SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 21 September 2014
Pencarian Arsip

Foke Optimistis Tingkat Kelulusan di DKI Capai 100%
Senin, 16 April 2012 | 11:15

Fauzi Bowo [google] Fauzi Bowo [google]

[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat di Jakarta Timur, Senin, (16/4). Siswa-siswi SMA dan SMK di DKI Jakarta akan menjalani  UN sebanyak 119,943 siswa, terdiri dari 54.770 siswa SMA dan 65.164 siswa SMK.  

Fauzi Bowo meninjau pelaksanaan UN hari pertama di tiga sekolah yakni SMK 48, MAN 8 dan SMA 89 Jakarta Timur. Fauzi Bowo, memberikan semangat dan pesan kepada para siswa peserta UN di SMK 48 Jakarta Timur.  

Foke optimistis tahun ini tingkat kelulusan siswa di Jakarta bisa mencapai 100 persen. Dia melihat selama ini tingkat ketidaklulusan siswa di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir kurang dari satu persen.  

Pada 2011 tingkat kelulusan ujian tingkat SMA mencapai 99,5 persen, SMP 99,95 persen, dan SD 99,98 persen. Foke juga menjamin tak akan ada kebocoran soal ujian tahun ini. Untuk mencegah kebocoran soal, Pemprov DKI telah meminta bantuan aparat kepolisian untuk ikut menjaga distribusinya ke masing-masing lokasi pelaksanaan UN.  

Gubernur mengatakan, peningkatan kesejahteraan dan berbagai kemajuan dalam pembangunan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir membuat aspirasi dan tuntutan masyarakat terus berkembang.    

“Dengan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) jauh di atas rata-rata nasional dan kondisi perekonomian yang lebih baik, warga Jakarta menuntut layanan yang semakin berkualitas, termasuk dalam bidang pendidikan. Inilah tantangan berat pembangunan Jakarta ke depan,” katanya.  

Fauzi Bowo juga optimistis peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di Jakarta dapat berjalan lancar. Dengan capaian yang sudah ada dan potensi sumber daya yang besar, melalui berbagai program yang sudah dan akan dilaksanakan termasuk rencana pelaksanaan Wajib Belajar 12 tahun di Jakarta.  

“Saya telah instruksikan Dinas Pendidikan DKI untuk mempersiapkan pelaksanaan program wajib belajar ini, mudah-mudahan segera terealisasi,” ucapnya.  

Melalui APBD, tiap tahun Pemprov DKI terus meningkatkan alokasi dana untuk membiayai peningkatan layanan pendidikan di Jakarta. Pada 2007, alokasi dana pendidikan baru mencapai 20,2% total APBD,  terus meningkat dan sampai 2012 ini sudah mencapai 28,93%. Dana tersebut digunakan  untuk berbagai program, termasuk bantuan tunai yang berdampak  langsung kepada siswa melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Bantuan Operasional Buku (BOB) dan bea siswa bagi mereka yang rawan putus sekolah dari keluarga tidak mampu.

“Untuk tahun ini, tidak kurang dari Rp 1,15 triliun yang disalurkan dana APBD digunakan untuk membantu siswa melalui BOP dan BOB serta bea siswa untuk 12.737 siswa dari keluarga kurang mampu dan rawan putus sekolah,” kata gubenur.

Namun demikian, gubernur juga mengakui, masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, termasuk masih adanya keluhan siswa dan orang tua terhadap peraturan sekolah yang diterapkan bersama Komite Sekolah.   Rata-rata nilai UN siswa Jakarta terus membaik dan menduduki posisi jauh di atas rata-rata nasional. Pada tahun 2011 lalu, rata-rata nilai UN siswa SD di DKI mencapai 7,07, siswa SLTP mencapai 6,93, sedangkan siswa SMA dan SMK masing-masing 7,85 dan 8,76. [H-14]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»