Final Copa Italia Tertutup Ingar Bingar Liga Champions
Sabtu, 28 Mei 2011 | 8:36
Pelatih Inter Milan, Leonardo [yahoo] [ROMA] Pamor final Copa Piala Italia antara juara bertahan Inter Milan melawan Palermo pada Minggu (29/5) besok tertutup oleh ingar bingar final Liga Champions antara Manchester United (MU) dan Barcelona di Stadion Wembley, London pada Sabtu (28/5) atau Minggu (29/5) dinihari WIB.
Meski demikian, presiden masing-masing klub menegaskan bahwa tidak ada satu orang pun yang melupakan laga tersebut. Keduanya menaruh perhatian pada laga ini karena itulah satu-satunya harapan gelar juara yang diraih kedua klub tersebut musim ini.
Pamor Piala Italia semakin meningkat setelah cukup lama tenggelam dan dianggap sebagai laga yang kurang prestisius. Karena itu masing-masing tim kini menurunkan skuad terbaiknya seiring dengan makin prestisiusnya kompetisi tersebut.
Inter Milan sudah memenangi kompetisi ini tiga kali dalam enam tahun terakhir dan ini adalah final mereka yang keenam dalam tujuh tahun terkahir. Lebih penting lagi, musim lalu, Inter Milan meraih tiga gelar atau treble (Seri A, Piala Italia, dan Liga Champions) ketika klub itu masih diasuh pelatih asal Portugal, Jose Mourinho. Karena itu, Moratti berkepentingan untuk memenangkan laga final ini sebagai hadiah pelipur lara mereka musim ini.
Inter gagal di Seri A setelah rival sekotanya AC Milan mampu mengatasi dominasi Inter Milan pada beberapa tahun terakhir dengan merebut gelar juara Seri A musim ini. Inter juga tersisih dari Liga Champions pada babak perempat final oleh klub Jerman Schalke 04.
Moratti juga percaya bahwa menjuarai Copa Italia akan menjadi sangat penting bagi Leonardo, pelatih Inter asal Brasil. “Piala (Italia) akan menjadi sangat penting baginya (Leonardo), sebuah penghargaan atas kemampuannya mempelajari atmosfer tim yang begitu cepat karena selalu tidak mudah di Inter dibandingkan di tempat lain,” kata Moratti.
“Dia datang ketika Inter dalam situasi yang sulit dan dia sudah melakukan yang terbaik. Dia menginginkan ini, setiap orang juga begitu tetapi ini akan menjadi sebuah pertandingan yang sulit karena Palermo juga mengharapkannya 10 kali lipat,” imbuhnya.
Sementara bagi Palermo, ini adalah final ketiga mereka dan tentu saja kalau Palermo berhasil meraihnya akan sangat membanggakan Presiden Zamparini. Karena dialah presiden pertama Palermo yang akan mengangkat trofi.
“Sungguh kepuasan yang luar biasa bisa sampai final. Kalaupun kami kalah, rasanya kami meraih kemenangan. Sebaliknya kalau kami bisa mengalahkan Inter, rasanya kami seperti menjuarai liga,” ujarnya. [AFP/A-21]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
