SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 30 Agustus 2014
Pencarian Arsip

PKB Paling Banyak

Formappi Temukan Tiga Parpol Daftarkan Bacaleg Ganda
Minggu, 28 April 2013 | 19:31

Sebastian Salang. [Google] Sebastian Salang. [Google]

[JAKARTA] Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menemukan ada empat partai politik yang mendaftarkan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) di lebih dari satu daerah pemilihan (dapil).

"Ini terjadi karena partai membuka pendaftaran (bacaleg) seperti perusahaan buka lowongan pekerjaan, selain juga karena sistem administrasi partai amburadul," kata Koordinator Formappi, Sebastian Salang di Jakarta, Minggu (28/4).

Dia mengungkapkan, ketiga partai tersebut adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

PKB merupakan partai yang paling banyak ditemukan kegandaan nama bacaleg, yaitu delapan perempuan di 16 dapil, satu perempuan di tiga dapil dan satu pria di dua dapil.

Selain itu, tiga nama yang sama dari PBB ditemukan didaftarkan pada enam dapil, sedangkan dari data bacaleg PKPI terdapat satu nama terdaftar di dua dapil.

Sementara itu, enam orang bacaleg ditemukan mendaftar di lebih dari satu partai.

Mereka adalah Abdul Rahman Sappara (terdaftar di dapil Sulsel I Partai NasDem dan Sulsel I Partai Hanura), Dr. Dra. Nuriyati Samatan Mag (terdaftar di dapil Sulteng Partai Hanura dan Sulteng Partai Gerindra, Tabrani Syabirin, SE, MA (terdaftar di dapil Jawa Barat VII dan Banten II Partai Gerindra), Nurhayati (di dapil Lampung II PKB, Aceh I Partai NasDem, dan Jawa Barat XI PPP), serta Lakchristina M. Rantetana, SKM di dapil Jabar VI Partai Gerindra dan Christina M. Rantetama, SKM, MPH di dapil Jabar VI Partai Hanura.

Hasil kajian tersebut penting untuk diketahui agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat memverifikasi dengan teliti dan mencermati dengan rinci setiap bacaleg yang diajukan parpol.

"KPU harus rinci menyortir satu per satu, sehingga pada saat penetapan DCS (Daftar Calon Sementara) tidak ada lagi nama-nama ganda," kata peneliti Formappi Yurist Oloan.

Seharusnya, yang lebih sigap mengeluarkan data dugaan kegandaan tersebut adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Namun hingga sepekan pascapendaftaran bacaleg, Bawaslu juga tak kunjung melaporkan hasil temuan atau laporan masyarakat tentang ribuan bacaleg anggota DPR RI.

"Harusnya yang memunculkan data ini Bawaslu, sebuah lembaga pengawas yang dibentuk Negara. Tapi Bawaslu terlalu sibuk menggugat KPU ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). Cara kerja Bawaslu semakin tidak jelas," kata Sebastian.

Pada 24 April, atau dua hari setelah penutupan pendaftaran bacaleg, KPU mengumumkan nama-nama yang diajukan oleh 12 parpol peserta Pemilu 2014.

"Penilaian bacaleg ini penting karena menentukan wajah-wajah anggota DPR pada 2014. Jika daftar bacaleg amburadul, maka hasil Pemilu juga akan berantakan," ujarnya. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»