Gubernur dan Walikota Berdoa Khusus Untuk Maluku dan Ambon
Jumat, 18 Mei 2012 | 10:38
Walikota Ambon Richard Louhenapessy (tiga dari kiri) dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahallu (sebelah kiri Walikota/batik biru) berdiri bersama para pemimpin umat Kristen dari berbagai denominasi Gereja ikut mendoakan Maluku dan kota Ambon dalam World Prayer Assembly di Baileo Oikumene, Kamis (17/5) semalam.[SP/Vonny Litamahuputty] [AMBON]
Gubernur Maluku Karel Albert Ralahallu dan Walikota Ambon Richard
Louhenapessy berdiri bersama sejumlah Hamba-Hamba Tuhan dari berbagai
denominasi Gereja di kota Ambon mendoakan
Maluku dan khususnya kota Ambon pada acara World Prayer Assembly di
Baileo Oikumene, Kamis (17/5) semalam.
Gubernur Maluku mengatakan, sadar atau tidak, momentum
doa sedunia ini kembali mengingatkan kita untuk intropeksi dengan
bertanya kepada diri masing-masing sebagai umat, sebagai Hamba Tuhan dan
sebagai Gereja, setelah Tuhan memulihkan Maluku,
mengapa masih saja terulang dan terulang lagi berbagai gejolak yang
ditandai dengan sejumlah insiden, termasuk insiden paling terakhir 15
Mei 2012.
“Insiden Hari Pattimura kembali meodai kebersamaan
yang telah kita bangun bersama, sebagai umat percaya saya mengajak kita
merengungkan kembali kenapa ini harus terjadi,” ujar Karel.
Sekedar mengingatkan kepada masyarakat bahwa di kala
dalam keadaan konflik, doa menjadi andalan, doa menjadi harapan dan doa
menjadi kekuatan warga dimana-mana.
Menurut dia, fenomena umat yang setia bertekun dalam
doa itu, pernah disaksikan ketika Maluku dilanda konflik beberapa tahun
lalu.
“Namun sangat disayangkan kemudian, fenomena tersebut
tidak berkelanjutan atau menjadi sebuah perilaku umat yang permanen.
Seiring dengan surutnya konflik akibat pemulihan yang Tuhan anugerahkan
bagi Maluku, tindakan persekutuan umat yang
taat berdoa di pos-pos kamling, pos-pos jaga, kelompok-kelompok doa di
lingkungan masing-masing, makin surut, bahkan mencapai titik nadir,
apabila tidak mau dikatakan hilang samasekali. Padahal melalui
mimbar-mimbar khotbah, selalu dikatakan doa adalah nafas
hidup orang percaya,” katanya.
Dengan ungkapan lain kata dia, mau dibilang bahwa umat
yang tidak berdoa adalah umat yang sementara berada dalam kondisi
sekarat.
Ia mempertanyakan ada apa dengan umat Tuhan dan
gereja-gereja di Maluku, bagaimana peran fungsional Gereja dan Hamba
Tuhan yang mesti mendekatkan umat dengan Tuhan dalam persekutuan yang
berdoa.
Momentum Doa Sedunia kata dia, menjadi bahan
perenungan dan evaluasi serta benar-benar memberikan pencerahan dan
pembaharuan yang sejati bagi gereja dan umat di Maluku.
Oleh sebab itu, sebagai Kebun Anggur milik Tuhan, hendaknya Gereja dimaknai sesuai perna sejatinya.
Gereja bukan tempat untuk mengejar kepentingan
tertentu.
“Gereja bukan tempat berpolitik, tetapi gereja adalah
institusi yang terbangun dengan misi suci berdasarkan Amant Agung Yesus
sebelum Ia terangkat ke Sorga. Sebagai pemerintah daerah,
saya mengajak denominasi gereja di Maluku agar bersama-sama terus
membangun penguatan dan pendampingan kepada umat untuk kembali belajar
bertekun dalam doa,” katanya menandaskan.
Di tempat yang sama Walikota Ambon mengatakan, gelombang doa ada dan menyertai warganya di Ambon.
“Berbagai insiden yang terjadi di Ambon dalam beberapa
jam saja diselesaikan oleh Tuhan. Ini menyadarkan kita bahwa kita tidak
ada apa-apanya di mata Tuhan,” kata Richard.
Hal ini ditandai dengan penyertaan Tuhan untuk kota Ambon.
“Dimana-mana saya selalu minta warga saya untuk
memulai aktifitas setiap hari dalam doa pagi untuk mendoakan dan
memberkati kota Ambon,” katanya.
Walikota meminta warganya untuk terus meningkatkan doa
bagi koa Ambon, karena hanya dengan doa mampu membawa kemakmuran dan
hidup takut akan Tuhan adalah kuncinya. “Kita juga berdoa agar Tuhan
menggerakkan hati mereka yang kotor, yang ingin
hidup dalam kegelapan, yang ingin merusak kota Ambon, agar mereka djama
oleh Tuhan,” ujarnya. [156]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
