SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip

Grup Band Pussy Riot Dinyatakan Bersalah
Sabtu, 18 Agustus 2012 | 8:36

Personel grup Band Pussy Riot. [Reuters] Personel grup Band Pussy Riot. [Reuters]

[MOSKWA] Pengadilan di Moskwa menghukum  dua tahun penjara kepada tiga anggota band Pussy Riot, setelah dinyatakan bersalah melakukan "kerusuhan" dan memicu kebencian agama.

Ketiga artis muda itu tanggal 21 Februari lalu, di gereja terpenting di ibukota Moskwa menggelar  “Doa Punk” menentang kembalinya Vladimir Putin,  yang kala itu menjabat perdana menteri, untuk memegang jabatan presiden.

Mereka juga memprotes hubungan erat antara negara dan gereja di Rusia. Katedral Kristus Juru Selamat di Moskwa itu dikenal sebagai jantung aktivitas Kristen Ortodoks Rusia. Pembela menyebut proses itu bermotifkan politik.

Yang menarik perhatian adalah video aksi protes yang diposting di internet, dengan lagu yang dialih suara menjadi "Santa Maria, perawan suci, usirlah Putin.“

Putin sendiri setelah terpilih sebagai presiden secara terbuka mengatakan kemarahan atas tampilan aksi protes tersebut. "Saya harap, itu tidak akan pernah terulang kembali,“ kata Putin 7 Maret lalu.

Pengacara ketiga terdakwa Jumat (17/8), meminta fans ketiga artis itu untuk mendukungnya di depan gedung pengadilan. Tapi mereka tidak boleh tampak memakai topeng, membawa bendera, dan tampil secara transparan, untuk tidak ditangkap atas tuduhan berhimpun secara illegal.

Demikian kata pengacara Mark Fejgin kepada harian Nowyje Iswestija. Sementara polisi memblokir bangunan pengadilan di dekat sungai Moskwa. Jeruji besi sudah sejak Jumat (17/8) pagi, memblokir jalan masuk menuju pengadilan.

Kebebasan Pendapat


Di luar negeri, proses pengadilan terhadap Maria Aljochina, Yekaterina Samuzewitsch, dan Nadeshda Tolokonnikova mendapat kritik hebat. Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle meminta Rusia, memperhatikan kebebasan seni. Juga di Moskwa ada ungkapan solidaritas bagi ketiga musisi.

Di seluruh dunia juga bintang musik seperti Madonna, Sting, dan Paul McCartney menuntut  kebebasan bagi Pussy Riot.  

Sesaat sebelum pembacaan keputusan pengadilan, pemerintah Jerman menyampaikan kritik atas sikap Rusia terhadap kebebasan berpendapat. Sikap terhadap para musisi dan tahanan pemeriksaan yang berkepanjangan benar-benar tidak pada tempatnya.

Demikian dikatakan pejabat urusan hak asasi manusia Markus Löning kepada Radio Deutschlandfunk. Pemerintah Rusia kurang memiliki pengertian untuk seni dan kebebasan pendapat. Kritik politisi partai liberal demokrat Jerman Löning.  [AFP/DW/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN