Grup Band Pussy Riot Dinyatakan Bersalah
Sabtu, 18 Agustus 2012 | 8:36
Personel grup Band Pussy Riot. [Reuters] [MOSKWA] Pengadilan
di Moskwa menghukum dua tahun penjara
kepada tiga anggota band Pussy Riot, setelah dinyatakan bersalah melakukan
"kerusuhan" dan memicu kebencian agama.
Ketiga artis
muda itu tanggal 21 Februari lalu, di gereja terpenting di ibukota Moskwa
menggelar “Doa Punk” menentang
kembalinya Vladimir Putin, yang kala itu
menjabat perdana menteri, untuk memegang jabatan presiden.
Mereka juga
memprotes hubungan erat antara negara dan gereja di Rusia. Katedral Kristus
Juru Selamat di Moskwa itu dikenal sebagai jantung aktivitas Kristen Ortodoks
Rusia. Pembela menyebut proses itu bermotifkan politik.
Yang menarik
perhatian adalah video aksi protes yang diposting di internet, dengan lagu yang
dialih suara menjadi "Santa Maria, perawan suci, usirlah Putin.“
Putin
sendiri setelah terpilih sebagai presiden secara terbuka mengatakan kemarahan
atas tampilan aksi protes tersebut. "Saya harap, itu tidak akan pernah
terulang kembali,“ kata Putin 7 Maret lalu.
Pengacara
ketiga terdakwa Jumat (17/8), meminta fans ketiga artis itu untuk mendukungnya
di depan gedung pengadilan. Tapi mereka tidak boleh tampak memakai topeng,
membawa bendera, dan tampil secara transparan, untuk tidak ditangkap atas
tuduhan berhimpun secara illegal.
Demikian
kata pengacara Mark Fejgin kepada harian Nowyje
Iswestija. Sementara polisi memblokir bangunan pengadilan di dekat sungai
Moskwa. Jeruji besi sudah sejak Jumat (17/8) pagi, memblokir jalan masuk menuju
pengadilan.
Kebebasan
Pendapat
Di luar
negeri, proses pengadilan terhadap Maria Aljochina, Yekaterina Samuzewitsch,
dan Nadeshda Tolokonnikova mendapat kritik hebat. Menteri Luar Negeri Jerman
Guido Westerwelle meminta Rusia, memperhatikan kebebasan seni.
Juga di Moskwa
ada ungkapan solidaritas bagi ketiga musisi.
Di seluruh dunia juga bintang
musik seperti Madonna, Sting, dan Paul McCartney menuntut kebebasan bagi Pussy Riot.
Sesaat
sebelum pembacaan keputusan pengadilan, pemerintah Jerman menyampaikan kritik
atas sikap Rusia terhadap kebebasan berpendapat. Sikap terhadap para musisi dan
tahanan pemeriksaan yang berkepanjangan benar-benar tidak pada tempatnya.
Demikian
dikatakan pejabat urusan hak asasi manusia Markus Löning kepada Radio Deutschlandfunk. Pemerintah Rusia
kurang memiliki pengertian untuk seni dan kebebasan pendapat. Kritik politisi
partai liberal demokrat Jerman Löning. [AFP/DW/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Mourinho Diusir Dari Bangku Cadangan Saat Final Piala Raja
Soal Capres, Gita Belum Direstui SBY
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
