Hadapi Bahrain, Timnas U-23 Plus Perkuat Lini Pertahanan
Selasa, 28 Februari 2012 | 12:43
Irfan Bachdim [google] [JAKARTA] Timnas U-23 plus akan menghadapi dua lawan
sekaligus pada pertandingan terakhir putaran tiga Grup E Pra Piala Dunia 2014
di Stadion al-Bahrayn al-Watan, Rabu (29/2).
Selain menghadapi tuan rumah Bahrain yang saat ini mempunyai keyakinan lebih
untuk bisa lolos ke putaran empat, Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan juga
dihadapkan dengan lawan yang tidak bisa dihindarkan yaitu suhu dingin, kata
palang pintu timnas Abdul Rahman melalui pesan layanan singkat, Selasa..
"Saat ini suhu sekitar 16 derajat celcius. Jelas berbeda dengan di
Indonesia. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang
terbaik," katanya.
Dengan target yang dibebankan yaitu harus mampu mencuri poin di kandang
Bahrain, kata dia, dirinya bersama pemain lainnya siap meski banyak kendala
yang harus dihadapi.
Suhu dingin di salah satu negara Timur Tengah itu bukan alasan bagi anak asuh
Aji Santoso untuk bermain tidak maksimal. Guna adaptasi dengan cuaca, Timnas
Garuda terus menyesuaikan diri dengan terus melakukan latihan.
Dalam latihan, pelatih Aji Santoso menerapkan beberapa pola permainan yang akan
digunakan untuk menghadapi tuan rumah Bahrain. Salah satu pola yang digunakan
akan memperkuat lini pertahanan.
Memperkuat lini pertahanan memang bukan tanpa alasan. Lawan yang dihadapi jelas
memiliki kemampuan dan postur tubuh yang lebih unggul. Apalagi anak asuh Peter
Taylor itu masih mempunyai peluang lolos ke putaran keempat jika mampu menang
lawan Indonesia dengan banyak gol dan Qatar kalah dengan Iran.
Pada pertandingan terakhir PPD 2014 Indonesia terpaksa menurunkan tim baru
karena pemain dari tim sebelumnya turun di kompetisi yang dinilai ilegal oleh
PSSI yaitu Indonesia Super League (ISL). Kondisi ini jelas menjadi beban berat
bagi pelatih.
Dari 18 pemain yang dibawa ke Bahrain semuanya berasal dari kompetisi Indonesia
Premier League (IPL) dan Divisi Utama. Salah satu nama yang kembali memperkuat
timnas adalah Irfan Bachdim. Sebelumnya pemain keturunan Belanda itu
mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI.
"Sebanyak 60 persen pemain yang ada minim jam terbang internasional. Tapi
kami berusaha sebaik mungkin untuk memaksimalkan tenaga yang ada. Yang jelas
kami tidak akan menyerah," kata pelatih timnas Aji Santoso.
Dengan menurunkan tim baru, Indonesia dalam hal ini PSSI mendapatkan surat
tembusan dari Qatar yang menyatakan keberatan dengan skuad Timnas Indonesia.
Hanya saja PSSI tidak merespons dan tetap menilai tim yang ada adalah yang
terbaik saat ini.
Timnas Garuda pada klasemen Grup E berada di posisi dasar klasemen dengan nol
poin dari lima pertandingan. Untuk posisi puncak klasemen dan telah dipastikan
lolos ke putaran empat yaitu Iran dengan 11. Untuk satu tiket lagi masih
diperebutkan antara Qatar dengan 9 poin dan Bahrain dengan enam poin. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
