SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Golkar Mau Duet Aburizal Bakrie-Pramono Edhie Wibowo
Selasa, 5 Juni 2012 | 11:17

Pramono Edhie Wibowo. [google] Pramono Edhie Wibowo. [google]

[JAKARTA] Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, sejauh ini Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo belum memberikan konfirmasi apakah dirinya bersedia atau tidak menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB) yang akan maju sebagai calon presiden (capres) pada pemilihan presiden 2014 mendatang.  

“Belum-belum, itu (pencalonan Pramono Edhie Wibowo sebagai cawapres, Red) baru angan-angan, baru inventerisasi belum ada konfirmasi,” katanya di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/6).   

Menurut dia,  partainya juga belum menyiapkan bagaimana mekanisme penetapan cawapres. “Memang belum disebutkan bagaimana mekanismenya, apakah sebelum Pemilu Legislatif apa sesudah Pemilu Legislatif. Ada yang mengatakan sebaiknya sesudah pemilu, jangan buru-buru tapi ada juga yang berpendapat sebelum Pemilu supaya bisa dijual dia (Pramono Edhie Wibowo, Red),” jelasnya.   

Sementara, saat ditanya pandangannya apakah adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, cocok untuk diusung menjadi pendamping Ical, Agung menilai Pramono Edhie layak sebagai cawapres. “Kalau soal layak saya kira semua orang kan punya kelebihan disamping kekurangannya. Masalahnya, bersedia apa tidak tergantung dianya,” ucapnya.    

Seperti diketahui, ARB, sapaan akrab Aburizal saat ini  mencari sosok pendamping yang memiliki karakter kuat dari kalangan militer dan beretnis Jawa.   Sementara itu, prediksi pertemuan tokoh Golkar Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menelorkan sebuah deklarasi soal calon presiden (Capres) di Bali  akhirnya menjadi kenyataan. Terbukti dalam pertemuan Senin (4/6), para pengurus DPD Partai Golkar di wilayah Bali-Nusa Tenggara mendeklarasikan pencalonan ARB sebagai capres pada Pemilu Presiden  2014.  

Deklarasi tersebut digelar di sela-sela Rapat Teknis Pemenangan Pemilu Partai Golkar Bali-Nusra di Sanur, Kota Denpasar, yang dibacakan oleh masing-masing Ketua DPD, yakni I Ketut Sudikerta (Ketua DPD Golkar Bali), Zaini Arony (Ketua DPD Golkar NTB), dan Ibrahim Agustinus Meda (Ketua DPD Golkar NTT).  

Ketiga Ketua DPD Golkar itu memiliki beberapa pertimbangan untuk menyatakan dukungan kepada ARB, di antaranya secara politis dan psikologis ARB menjabat Ketua Umum DPP Partai Golkar. "Ketua partai adalah representasi dari organisasi sehingga layak dicalonkan di levelnya. Bapak ARB tentu saja levelnya presiden," kata Sudikerta.  

Menurut Sudikerta, sebagai mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan pernah menjabat  Menko Kesra dan Menko Ekuin, ARB  dianggap memiliki pengalaman sebagai pemimpin dan manajer andal di bidangnya. Sementara itu, Ketua DPD Golkar NTB Zaini Arony menegaskan jika ARB memiliki visi yang jelas bagaimana Indonesia menuju kesejahteraan.  

Sebelum dicetuskan deklarasi tersebut, Ketua Panitia Pengarah Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Bali-Nusra Gede Sumarjaya Linggih di Denpasar, Minggu (31/5) sempat menegaskan kalau acara pendeklarasian Capres ARB secara formal memang tidak ada. Akan tetapi acara tersebut, sangat mungkin bisa dilakukan saat digelar Rakornis Pemenangan Pemilu, pada 3-4 Juni 2012 di Sanur, Kota Denpasar.  

“Saat ini semua pengurus Golkar yang ada di Bali-Nusra telah menyerap aspirasi akar rumput untuk mendukung ARB menjadi  Capres dari Partai Golkar tahun 2014,” kata Sumarjaya Linggih yang juga anggota DPR-RI. [O-2/137]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN