dari jumlah sekolah sebanyak
1.291 sekolah di NTT.
" Artinya Tidak ada sekolah di NTT yang hasilnya nol persen," kata
Klemens Meba.
Hasil kelulusan UN SMP ini, katanya, akan diumumka besok, Jumat (2/6)
secara serentak di wilayah NTT. Karena itu Klemens Meba, berharap para
siswa tidak merayakan eforia secara berlebihan dengan coret pakaian
seragam. "Pakaian itu sebaiknya diberikan kepada
orang tidak mampu yang mau sekolah," pinta Klemens Meba.
(YOS).
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Film 'Man of Steel' Cetak Rekor Box Office Juni
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Mendagri: Gubernur Sumut Layak Raih MURI
