SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 Mei 2012
Pencarian Arsip

Gerakan Pemakzulan Anas Sudah Meluas di Demokrat
Selasa, 21 Februari 2012 | 20:55

Anas Urbaningrum [google] Anas Urbaningrum [google]

[JAKARTA] Posisi Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) tampaknya tak lama lagi akan berakhir.  Anas bisa turun secara terhormat kalau mau mengundurkan diri. Tetapi bisa juga turun secara tidak terhormat jika masih tetap bertahan. Apalagi akhir-akhir ini terlihat upaya perlawanan terhadap Dewan Pembina PD, terutama kepada Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal SBY adalah ikon (simbol) PD.

Informasi yang diperoleh menyebutkan sudah ada gerakan untuk pemakzulan terhadap Anas. Gerakan itu semakin luas dan massif di internal PD. Kader-kader PD sudah mulai tidak percaya terhadap Anas, termasuk para pendukung setia mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) tersebut.

"Partai akan hancur kalau terus dipimpin Anas dalam posisi seperti sekarang ini. Citra Anas sudah tidak bisa ditolong lagi. Dugaan terlibat korupsi dan politik uang pada konggres adalah kasus-kasus yang tidak bisa menolong Anas, sekaligus mempertahankan posisi Anas. Dua kasus besar itu pasti akan terus diangkat terutama dari lawan politik," kata sebuah sumber di Jakarta, Selasa (21/2).

Sumber itu menjelaskan pemakzulan Anas bisa terjadi sebelum dia ditetapkan sebagai tersangka. Jika sudah tersangka maka pemakzulan tidak perlu tetapi langsung non aktif. Namun gerakan pemakzulan tetap dilakukan. Itu untuk memperlemah kekuatan Anas. Gerakan itu juga dilakukan untuk mempermulus peralihan jabatan Ketum dari Anas ke Ketum berikutnya.

"Ada berbagai gerakan yang dilakukan, baik di tingkat elite maupun arus bawah. Sudah mulai konsolidasi di bawah untuk menyatakan mosi tidak percaya pada Anas," ujar sumber tersebut yang mengaku selama ini sebagai pendukung Anas.

Dia tidak menjelaskan kapan pemakzulan dilakukan. Namun disebutnya gerakan itu juga sambil melihat langkah KPK dalam mengusut kasus Wisma Atlet yang melibatkan Anas.

"Yang dilakukan sekarang adalah memperluas dan memperbesar gerakan mosi tidak percaya," tegasnya.

Kader PD Ruhut Sitompul membantah adanya gerakan pemakzulan terhadap Anas. Menurutnya kasus Anas diserahkan ke proses hukum. Biarkan hukum yang menentukan apakah Anas terlibat atau tidak. Jika nanti terlibat dan ditetapkan tersangka maka dengan sendirinya akan non aktif. [R-14]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN