SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 2 September 2014
Pencarian Arsip

Film ‘Sang Kiai’, Mengenal Perjuangan Hasyim Asy’ari di Layar Lebar
Rabu, 1 Mei 2013 | 10:05

Salah satu adegan film Sang Kiai [istimewa] Salah satu adegan film Sang Kiai [istimewa]

  [JAKARTA] Satu lagi film bertemakan sejarah yang mengangkat kisah perjuangan ulama kharismatik pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.      

Ia merupakan tokoh kunci yang menggerakan santri-santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Film kolosal hasil rumah produksi Rapi Films ini dilatarbelakangi sebuah harapan untuk mengangkat peran kaum agamis dalam sejarah Indonesia.      

Film karya dari sutradara Rako Prijanto ini mengangkat peran dan perjuangan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di era 1942 sampai 1947 lewat ‘Resolusi Jihad’ yang sebenarnya serta perjuangan orang-orang di sekitar. Ia menjadi tokoh sentral perjuangan pada saat itu yang sangat menentukan arah dan pengerahan massa santri dalam melawan sekutu.      

K.H. Wahid Hasyim, putra Sang Kiai, bersama-sama dengan para santri, yang dikomandoi oleh Harun berusaha mencari jalan keluar dengan caranya masing-masing untuk membebaskan Sang Kiai dari tangkapan serdadu Jepang.      

Cara diplomasi yang dijalankan putra Sang Kiai ternyata sangat berbeda dengan Harun yang lebih memilih cara emosional anak muda yang berapi-api. Tekad yang kuat membela agama dan bangsa yang dicabik-cabik penjajah mendorong Harun bersama dua sahabatnya, Hamzah dan Abdi berjuang sampai ke Surabaya.      

“Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia peranan kaum agamis kurang terangkat, sementara kaum ini memiliki andil yang sangat besar. Bahkan dasar negara Pancasila dalam sila pertama menyebutkan Ketuhanan yang Maha Esa yang berarti bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat agamis,” kata sang sutradara sekaligus penggagas film Sang Kiai, Rako, di Jakarta, baru-baru ini.      

Ia merasa perlu menyampaikan kisah jihad yang sesungguhnya, agar masyarakat tidak salah kaprah dan salah jalan. Dengan demikian ada sosok yang dapat menjadi panutan agar lebih muda dipahami ajaran-ajarannya.      

Senada dengan itu, produser film Gope T. Samtani menjelaskan cerita tokoh kepahlawanan dari sejarah jarang ditampilkan, sehingga nyaris kalah dengan cerita kepahlawanan fiksi dari luar negeri. Hal inilah yang menarik perhatiannya untuk mengangkat cerita seorang pahlawan nasional.      

Sederet Bintang  
Film sang Kiai menampilkan sederetan aktor dan aktris papan atas dengan kemampuan akting yang tidak diragukan lagi seperti Ikranagara, Christine Hakim, Agus Kuncoro, Adipati Dolken, Dimas Aditya, serta pendatang baru Meriza Febriani. Rencananya film ini mulai tayang pada 30 Mei 2013 mendatang.      

“Tidak ada kandidat lain kecuali Ikranagara untuk memerankan karakter K.H. Hasyim Asy’ari. Karena disamping secara usia mendekati real karakternya, keadaan fisik dan wajah yang bisa didekatkan ke karakter juga kemampuan aktingnya. Kendala terberat karena ini film sejarah yang tokoh karakternya pernah hidup maka kita harus mencari semirip mungkin tapi juga harus professional,” ungkap Rako.      

Film ini cukup panjang memakan waktu dalam menyelesaikan film. Syuting kurang lebih 60 hari dan 2,5 tahun untuk pra-production serta 6 bulan masa post production. Persiapan 2,5 tahun ini dikarenakan pesiapannya dalam mencari bahan informasi, pencarian lokasi, pemain yang sesuai dengan karakter. Syuting film berlatar belakang tahun 1940-an ini mengambil lokasi di Kediri, Gondang, Magelang, Ambarawa dan Semarang.      

Film ini menjadi lebih istimewa dengan hadirnya suara grup band papan atas, Ungu, yang akan mengisi soundtrack-nya. Khusus untuk film ini, Ungu menciptakan dua judul lagu berjudul “Bila Tiba” dan “Bunga”.      

Hadirnya film “Sang Kiai” ini diharapkan tak hanya sekadar menghibur dan mendidik saja, namun juga bagi generasi muda khususnya dapat mengenal siapa K.H. Hasyim Asy’ari dan memahami bagaimana pemikiran dan perjuangan beliau untuk agama dan bangsa Indonesia. [H-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»