SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Hanya 10 Klub di PSSI yang Sesuai Standar AFC
Selasa, 9 Agustus 2011 | 10:54

Djohar Arifin Husein [google] Djohar Arifin Husein [google]

[MALANG] Dari sekian banyak klub sepakbola di Tanah Air, hanya sepuluh klub yang dinyatakan   masuk kategori klub profesional  dan memenuhi syarat yang ditetapkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Ke-10 klub itu, enam  berasal dari klub Liga Super Indonesia (LSI) dan empat lainnya dari klub Liga Primer Indonesia (LPI).

“Adapun, enam klub dari LSI tersebut antara lain, Semen Padang, Persib, Pelita, Deltras, Arema Indonesia dan Sriwijaya FC. Sementara untuk klub yang layak masuk klub profesional dari LPI adalah, Persema Malang, PSM Makkassar, Persibo dan Persebaya 1927,” kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein di hadapan peserta Seminar Sepakbola di Malang, baru-baru ini.

Menurut dia, lima syarat yang menjadi ketentuan klub profesional itu, adalah aspek legal, finansial, administrasi personal, supporting dan infrastruktur. Dari kelima syarat tersebut, lanjut dia, terlihat sudah dipenuhi dan dimilik oleh 10 klub tersebut. Masih menurut Djohar, bagi klub yang tidak siap memenuhi syarat-syarat tersebut, tidak ada tawar menawar lagi.

“Kalau tidak memenuhi syarat, ya harus rela menjadi klub amatir. Kalau siap berarti siap menjadi klub profesional,” ujarnya.

Namun demikian, Djohar Arifin tetap memberi jalan keluar. Bagi klub-klub LSI yang belum siap melanjutkan kiprahnya karena tidak memenuhi syarat AFC, lanjut dia, disarankan merger dengan klub LPI yang sudah berkiprah tanpa dana APBD. “Kalau klub LSI tidak memiliki dana dipersilakan merger dengan klub LPI. Karena rata-rata manajemen LPI lebih siap jadi pemilik saham. Tidak ada masalah namanya tidak disebut. Ini sudah ada klub yang melakukannya,” ujarnya tanpa menyebut  nama klub yang sudah mengajak LPI merger.

LPI,  kata Djohar, sudah menjadi amanat dari FIFA untuk juga diakomodir PSSI. Karenanya, LPI dan ISL sama-sama berada di naungan PSSI.  “Kedepan, tidak ada lagi, ini kubu mana dan milik siapa. Tetapi bagi klub yang siap jadi klub profesional, ya harus memenuhi lima syarat itu,” ujar Djohar sambil menambahkan, bahwa sebenarnya kriteria dari AFC itu sudah tiga tahun lalu disampaikan ke Indonesia, namun tidak memperoleh perhatian. “Ini syarat dari AFC, bukan dari PSSI,” tandasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, PSSI akan segera mengubah komposisi saham PT Liga Indonesia (LI), dari yang semula 90 persen dimiliki PSSI dan 10 persen dimiliki klub, akan dibalik menjadi 90 persen milik klub dan 10 persen milik PSSI. Dalam aturan kepemilikan saham, semakin tinggi peringkat sebuah klub dalam satu kompetisi, akan semakin banyak pendapatannya dari PT LI.

 “Perubahan komposisi saham itu dilakukan agar klub bisa memperoleh pendapatan yang cukup besar dari kiprah PT LI. “Klub akan semakin bergairah untuk bisa menempati ranking teratas. Tidak seperti selama ini, berada di peringkat lima atau delapan sama saja,” katanya.

Pengurus PSSI, katanya, sudah mulai memasarkan kompetisi ke pihak sponsorship. Djohar yakin, kompetisi di Indonesia akan mendapatkan sponsor yang bagus karena pasar sepakbola Indonesia mempunyai prospek yang tinggi. “Saat ini sudah ada perusahaan dari Amerika dan Australia yang berminat mensponsori. Dalam hitungan para pakar ekonomi, jika ada sponsor yang bagus, satu klub yang berada di ranking teratas bisa memperoleh pendapatan hingga Rp 150 miliar per musim,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Persema Malang, Peni  Suparto menyambut baik kebijakan PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin yang bakal mencanangkan saham PT Liga Indonesia sebesar 90% untuk klub dan 10% untuk PSSI.  “Persema akan mengkaji dan mempersiapkan diri untuk mendukung kebijakan itu. Saya kira klub-klub lainnya akan setuju, karena hal itu sudah lama diusulkan banyak klub,” ujar Peni, Selasa (9/8). 

Demikian pula dengan Ketua Pembina Arema,  Rendra Kresna yang menyatakan kebijakan tersebut mesti didukung, karena akan membantu klub dalam pendanaan dalam kompetisi. “Kita acungi jempol dan menyambut baik ide ketua umum (PSSI) yang memperhatikan kondisi internal klub-klub yang akan berkompetisi pada laga liga mendatang,” ujarnya ketika ikut hadir pada acara diskusi tersebut bersama Pelaksana Harian Arema Abriadi Muhara. 

Baik Peni maupun Rendra belum dapat memberikan keterangan lain mengenai pembagian saham PT LI karena masih menunggu aturan hukumnya turun. “Kita lihat bagaimana aturannya, setelah itu baru kita bersikap,” ujar Peni. [070]        




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN