SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 30 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Golkar Sambut Tawaran Kerja Sama PKT
Senin, 6 Juni 2011 | 14:37

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie diterima oleh Wakil Presiden RRT Mr. Xi Jinping di Balai Agung Rakyat [SP/Chris Mboeik] Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie diterima oleh Wakil Presiden RRT Mr. Xi Jinping di Balai Agung Rakyat [SP/Chris Mboeik]

[JAKARTA] Partai Golkar menyambut baik tawaran kerja sama dari Partai Komunis Tiongkok (PKT). Hal ini terungkap usai pertemuan kedua partai di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta, pada Senin (6/6).

Dalam pertemuan tersebut, PKT menawarkan kerjasama dalam beberapa bidang, antara lain pembangunan infrastruktur, energi terbarukan, manufakturing kecil dan menengah, serta mengenai pelatihan kader. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan saat Golkar berkunjung ke Tiongkok.

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat Partai Golkar, antara lain Wakil Ketua Umum Theo L. Sambuaga, Ketua DPP Priyo Budi Santoso,  dan Wasekjen Lalu Mara Satriawangsa. Sedangkan rombongan PKT yang merupakan para pengurus pusat PKT ini, dipimpin anggota Biro Politik, dan Menteri Departemen Organisasi, atau setara dengan Wakil Perdana Menteri, Li Yuanchao. Usai pertemuan, Aburizal menyatakan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas MoU yang dibuat kedua partai pada tahun 2008.

Menurut Ical, sapaan Aburizal, saat ini, di beberapa daerah di Indonesia masih kekurangan pasokan listrik, untuk itu kerjasama energi baru berasal dari energi tenaga matahari dan energi tenaga angin akan sangat menguntungkan Indonesia. Atas dasar tersebut, Golkar menyambut baik tawaran PKT mengenai kerjasama kedua partai tersebut.

“Ini peluang baik. Kita tahu di beberapa daerah di Indonesia kekurangan pasokan listrik," kata Ical.

Selain tenaga listrik dan angin, kerjasama mengenai energi juga menyangkut pembukaan perkebunan singkong dan tebu untuk memasok bio-energi, serta kelapa sawit untuk memproduksi bio-diesel. Sementara dalam bidang infrastruktur, Ical mengatakan pembangunan infrastruktur Tiongkok terlambat 20 tahun dari Indonesia, namun infrastruktur Tiongkok saat ini jauh lebih besar daripada Indonesia. Untuk itu, kerjasama pembangunan infrastruktur ini dapat mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Pembangunan infrastruktur akan melancarkan pembangunan ekonomi," lanjutnya.

Sebagai partai pendukung pemerintah, kedua partai akan membicarakan kerja sama ini dengan pemerintah masing-masing, dan mempelajari MoU yang ditandatangani tahun 2008. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat, kedua partai akan membuat seminar mengenai industri manufaktur kecil-menengah. Seminar ini rencananya akan dilangsungkan di Jakarta dan Beijing. 

Terkait isu yang menyatakan kedekatan dengan PKT ini akan membuat Golkar berubah ideologi, Ical menegaskan, walaupun Golkar sudah lama menjalin hubungan dengan Partai Komunis Tiongkok, ideologi Pancasila yang dianut Golkar selama ini tidak akan terpengaruh. Walaupun bernama partai komunis, bila dilihat lebih dekat, PKT sama sekali tidak komunis terutama dalam kebijakan perekonomian.

“Saat ini Tiongkok memiliki jumlah devisa terbesar di dunia dengan 3 triliun US Dollar. Dengan devisa sebanyak itu, bisa kita manfaatkan untuk pembangunan di Indonesia,” imbuhnya.

Selain PKT, dalam waktu dekat, Partai Golkar pun akan menerima kunjungan dari Partai berkuasa di Jepang, LDP. Sementara itu, selain melakukan pertemuan dengan Golkar, PKT pun akan bertemu dengan Partai Demokrat, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). [FFS/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»