Liga Premier Inggris
Hanya di Posisi Enam Klasemen, Chelsea Harus Juara Liga Champions
Rabu, 9 Mei 2012 | 10:24
Penyerang Liverpool Andy Carroll mencoba menendang bola sambil terbang saat menjamu Chelsea dalam lanjutan Liga Utama Inggris di Stadion Anfield, Selasa (8/5) atau Rabu (9/5) dini hari WIB [AP] [LIVERPOOL]
Chelsea dipastikan terlempar dari ajang Liga Champions musim depan, setelah
kalah 4-1 dari Liverpool dalam lanjutan pertandingan Liga Utama Inggris di Stadion
Anfield, Selasa (8/5) waktu setempat atau Rabu (9/’5) dini hari WIB. “The
Blues” bertengger di posisi keenam dengan koleksi 61 poin, dan tertinggal lima
angka dari Tottenham Hotspurs yang menempati tempat keempat.
Dengan
satu laga sisa, perolehan poin Spurs tidak mungkin lagi terkejar oleh John
Terry dan kawan-kawan. Kini, satu-satunya harapan bagi Chelsea untuk dapat
kembali berpartisipasi di ajang terelit di Benua Biru itu adalah dengan
memenangi partai final Liga Champions melawan Bayern Muenchen di Munich pada 19
Mei mendatang. Kekalahan ini juga menjadi ajang balas dendam bagi Liverpool
yang dikalahkan Chelsea 1-2 dalam partai final Piala FA pada Sabtu (5/5).
Namun,
kekalahan mencolok tersebut tampaknya dapat dimaklumi, mengingat pelatih sementara
Chlesea Roberto Di Matteo membuat delapan pergantian pada starting eleven. Diantaranya, Ross Turnbull menggantikan Petr Cech
di bawah mistar, sementara pemain muda Ryan Bertrand diplot menggantikan tempat
yang biasa diisi oleh Ashley Cole dan Paolo Ferreira kembali dimainkan setelah
lama duduk di bangku cadangan.
Di
lini tengah, Oriol Romeu diplot mengisi pos Frank Lampard, sedangkan Fernando
Torres dan Daniel Sturridge diduetkan pada lini depan dengan ditopang Ramires.
Keputusan
Di Matteo itu tidak begitu mengejutkan, mengingat para pemain baru saja
berjibaku pada babak final Piala FA tiga hari lalu, sehingga membutuhkan banyak
waktu untuk beristirahat. Pelatih asal Italia itu juga tampaknya sudah
berorientasi kepada final Liga Champions, sehingga menyimpan banyak pemain
intinya guna menghindari kemungkinan cedera.
“Kami
telah bermain setiap tiga hari sekali dalam delapan pekan terakhir ini. Tadinya
saya pikir, saya menurunkan tim yang memiliki semangat dan mental yang lebih
segar yang memberikan kami kesempatan (untuk menang). Namun, kami juga harus
memberikan kredit kepada Liverpool,” kata Di Matteo.
Bermain
dibawah tekanan publik tuan rumah ternyata mempengaruhi mental Chelsea. Terry
yang menjadi satu dari sedikit pemain yang bermain di final Piala FA memulai
laga dengan buruk. Ketika laga baru menginjak 19 menit, Luis Suarez dengan
mudah melewati sang kapten dan menggiring bola hingga ke dalam kotak penalti,
sebelum melepaskan umpan silang yang mengenai tubuh Michael Essien. Si kulit
bundar pun masuk ke gawang sendiri tanpa bisa dihentikan Turnbull.
Malam
itu tampaknya menjadi mimpi buruk bagi Terry. Pasalnya, pada menit ke-25, bek
“The Three Lions” itu terpeleset ketika menguasai bola. Blunder tersebut
langsung dimanfaatkan oleh Jordan Henderson yang bebas membawa bola, sebelum
melepaskan tendangan yang tidak mampu ditahan Turnbull. Kesalahan Terry itu
mirip seperti apa yang terjadi ketika Chelsea kalah 5-3 melawan Arsenal di
Stamford Bridge pada awal musim ini.
Tiga
menit berselang, bek Liverpool Daniel Agger membuat pertandingan seolah telah
usai bagi Chelsea. Berawal dari umpan sundulan Andy Carroll, Agger berhasil
mengkonversikan umpan itu menjadi gol, setelah tendangannya kembali merobek
gawang Chelsea. “The Reds” pun sudah unggul tiga gol pada setengah jam laga
berjalan.
Memasuki
interval kedua, harapan sempat muncul bagi tim tamu ketika Ramires berhasil
menyarangkan bola ke gawang Liverpool yang dikawal Pepe Reina. Namun, harapan
Chelsea untuk mengejar Liverpool pupus ketika laga memasuki menit ke-61,
setelah Turnbull melakukan kesalahan dengan menyapu bola ke arah Jojo Shelvey.
Tanpa pikir panjang, Shelvey melepaskan tendangan ke gawang yang sudah kosong
dari jarak 30 meter. Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Ini adalah
kemenangan terbesar punggawa “The Anfield Gank” musim 2011/12 ini.
“Sungguh
penampilan yang menakjubkan. Hal yang menyenangkan adalah penampilan kami
sejalan dengan hasil yang didapat. Hal lain yaitu para suporter dapat
meninggalkan partai terakhir di kandang ini dengan senyuman,” kata arsitek
Liverpool Kenny Dalglish.
Liverpool kini tertahan di posisi kedelapan dengan
raihan 52 poin dan tidak mungkin lagi mengejar Newastle United yang berada pada
posisi lima sebagai jatah mengikuti Liga Europa musim depan dengan selisih 13
poin dengan satu laga sisa. Beruntung, The Reds sudah menjuarai Piala Carling,
sehingga mereka tetap bisa bermain di Liga Europa musim depan. [AP/HPS/A-21]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
