Gubernur: Ada Provokator di Serangan Masjid Ahmadiyah
Selasa, 24 April 2012 | 11:42
Ahmad Heryawan [BANDUNG] Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan
meminta semua pihak yang bersengketa dengan kelompok Ahmadiyah di Tasikmalaya
menahan diri. Menurutnya, ada provokator yang berusaha memperkeruh suasana,
seperti pada saat penyerangan masjid milik jemaah Ahmadiyah di Singaparna,
Tasikmalaya, Jumat (20/4) lalu.
“Informasi dari lapangan seperti itu,” katanya seusai
membuka rapat pleno Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat di Bandung,
kemarin.
Dia menuturkan, informasi yang diperolehnya menyebutkan
massa yang mendatangi masjid itu tidak berniat melempari masjid. “Tapi, ketika
datang, di belakang tiba-tiba ada provokator yang melempar, terus semuanya terbakar
untuk ikut lempar-lemparan, begitu katanya,” ujar Heryawan.
“Boleh jadi yang melakukan pelemparan asalnya kan provokator, yang
memanas-manasi, tiba-tiba yang lainnya kemudian terprovokasi oleh tokoh
tersebut,” tambahnya, tanpa mau menjelaskan lebih lanjut informasi soal
provokator yang diperolehnya.
“Enggak usah
diperpanjang. Itu urusan kepolisian,” tegasnya.
Heryawan juga meminta warga Ahmadiyah mematuhi 12
kesepakatan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri
Agama, dan Jaksa Agung. Dalam pernyataan itu, mereka menyepakati klausul bahwa
Ahmadiyah akan menyatu dengan umat Islam lainnya untuk beribadah.
“Sumber pertentangan selama ini, warga Ahmadiyah tidak mau
beribadah di masjid kelompok Islam lain dan menutup diri jika masjidnya
digunakan ibadah oleh kelompok Islam lain. Tidak ada masjid Ahmadiyah. Masjid
Ahmadiyah adalah masjid seluruh kaum Muslimin. Jadi, siapa pun bisa
menggunakannya,” ujar Heryawan. [153]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
