G-20 Berkomitmen Kurangi Pengangguran
Rabu, 20 Juni 2012 | 11:46
Presiden Barack Obama berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Hu Jintao saat pertemuan bilateral pada KTT G-20, di Los Cabos, Meksiko, Selasa (19/6) [AP]
[LOS CABOS]
Para pemimpin negara-negara G-20, Selasa (19/6), menegaskan kembali komitmen
untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran. G-20 juga
sepakat mendorong perdagangan internasional dan menghindari kebijakan
proteksionis.
Kelompok 20 juga berjanji
mendukung rencana penyelamatan krisis zona Eropa untuk memperkuat pemulihan
ekonomi negara-negara yang terkena krisis di wilayah itu dan mengatasi
ketegangan pasar keuangan dunia.
“Kami akan bekerja bersama untuk memperkuat pemulihan dan
mengatasi ketegangan pasar keuangan global,” kata para pemimpin G20 dalam
pernyataan bersama, pada puncak acara KTT G-20, di Los Cabos, Meksiko, Selasa.
Para pemimpin menekankan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan
kerja merupakan hal yang mendesak karena gejolak keuangan di zona Eropa telah
merusak kepercayaan investor dan mengakibatkan ketegangan pasar keuangan di
seluruh dunia.
Diakui, peningkatan ekonomi individu dengan menciptakan
lapangan kerja akan memerlukan strategi yang berbeda, tetapi disepakati bahwa
pemerintah harus merangsang aktivitas ekonomi individu tanpa utang yang
berlebihan.
Saat ini, krisis keuangan di
Eropa meningkat, seiring dengan ketidakstabilan dari hasil Pemilihan Umum di
Yunani dan keprihatinan atas krisis keuangan Spanyol dan Italia karena para
investor khawatir tentang keberlanjutan utang publik kedua negara itu.
G20 menilai, ketidakpastian
prospek Euro adalah ancaman terbesar yang dihadapi ekonomi global, ditambah
tingginya harga minyak dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di Cina.
Meski tidak menyebutkan tindakan tertentu mengenai penyelamatan krisis zona
Eropa, namun G-20 memastikan akan mendukung langkah para pemimpin zona euro
untuk "meningkatkan fungsi pasar keuangan."
Dalam konferensi pers, Selasa malam, Presiden Amerika Serikat (AS), Barack
Obama mendorong para pemimpin Eropa memperjelas visi jangka panjang mereka
untuk mata uang euro dan mengatasi kekhawatiran tentang keuangan negara-negara
anggota yang terkena krisis dalam jangka pendek.
”Tidak ada keraguan bahwa semua negara memerlukan strategi pertumbuhan yang
konsisten dengan rencana konsolidasi fiskal. Ini berlaku bagi Eropa, juga AS
dan banyak negara maju lainnya,” kata Obama.
Negara-negara Eropa anggota G-20 berjanji untuk melakukan semua langkah-langkah
kebijakan yang diperlukan demi menjaga integritas dan stabilitas dari serikat
mata uang Euro.
Presiden Dewan Eropa, Herman Van
Rompuy, mengatakan akan mengusulkan serangkaian rencana atau platform untuk memperdalam integrasi
ekonomi di zona euro, pada forum KTT Uni Eropa, pekan depan.
”Rencana tersebut akan menunjukkan ke seluruh dunia dan ke pasar bahwa euro dan
zona euro memiliki integritas yang tidak dapat diubah, baik dalam hal memiliki
satu mata uang dan juga kebijakan umum,” kata Van Rompuy, Selasa.
Selain serikat perbankan, lanjutnya, pemimpin
Uni Eropa sedang mempertimbangkan rencana untuk meningkatkan investasi
infrastruktur dengan meningkatkan Bank Investasi Eropa.
Para pemimpin Uni Eropa juga dilaporkan mempertimbangkan rencana meringankan
biaya pinjaman bermasalah Italia dan Prancis dengan menggunakan dana talangan
untuk membeli utang. Namun ada laporan yang bertentangan mengenai apakah Jerman
akan mendukung rencana tersebut. [BBC/CNN/J-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
