SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Gubernur: Ada Provokator di Serangan Masjid Ahmadiyah
Selasa, 24 April 2012 | 11:42

Ahmad Heryawan Ahmad Heryawan

[BANDUNG] Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan meminta semua pihak yang bersengketa dengan kelompok Ahmadiyah di Tasikmalaya menahan diri. Menurutnya, ada provokator yang berusaha memperkeruh suasana, seperti pada saat penyerangan masjid milik jemaah Ahmadiyah di Singaparna, Tasikmalaya, Jumat (20/4) lalu.  

“Informasi dari lapangan seperti itu,” katanya seusai membuka rapat pleno Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat di Bandung, kemarin.  

Dia menuturkan, informasi yang diperolehnya menyebutkan massa yang mendatangi masjid itu tidak berniat melempari masjid. “Tapi, ketika datang, di belakang tiba-tiba ada provokator yang melempar, terus semuanya terbakar untuk ikut lempar-lemparan, begitu katanya,” ujar Heryawan.

“Boleh jadi yang melakukan pelemparan asalnya kan provokator, yang memanas-manasi, tiba-tiba yang lainnya kemudian terprovokasi oleh tokoh tersebut,” tambahnya, tanpa mau menjelaskan lebih lanjut informasi soal provokator yang diperolehnya. “Enggak usah diperpanjang. Itu urusan kepolisian,” tegasnya.  

Heryawan juga meminta warga Ahmadiyah mematuhi 12 kesepakatan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Jaksa Agung. Dalam pernyataan itu, mereka menyepakati klausul bahwa Ahmadiyah akan menyatu dengan umat Islam lainnya untuk beribadah.  

“Sumber pertentangan selama ini, warga Ahmadiyah tidak mau beribadah di masjid kelompok Islam lain dan menutup diri jika masjidnya digunakan ibadah oleh kelompok Islam lain. Tidak ada masjid Ahmadiyah. Masjid Ahmadiyah adalah masjid seluruh kaum Muslimin. Jadi, siapa pun bisa menggunakannya,” ujar Heryawan. [153]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN