SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Liga Premier Inggris

Hanya di Posisi Enam Klasemen, Chelsea Harus Juara Liga Champions
Rabu, 9 Mei 2012 | 10:24

Penyerang Liverpool Andy Carroll mencoba menendang bola sambil terbang saat menjamu Chelsea dalam lanjutan Liga Utama Inggris di Stadion Anfield, Selasa (8/5) atau Rabu (9/5) dini hari WIB [AP] Penyerang Liverpool Andy Carroll mencoba menendang bola sambil terbang saat menjamu Chelsea dalam lanjutan Liga Utama Inggris di Stadion Anfield, Selasa (8/5) atau Rabu (9/5) dini hari WIB [AP]

[LIVERPOOL] Chelsea dipastikan terlempar dari ajang Liga Champions musim depan, setelah kalah 4-1 dari Liverpool dalam lanjutan pertandingan Liga Utama Inggris di Stadion Anfield, Selasa (8/5) waktu setempat atau Rabu (9/’5) dini hari WIB. “The Blues” bertengger di posisi keenam dengan koleksi 61 poin, dan tertinggal lima angka dari Tottenham Hotspurs yang menempati tempat keempat.  

Dengan satu laga sisa, perolehan poin Spurs tidak mungkin lagi terkejar oleh John Terry dan kawan-kawan. Kini, satu-satunya harapan bagi Chelsea untuk dapat kembali berpartisipasi di ajang terelit di Benua Biru itu adalah dengan memenangi partai final Liga Champions melawan Bayern Muenchen di Munich pada 19 Mei mendatang. Kekalahan ini juga menjadi ajang balas dendam bagi Liverpool yang dikalahkan Chelsea 1-2 dalam partai final Piala FA pada Sabtu (5/5).  

Namun, kekalahan mencolok tersebut tampaknya dapat dimaklumi, mengingat pelatih sementara Chlesea Roberto Di Matteo membuat delapan pergantian pada starting eleven. Diantaranya, Ross Turnbull menggantikan Petr Cech di bawah mistar, sementara pemain muda Ryan Bertrand diplot menggantikan tempat yang biasa diisi oleh Ashley Cole dan Paolo Ferreira kembali dimainkan setelah lama duduk di bangku cadangan.   

Di lini tengah, Oriol Romeu diplot mengisi pos Frank Lampard, sedangkan Fernando Torres dan Daniel Sturridge diduetkan pada lini depan dengan ditopang Ramires. Keputusan Di Matteo itu tidak begitu mengejutkan, mengingat para pemain baru saja berjibaku pada babak final Piala FA tiga hari lalu, sehingga membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat. Pelatih asal Italia itu juga tampaknya sudah berorientasi kepada final Liga Champions, sehingga menyimpan banyak pemain intinya guna menghindari kemungkinan cedera.  

“Kami telah bermain setiap tiga hari sekali dalam delapan pekan terakhir ini. Tadinya saya pikir, saya menurunkan tim yang memiliki semangat dan mental yang lebih segar yang memberikan kami kesempatan (untuk menang). Namun, kami juga harus memberikan kredit kepada Liverpool,” kata Di Matteo.  

Bermain dibawah tekanan publik tuan rumah ternyata mempengaruhi mental Chelsea. Terry yang menjadi satu dari sedikit pemain yang bermain di final Piala FA memulai laga dengan buruk. Ketika laga baru menginjak 19 menit, Luis Suarez dengan mudah melewati sang kapten dan menggiring bola hingga ke dalam kotak penalti, sebelum melepaskan umpan silang yang mengenai tubuh Michael Essien. Si kulit bundar pun masuk ke gawang sendiri tanpa bisa dihentikan Turnbull.   

Malam itu tampaknya menjadi mimpi buruk bagi Terry. Pasalnya, pada menit ke-25, bek “The Three Lions” itu terpeleset ketika menguasai bola. Blunder tersebut langsung dimanfaatkan oleh Jordan Henderson yang bebas membawa bola, sebelum melepaskan tendangan yang tidak mampu ditahan Turnbull. Kesalahan Terry itu mirip seperti apa yang terjadi ketika Chelsea kalah 5-3 melawan Arsenal di Stamford Bridge pada awal musim ini.   

Tiga menit berselang, bek Liverpool Daniel Agger membuat pertandingan seolah telah usai bagi Chelsea. Berawal dari umpan sundulan Andy Carroll, Agger berhasil mengkonversikan umpan itu menjadi gol, setelah tendangannya kembali merobek gawang Chelsea. “The Reds” pun sudah unggul tiga gol pada setengah jam laga berjalan.  

Memasuki interval kedua, harapan sempat muncul bagi tim tamu ketika Ramires berhasil menyarangkan bola ke gawang Liverpool yang dikawal Pepe Reina. Namun, harapan Chelsea untuk mengejar Liverpool pupus ketika laga memasuki menit ke-61, setelah Turnbull melakukan kesalahan dengan menyapu bola ke arah Jojo Shelvey. Tanpa pikir panjang, Shelvey melepaskan tendangan ke gawang yang sudah kosong dari jarak 30 meter. Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Ini adalah kemenangan terbesar punggawa “The Anfield Gank” musim 2011/12 ini.  

“Sungguh penampilan yang menakjubkan. Hal yang menyenangkan adalah penampilan kami sejalan dengan hasil yang didapat. Hal lain yaitu para suporter dapat meninggalkan partai terakhir di kandang ini dengan senyuman,” kata arsitek Liverpool Kenny Dalglish.  

Liverpool kini tertahan di posisi kedelapan dengan raihan 52 poin dan tidak mungkin lagi mengejar Newastle United yang berada pada posisi lima sebagai jatah mengikuti Liga Europa musim depan dengan selisih 13 poin dengan satu laga sisa. Beruntung, The Reds sudah menjuarai Piala Carling, sehingga mereka tetap bisa bermain di Liga Europa musim depan. [AP/HPS/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN