Natal dan Tahun Baru
Gubernur Sulut: Pedulilah Terhadap yang Lemah
Jumat, 24 Desember 2010 | 7:47
Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang [MANADO] Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo Harry Sarundajang meminta masyarakat Sulut agar dalam merayakan Natal harus ada kedamaian, kebersamaan, kerukunan, serta rasa kepedulian dan solidaritas terhadap yang lemah.
”Ini makna Natal yang kita rayakan saat ini, ”kata Gubernur Sulut Sinyo Sarundajang kepada SP di Manado, Jumat (24/12) terkait perayaan Natal dan Tahun baru 2010.
Umat Kristen yang akan merayakan Natal di Sulut dimintanya untuk tidak berpesta pora. “Kita harus lakukan dengan kesederhanaan tetapi memiliki makna yang dalam, yakni ada damai dan kebersamaan dalam kita hidup di tengah kemajemukan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, dengan hidup damai dan rukun di tengah perbedaan yang ada justru menjadi modal dalam kita membangun daerah bangsa dan negara ke depan. ”Ini menjadi tantangan kita ke depan dalam kita membangun daerah ini agar kemiskinan dan penganguran bisa teratasi nanti, ”katanya.
Dia melanjutkan, tantangan ke depan sangat berat. Karena itu, dibutuhkan kebersamaan dengan meningkatkan kualitas agar kita bisa membangun daerah ini lebih maju. Saat ini, persatuan dan kebersamaan terbina dengan baik. “Ini harus kita pertahankan. Karena, ekonomi daerah ini maju saat ini karena peran masyarakat sangat besar sekali. Pertumbuhan ekonomi, sudah melewati tujuh persen lebih . Dan ini bisa naik lagi. Dan kemiskinan dan penganguran turun,” jelasnya. [136]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Mourinho Diusir Dari Bangku Cadangan Saat Final Piala Raja
Soal Capres, Gita Belum Direstui SBY
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
