Gerakan Pemakzulan Anas Sudah Meluas di Demokrat
Selasa, 21 Februari 2012 | 20:55
Anas Urbaningrum [google] [JAKARTA] Posisi
Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) tampaknya tak
lama lagi akan berakhir. Anas bisa turun secara terhormat kalau mau
mengundurkan diri. Tetapi bisa juga turun secara tidak terhormat jika masih
tetap bertahan. Apalagi akhir-akhir ini terlihat upaya perlawanan terhadap
Dewan Pembina PD, terutama kepada Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY). Padahal SBY adalah ikon (simbol) PD.
Informasi yang diperoleh menyebutkan sudah ada gerakan untuk pemakzulan
terhadap Anas. Gerakan itu semakin luas dan massif di internal PD. Kader-kader
PD sudah mulai tidak percaya terhadap Anas, termasuk para pendukung setia
mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) tersebut.
"Partai akan hancur kalau terus dipimpin Anas dalam posisi seperti
sekarang ini. Citra Anas sudah tidak bisa ditolong lagi. Dugaan terlibat
korupsi dan politik uang pada konggres adalah kasus-kasus yang tidak bisa
menolong Anas, sekaligus mempertahankan posisi Anas. Dua kasus besar itu pasti
akan terus diangkat terutama dari lawan politik," kata sebuah sumber di
Jakarta, Selasa (21/2).
Sumber itu menjelaskan pemakzulan Anas bisa terjadi sebelum dia ditetapkan
sebagai tersangka. Jika sudah tersangka maka pemakzulan tidak perlu tetapi
langsung non aktif. Namun gerakan pemakzulan tetap dilakukan. Itu untuk
memperlemah kekuatan Anas. Gerakan itu juga dilakukan untuk mempermulus
peralihan jabatan Ketum dari Anas ke Ketum berikutnya.
"Ada berbagai gerakan yang dilakukan, baik di tingkat elite maupun arus
bawah. Sudah mulai konsolidasi di bawah untuk menyatakan mosi tidak percaya
pada Anas," ujar sumber tersebut yang mengaku selama ini sebagai pendukung
Anas.
Dia tidak menjelaskan kapan pemakzulan dilakukan. Namun disebutnya gerakan itu
juga sambil melihat langkah KPK dalam mengusut kasus Wisma Atlet yang
melibatkan Anas.
"Yang dilakukan sekarang adalah memperluas dan memperbesar gerakan mosi
tidak percaya," tegasnya.
Kader PD Ruhut Sitompul membantah adanya gerakan pemakzulan terhadap Anas.
Menurutnya kasus Anas diserahkan ke proses hukum. Biarkan hukum yang menentukan
apakah Anas terlibat atau tidak. Jika nanti terlibat dan ditetapkan tersangka
maka dengan sendirinya akan non aktif. [R-14]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Ada Oknum Komisi I DPR RI Yang Nikmati Uang Sukhoi Yang Jatuh di Gunung Salak
Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Ditemukan dalam Kondisi Baik
Fahri: KPK Gagal Berantas Korupsi Sistemik
Invitasi Bolabasket Alumni SMA se-Jakarta
Biayanya Mahal, Jokowi Tak Akan Pasang Iklan
Pastikan Semua Jenazah Terevakuasi, Tim SAR Sapu Lokasi Jatuhnya Sukhoi
KPK Perpanjang Masa Tahanan Angie
Jokowi Terima Penghargaan TPID Terbaik
Kader Demokrat Masih Juga Menganggap Ani Yudhoyono Layak Jadi Capres
Ketua Umum PGI: Sosialisasikan 4 Pilar Bangsa ke Para Pemimpin Bangsa
