Hasil UN NTT Masih Peringkat Terakhir Nasional
Jumat, 25 Mei 2012 | 14:47
Wakil Gubernur NTT, Esthon L Foenay didampingi Kepala Bagian Pendidikan pada Biro Kesra Setda NTT, Andreas Nuhan [Yoseph Kellen]
[KUPANG]
Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMK di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali
meraih hasil buruk seperti tahun ajaran sebelumnya yakni berada pada urutan terakhir
(33) secara Nasional. Walaupun prosentase kelulusan mengalami sedikit
peningkatan 0,07 persen.
Hasil UN tahun SMA/MA dan SMK ajaran 2011-2012, dari jumlah
peserta 36.228 orang siswa, lulus sebanyak 34.304 siswa atau 95,50 persen,
sedangkan tidak lulus sebanyak 1.994 siswa. "Secara nasional, NTT masih
berada di urutan terakhir," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga (PPO) Klemens Meba, kepada wartawan dalam jumpa pers di ruang kerja
Wagub NTT, Jumat (25/5) siang.
Walaupun berada di urutan terakhir, namun prosentase kelulusan
mengalami kenaikan dari tahun ajaran sebelumnya 94,43 persen dengan jumlah
siswa peserta UN 32.532.Ada beberapa alasan, sehingga NTT berada di urutan
terakhir nasional, karena kurang tersedianya sarana prasara pendukung
peningkatan mutu pendidikan, seperti laboratorium dan perpustakaan sekolah
serta klasifikasi guru yang belum penuhi syarat. Dari total 82 ribu guru di
NTT, masih sekitar 54 ribu yang belum sarjana (S1).
Karena itu, menurut dia, perlu adanya intervensi dari pemerintah
pusat untuk mengatasi masalah ini. Dengan demikian peringkat NTT akan lebih
baik dari tahun ke tahun. "Kami beraharap ada intervensi dari pemerintah
pusat," kata Klemens Meba.
Hasil ujian nasional (UN) pada peringkat terakhir secara nasional,
karena nilai bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) dan Bahasa Indonesia anjlok.
Nilai terendah ketiga bidang studi tersebut berkisar antara 1,70 -
4,00. Anjlok nilai ditiga bidang studi menyebabkan sebanyak 1.994 siswa peserta
UN tidak lulus ujian nasional. "Ada tiga bidang studi yang nilainya
anjlok," kata Kepala Dinas Pendidikan pemuda dan Olahraga (PPO) Klemens
Meba di Kupang.
Hal itu juga yang menyebabkan NTT berada di urutan ke 33 secara
nasional dari 33 provinsi. Walaupun di NTT, tidak ada satu pun sekolah yang
meraih hasil nol persen kelulusan. "Rata-rata prosentase kelulusan UN di
sekolah sekitar 78 persen. Bahkan sebanyak lima sekolah meraih hasil 100 persen
kelulusan. "Kelulusan UN baru akan dimumumkan besok, Sabtu, (26/5),”
kata Klemens Meba.
Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay mengatakan pihaknya mengakui
tingkat kelulusan NTT masih berada di rata-rata nasional, seperti tahun
sebelumnya. Namun, terjadi peningkatan, walaupun tidak signifikan.
"Peningkatan ini, karena peran serta tokoh agama, masyarakat, orang tua
murid dan lainnya,” kata Wagub NTT, Esthon L Foenay.
Esthon Foenay, mengatakan bidang studi IPS, IPA dan bahasa belum
mencapai kelulusan hingga 100 persen, tapi masih bisa dikategori cukup bagus.
"Nilai-nilai yang dihasilkan para siswa cukup bagus, rata-rata 5,5 sampai
6,5," kata Esthon Foenay. (YOS).
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Jhonny Allen Jadi Tersangka Penggelapan Tanah?
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
