SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip

Gaikindo Optimistis, Meski BBM Naik, Penjualan Mobil Tetap Tumbuh
Jumat, 31 Mei 2013 | 13:42

Ilustrasi pameran mobil [vivanews] Ilustrasi pameran mobil [vivanews]

[JAKARTA] Gaikindo optimistis penjualan mobil di Indonesia masih menembus 1,1 juta pada 2013 atau sama dengan tahun lalu. Meski pemerintah berniat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, target yang telah dicanangkan awal tahun tersebut tidak direvisi.  

“Gaikindo belum ada rencana untuk merevisi target penjualan mobil secara nasional, masih tetap 1,1 juta seperti pencapaian tahun lalu. Dampak penaikan harga BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh besar terhadap penjualan,” ujar Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Soegiarto di Jakarta, Kamis (30/5).  

Pemerintah Indonesia kemungkinan mengumumkan penaikan harga BBM bersubsidi pada 7 Juni 2013. Untuk jenis premium akan dinaikkan Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter, masih lebih murah dari harga keekonomian sekitar Rp 10.000. Sedangkan solar akan dinaikkan Rp 1.000 menjadi Rp 5.500 per liter.  

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil di Indonesia tahun 2012 mencapai 1,1 juta unit. Jumlah ini naik 23% dari tahun sebelumnya sebanyak 893.420 unit dan mencetak rekor baru penjualan mobil di Tanah Air. Namun, penjualan tersebut masih kalah dibanding Thailand yang mencapai 1,45 juta unit atau terbanyak di ASEAN.  

Jongkie mengatakan, penaikan harga BBM tersebut kemungkinan  menurunkan penjualan mobil beberapa bulan pascapenaikan. Tapi, biasanya, penjualan akan kembali pulih setelahnya.  

Gaikindo pada 2013 konservatif dalam memproyeksikan penjualan mobil secara nasional,  hanya sama dengan pencapaian tahun lalu, karena beberapa alasan. Salah satunya adalah berlakunya ketentuan uang muka untuk pembelian mobil dengan kredit syariah minimal 25-30% dari harga beli. Ketentuan yang sama pada pinjaman konvensional diberlakukan sejak pertengahan tahun lalu.    

Selain itu, rupiah telah terdepresiasi menjadi Rp 9.800-an per dolar Amerika Serikat (AS) dan ada rencana penaikan harga BBM bersubsidi. Faktor lain adalah melemahnya harga komoditas di pasar ekspor, yang menurunkan daya beli masyarakat di sejumlah daerah.   

Januari-April 2013

Jongkie memaparkan, pada Januari-April 2013, penjualan mobil di Tanah Air mencapai 398.108 atau meningkat 18% dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 337.974 unit. Jumlah tersebut mencapai 36,18% dari target total penjualan tahun ini.   “Dari penjualan tersebut, mobil segmen mutiguna kelas bawah (low multi purpose vehicle/L-MPV) menyumbang 124.610 unit, atau berkontribusi 32,14%,” ucap dia.  

Sementara itu, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi memproyeksikan, kapasitas produksi mobil di Indonesia mencapai 1,6 juta unit akhir 2013. Ia memperkirakan, tahun lalu sekitar 950.000 unit.  

“Peningkatan produksi akan terjadi karena sejumlah prinsipal sudah membangun pabrik baru di Indonesia, seperti Daihatsu, Toyota, Suzuki, Nissan, dan Honda. Di Asean, Indonesia nomor dua setelah Thailand yang memproduksi 2,46 juta unit tahun  lalu,” papar dia.  

Budi menuturkan, kapasitas produksi perakitan mobil di Indonesia belum sanggup mencukupi permintaan pasar. Akibatnya, masih terjadi inden untuk beberapa produk laris, seperti pickup, MPV 4x2, dan truk ringan.   

Ketat

Para prinsipal mobil menggenjot utilisasi produksi di Indonesia untuk melayani pasar yang terus tumbuh, terutama segmen L-MPV. Agen pemegang merek (APM) mobil di Tanah Air pun semakin bersaing ketat dalam merebutkan pasar L-MPV yang umumnya bermesin 1.000-1.500 cc, yang prospek pasarnya mencapai 32% dari total pasar nasional.  

Selama ini, merek-merek Toyota Avanza dan Daihatsu mendominasi segmen L-MPV. Namun, kini mulai bermunculan produk L-MPV baru yang menggerogoti pasar produk yang sudah ada.   Salah satu yang fenomenal adalah Suzuki Ertiga, yang diluncurkan pertama kali pada 22 April 2012. Ada juga merek Chevrolet Spin dan Nissan Evalia, yang penjualannya mulai tumbuh. Sedangkan merek Mazda VX-1 Matic, yang merupakan duplikasi dari Ertiga, baru saja diluncurkan Mei 2013 dan penjualan ditargetkan 3.600 unit tahun 2013, atau  sekitar 350 unit per bulan.  

Data Gaikindo menyebutkan, dari total penjualan mobil L-MPV sebanyak 124.610 unit pada Januari-April 2013, Toyota Avanza terjual 68.362 unit, Daihatsu Xenia 24.989 unit,  Suzuki Ertiga melonjak jadi 21.870 unit, Suzuki APV 4.826 unit, Daihatsu Luxio 2.234 unit, dan Nissan Evalia 1.952 unit. Sedangkan penjualan Chevrolet Spin yang mulai dipasarkan April lalu sebanyak 377 unit dan Mitsubishi Maven belum ada penjualan.  

Melihat produknya laris di pasar, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) langsung menaikkan target penjualan L-MPV Ertiga dari sebelumnya 6.000 per bulan menjadi 7.500-8.000 per bulan, atau sekitar 80.000 unit pada 2013. Target sebelumnya hanya 60.000 unit tahun ini. [ID/H-12]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN