Golkar Mau Duet Aburizal Bakrie-Pramono Edhie Wibowo
Selasa, 5 Juni 2012 | 11:17
Pramono Edhie Wibowo. [google] [JAKARTA] Wakil
Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono
mengatakan, sejauh ini Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI
Pramono Edhie Wibowo belum memberikan konfirmasi apakah dirinya bersedia atau
tidak menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ketua Umum Golkar
Aburizal Bakrie (ARB) yang akan maju sebagai calon presiden (capres) pada
pemilihan presiden 2014 mendatang.
“Belum-belum,
itu (pencalonan Pramono Edhie Wibowo sebagai cawapres, Red) baru angan-angan,
baru inventerisasi belum ada konfirmasi,” katanya di Istana Negara, Jakarta,
Senin (4/6).
Menurut
dia, partainya juga belum menyiapkan
bagaimana mekanisme penetapan cawapres. “Memang belum disebutkan bagaimana
mekanismenya, apakah sebelum Pemilu Legislatif apa sesudah Pemilu Legislatif.
Ada yang mengatakan sebaiknya sesudah pemilu, jangan buru-buru tapi ada juga
yang berpendapat sebelum Pemilu supaya bisa dijual dia (Pramono Edhie Wibowo,
Red),” jelasnya.
Sementara,
saat ditanya pandangannya apakah adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) tersebut, cocok untuk diusung menjadi pendamping Ical, Agung menilai
Pramono Edhie layak sebagai cawapres. “Kalau soal layak saya kira semua orang
kan punya kelebihan disamping kekurangannya. Masalahnya, bersedia apa tidak
tergantung dianya,” ucapnya.
Seperti
diketahui, ARB, sapaan akrab Aburizal saat ini
mencari sosok pendamping yang memiliki karakter kuat dari kalangan
militer dan beretnis Jawa.
Sementara itu,
prediksi pertemuan tokoh Golkar Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa
Tenggara Timur (NTT) akan menelorkan sebuah deklarasi soal calon presiden
(Capres) di Bali akhirnya menjadi
kenyataan. Terbukti dalam pertemuan Senin (4/6), para pengurus DPD Partai
Golkar di wilayah Bali-Nusa Tenggara mendeklarasikan pencalonan ARB sebagai
capres pada Pemilu Presiden 2014.
Deklarasi tersebut digelar di sela-sela Rapat Teknis
Pemenangan Pemilu Partai Golkar Bali-Nusra di Sanur, Kota Denpasar, yang
dibacakan oleh masing-masing Ketua DPD, yakni I Ketut Sudikerta (Ketua DPD
Golkar Bali), Zaini Arony (Ketua DPD Golkar NTB), dan Ibrahim Agustinus Meda
(Ketua DPD Golkar NTT).
Ketiga Ketua DPD Golkar itu memiliki beberapa pertimbangan
untuk menyatakan dukungan kepada ARB, di antaranya secara politis dan
psikologis ARB menjabat Ketua Umum DPP Partai Golkar. "Ketua partai adalah
representasi dari organisasi sehingga layak dicalonkan di levelnya. Bapak ARB tentu
saja levelnya presiden," kata Sudikerta.
Menurut Sudikerta, sebagai mantan Ketua Kamar Dagang dan
Industri (Kadin) dan pernah menjabat
Menko Kesra dan Menko Ekuin, ARB
dianggap memiliki pengalaman sebagai pemimpin dan manajer andal di
bidangnya. Sementara itu, Ketua DPD Golkar NTB Zaini Arony menegaskan jika ARB
memiliki visi yang jelas bagaimana Indonesia menuju kesejahteraan.
Sebelum dicetuskan deklarasi tersebut, Ketua Panitia
Pengarah Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar
Bali-Nusra Gede Sumarjaya Linggih di Denpasar, Minggu (31/5) sempat menegaskan
kalau acara pendeklarasian Capres ARB secara formal memang tidak ada. Akan
tetapi acara tersebut, sangat mungkin bisa dilakukan saat digelar Rakornis
Pemenangan Pemilu, pada 3-4 Juni 2012 di Sanur, Kota Denpasar.
“Saat ini semua pengurus Golkar yang ada di Bali-Nusra
telah menyerap aspirasi akar rumput untuk mendukung ARB menjadi Capres dari Partai Golkar tahun 2014,” kata
Sumarjaya Linggih yang juga anggota DPR-RI. [O-2/137]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
