SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 April 2014
Pencarian Arsip

Gunakan Gas Sarin, Suriah Diancam AS
Jumat, 14 Juni 2013 | 12:36

Pemberontak bersiap-siap menembakkan roket buatan sendiri, di Provinsi Idlib, sebelah utara Suriah, beberapa waktu lalu. [AP]
Pemberontak bersiap-siap menembakkan roket buatan sendiri, di Provinsi Idlib, sebelah utara Suriah, beberapa waktu lalu. [AP]

[WASHINGTON] Amerika Serikat (AS) menyatakan rezim Suriah telah menggunakan racun Sarin, gas saraf mematikan, untuk melawan pasukan pemberontakan. Presiden AS Barack Obama mengancam akan memberikan dukungan militer kepada para pemberontak dan menerapkan zona larangan terbang, Kamis (13/6).

Pemerintah AS mengumumkan sedang melakukan sebuah kajian terhadap laporan-laporan intelijen. Washington menyimpulkan bahwa rezim Suriah telah menggunakan senjata terlarang, termasuk gas Sarin dalam serangan yang membunuh 150 orang.

Sarin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pestisida dan dikembangkan oleh para ilmuwan Nazi pada awal 1938. Sarin juga pernah digunakan oleh penguasa Irak Saddam Hussein untuk membunuh ribuan etnis Kurdi di Kota Halabja pada 1988.

Menurut Leonard Spector dari Institut Monterey Studi Internasional, rezim Suriah diyakini mengontrol ratusan ton berbagai bahan kimia.

“Presiden telah membuat sebuah keputusan untuk menyediakan lebih besar dukungan kepada oposisi. Itu akan melibatkan penyediaan dukungan langsung kepada Dewan Militer Suriah, termasuk dukungan militer,” kata penasehat wakil keamanan nasional AS Ben Rhodes.

Sementara itu, PBB mengatakan sedikitnya 93.000 orang tewas di Suriah, termasuk 1.700 anak di bawah 10 tahun, sejak perang sipil Suriah pecah pada Maret 2011. PBB meyakini angka sebenarnya lebih tinggi karena banyak kematian yang tidak dilaporkan.

“Pembunuhan terus-menerus berlangsung dengan tingkat yang mengejutkan rata-rata 5.000 orang setiap bulan sejak Juli tahun lalu, termasuk pembunuhan baru sebanyak 27.000 orang sejak Desember 2012,” kata Komisaris Hak Asasi Manusia PBB Navi Pillay, Kamis.

Zona Larangan Terbang

Parlemen AS menuntut tindakan tegas pemerintah AS terhadap Suriah. Senator AS dari Partai Republik, John McCain dan Lindsey Graham mengatakan “garis merah” telah dilewati.

“Garis merah presiden telah dilewati. Kredibilitas AS dalam risiko. Sekarang bukan waktunya untuk sekedar mengambil langkah tambahan berikutnya. Sekarang adalah waktunya untuk tindakan yang lebih menentukan,” ucap McCain dan Graham.

McCain memimpin parlemen untuk mengusulkan ditetapkan sebuah zona larangan terbang di Suriah. Dengan diberlakukannya zona larangan terbang di Suriah akan memungkinkan pesawat-pesawat jet NATO berpatroli dan menyerang pertahanan udara rezim Suriah.

“Kita bisa membangun zona larangan terbang tanpa mengirim pesawat berawak di Suriah. Kita bisa mengubah pertarungan ini di medan perang,” katanya.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, Ed Royce mendukung keputusan presiden untuk memperluas bantuan bagi oposisi Suriah. Dia juga mendorong Obama untuk menyediakan persenjataan yang dibutuhkan kepada Tentara Pembebasan Suriah. [AFP/D-11] 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN