Foke Optimistis Tingkat Kelulusan di DKI Capai 100%
Senin, 16 April 2012 | 11:15
Fauzi Bowo [google] [JAKARTA]
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN)
tingkat SMA sederajat di Jakarta Timur, Senin, (16/4). Siswa-siswi SMA dan SMK
di DKI Jakarta akan menjalani UN sebanyak 119,943 siswa, terdiri dari
54.770 siswa SMA dan 65.164 siswa SMK.
Fauzi
Bowo meninjau pelaksanaan UN hari pertama di tiga sekolah yakni SMK 48, MAN 8
dan SMA 89 Jakarta Timur. Fauzi Bowo, memberikan semangat dan pesan kepada para
siswa peserta UN di SMK 48 Jakarta Timur.
Foke
optimistis tahun ini tingkat kelulusan siswa di Jakarta bisa mencapai 100
persen. Dia melihat selama ini tingkat ketidaklulusan siswa di Jakarta dalam
beberapa tahun terakhir kurang dari satu persen.
Pada 2011
tingkat kelulusan ujian tingkat SMA mencapai 99,5 persen, SMP 99,95 persen, dan
SD 99,98 persen. Foke juga menjamin tak akan ada kebocoran soal ujian tahun
ini. Untuk mencegah kebocoran soal, Pemprov DKI telah meminta bantuan aparat kepolisian
untuk ikut menjaga distribusinya ke masing-masing lokasi pelaksanaan UN.
Gubernur
mengatakan, peningkatan kesejahteraan dan berbagai kemajuan dalam pembangunan
di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir membuat aspirasi dan tuntutan
masyarakat terus berkembang.
“Dengan
angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) jauh di atas rata-rata nasional dan
kondisi perekonomian yang lebih baik, warga Jakarta menuntut layanan yang
semakin berkualitas, termasuk dalam bidang pendidikan. Inilah tantangan berat
pembangunan Jakarta ke depan,” katanya.
Fauzi
Bowo juga optimistis peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di Jakarta
dapat berjalan lancar. Dengan capaian yang sudah ada dan potensi sumber daya
yang besar, melalui berbagai program yang sudah dan akan dilaksanakan termasuk
rencana pelaksanaan Wajib Belajar 12 tahun di Jakarta.
“Saya
telah instruksikan Dinas Pendidikan DKI untuk mempersiapkan pelaksanaan program
wajib belajar ini, mudah-mudahan segera terealisasi,” ucapnya.
Melalui
APBD, tiap tahun Pemprov DKI terus meningkatkan alokasi dana untuk membiayai
peningkatan layanan pendidikan di Jakarta. Pada 2007, alokasi dana pendidikan
baru mencapai 20,2% total APBD, terus meningkat dan sampai 2012 ini sudah
mencapai 28,93%. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program, termasuk
bantuan tunai yang berdampak langsung kepada siswa melalui Bantuan
Operasional Pendidikan (BOP), Bantuan Operasional Buku (BOB) dan bea siswa bagi
mereka yang rawan putus sekolah dari keluarga tidak mampu.
“Untuk tahun ini, tidak kurang dari Rp 1,15 triliun yang disalurkan dana APBD
digunakan untuk membantu siswa melalui BOP dan BOB serta bea siswa untuk 12.737
siswa dari keluarga kurang mampu dan rawan putus sekolah,” kata gubenur.
Namun demikian, gubernur juga mengakui, masih banyak kekurangan yang perlu
dibenahi, termasuk masih adanya keluhan siswa dan orang tua terhadap peraturan
sekolah yang diterapkan bersama Komite Sekolah.
Rata-rata
nilai UN siswa Jakarta terus membaik dan menduduki posisi jauh di atas rata-rata
nasional. Pada tahun 2011 lalu, rata-rata nilai UN siswa SD di DKI mencapai
7,07, siswa SLTP mencapai 6,93, sedangkan siswa SMA dan SMK masing-masing 7,85
dan 8,76. [H-14]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
