SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 3 September 2014
Pencarian Arsip

Hasil Pilkada Kota Serang Akan Digugat ke MK
Kamis, 12 September 2013 | 9:28

Ilustrasi pilkada. [Google] Ilustrasi pilkada. [Google]

[SERANG] Empat pasangan calon  wali kota dan wakil wali kota Serang yang dinyatakan kalah berdasarkan hasil perhitungan manual dalam rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan KPU Kota Serang menyatakan menolak hasil pilkada Kota Sernag karena dinilai penuh dengan kecurangan.

Kecurangan itu diduga dilakukan pasangan incumbent  (petahana) Haerul Jaman-Sulhi Khoir, yang dinyatakan menang dalam perhitungan manual KPU Kota Serang dengan perolehan sebanyak 151.216 suara atau 56,18 persen.

Haerul Jaman merupakan wali kota Serang, dan juga adik tiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Sulhi Khoir merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang yang mengundurkan diri setelah resmi mencalonkan diri sebagai wakil wali kota Serang mendamping Haerul Jaman.

Pasangan incumbent Haerul Jaman- Sulhi Khoir diusung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, PKS, PNI Marhaenisme, dan Partai Gerindra ini dinyatakan menang telak dan mengalahkan keempat pasangan calon lainnya.

Keempat pasangan calon yang dinyatakan kalah dan menolak hasil pilkada Kota Serang itu yakni pasangan calon nomor urut 2  Wahyudin Djahidi - Iif Fariudin yang diusung PDIP, Partai Hanura,dan PAN.

Selain itu, tiga pasangan calon  lainnya dari  jalur independen yakni pasangan nomor urut 3, Fadli - Purwo Rubiono, pasangan calon nomor urut 4   Agus Irawan Hasbulloh-Harto dan  pasangan calon nomor urut 5 Tubagus Deli Suhendar - Agus Wardhana.

Kendati keempat pasangan calon  tidak menerima hasil perhitungan KPU Kota Serang dan menolak untuk menandatangani  hasil perhitungan suara pemilihan wali kota dan wakil wali kota Serang periode 2013-2018,  namun hanya satu pasangan calon  yang menyatakan akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu tim pasangan nomur urut 2  Wahyudin Djahidi - Iif Fariudin.

Dalam rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara hasil pilkada Kota Serang yang diselenggarakan KPU Kota Serang, Rabu (11/9), saksi dari pasangan nomor urut 2 Dede Supriadi, meminta kepada ketua KPU untuk membuka satu kotak suara di tingkat TPS dan dihitung ulang untuk memastikan tidak ada kecurangan, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi KPU.

Dede Supriadi mengatakan, sejak awal dimulai rapat pleno penetapan  pasangan calon terpilih, pihaknya meminta agar KPU membuka satu kotak suara dan dihitung ulang jumlahnya untuk memastikan tidak ada kecurangan.

Namun, KPU Kota Serang tidak pernah menghiraukan permintaan itu.

“Kami  menemukan banyak kecurangan di lapangan. Salah satunya penggelembungan suara. Kami  tidak menerima  dengan hasil  pilkada Kota Sernag ini. Kami  akan gugat ke MK," ujar Dede.

Dede juga mengaku, pihaknya menemukan sejumlah bukti kecurangan yang dilakukan secara sistematis oleh penyelenggara pemilu.

Di antaranya, penyelenggara pemilu mengarahkan pemilih untuk mencoblos salah satu pasangan calon, Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak digunakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk pemilihan, telah terjadi joki pemilih yakni warga yang menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan kartu panggilan orang lain.

"Bukti dan saksi sudah kami siapkan. Banyak hal ganjil saat pemungutan dan penghitungan suara yang kami temui, karena pelanggaran dan buktinya sudah ada, maka kami akan melayangkan gugatan ke MK,  satu hari setelah pleno penetapan oleh KPU," katanya.

Ketua KPU Kota Serang M Arif Iqbal mempersilakan kepada tim yang hendak menggugat ke MK atas hasil keputusan rapat pleno KPU tersebut.

"Dalam peraturan perundang-undangan, KPU Kota Serang tidak berhak membuka kotak suara di tingkat TPS. Untuk memerintahkan KPU melakukan itu, ada  lembaga lain, yaitu MK. MK  yang bisa memerintahkan KPU Kota Serang untuk membuka kotak suara yang sudah direkapitulasi di tingkat PPS. Silakan tempuh jalur hukum melalui lembaga MK," tegas Iqbal.

Anggota Panwaslu Kota Serang, Mahdiduri mengatakan, Panwaslu melalui Panwascam juga menemukan beberapa pelanggaran. Namun sampai saat masih dikaji apakah pelanggaran dilakukan dengan sengaja atau kelalaian.

"Panwaslu menerima setiap laporan dan akan menindaklanjutinya," katanya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara dan penetapan calon terpilih oleh KPU Kota Serang, pasangan calon Wahyudin-Iif  memperoleh 97.374 suara atau 36,18 persen, pasangan Asep Fadli-Purwo 6.785 suara atau 2,52 persen, pasangan Agus-Harto 4.619 suara atau 1,72 persen, dan pasangan Delly-Agus 9.149 atau 3,40 persen.

Ketua KPU Kota Serang Muhamad Arif Iqbal mengatakan, Sebanyak 417.123 jiwa penduduk yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) telah menyalurkan hak suaranya di 979 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di enam Kecamatan di Kota Serang saat pemilhan wali kota dan wakil wali kota serang pada Kamis (5/9) lalu. [149]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»