SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 19 September 2014
Pencarian Arsip

Film Cinta Suci Zahrana, Menyerahkan Jodoh di Tangan Tuhan
Kamis, 9 Agustus 2012 | 15:16

Adegan film Cinta Suci Zahrana Adegan film Cinta Suci Zahrana

Sebelum meninggal Misbach Yusa Biran masih sempat menggubah novel Habiburahma El Shirazy menjadi skenario. Inilah karya terakhir pendiri Sinematek Indoensia yang dikemas oleh koleganya Chaerul Umam, Cinta Suci Zahrana.  

Chaerul Umam, Habiburahman El Shirazy dan rumah produksi Sinemart kembali bekerja sama menggarap drama romantis berseting religi. Kali ini kisah novel yang diangkat adalah Cinta Suci Zahrana. Sebelumnya mereka pernah bekerja sama dalam produksi Ketika Cinta Bertasbih I-II.  

Seperti Ketika Cinta Bertasbih, novel Cinta Suci Zahrana juga menjadi salah satu karya El Shirazy yang laku keras, sehingga memudahkan pemasaran film ini. Hanya saja Chaerul Umam, El Shirazy, dan Sinemart coba memberikan sesuatu yang berbeda.

Cinta Suci Zahrana
mengisahkan seorang dosen perempuan berprestasi, bernama Dewi Zahrana. Ia biasa dipanggil Zahrana atau Rana. Rana adalah dosen arsirektur di Universitas Mangunkarsa, Semarang, Jawa Tengah. Semua jerih payah dan prestasi Zahrana tidak sedikitpun membuat kedua orang tuanya bangga, terutama ayahnya. Ayah Zahrana, Pak Munajat, tidak membutuhkan deretan piagam penghargaan internasional dari anak semata wayangnya itu.

Keinginan terbesarnya adalah melihat Zahrana bersanding di pelaminan dan ia dapat menimang cucu. Zahrana menghadapi masalah pelik, ketika seorang lelaki setengah baya bernama H. Sukarman, M.Sc, dekan tempatnya mengajar datang untuk menyuntingnya. Pak Karman berstatus duda, tapi ia terkenal genit dan suka main perempuan.

Ternyata tak mudah bagi Zahrana menolaknya lamaran itu, meski dengan segala alasan keburukan yang dimiliki Pak Karman. Terlebih lagi ketika kedua orangtua Zahrana dijanjikan akan dinaikkan haji oleh Pak Karman bila pernikahan itu dilangsungkan.

Tetapi Zahrana bersikap tegas. Ia tak peduli disebut perawan tua. Cacat moral Pak Karman membuatnya menolak lamaran atasannya itu. Tapi penolakan itu berbuntut panjang. Zaharana yang memutuskan keluar dari tempatnya bekerja membuat Pak Munajat sakit parah. Sampai suatu hari, Lina, teman Zahrana, mengajaknya meminta bantuan pada Kyai Amir Shadiq.

Oleh Sang Kyai, Zahrana dijodohkan dengan pemuda penjual kerupuk yang shaleh bernama Rahmad. Zahrana menerima Rahmad walaupun latar belakang pendidikannya jauh lebih rendah dari Zahrana. Tetapi saat akad nikah sudah di depan mata, Rahmad meninggal secara tragis.

 Jika melihat nama-nama yang terlibat di dalam produksi film ini, tak berbeda jauh dengan Ketika Cinta Bertasbih. Selain sutradara dan ide cerita, jajaran pemainnya juga tak berbeda. Nama-nama seperti Kholidi Asadil Alam dan Meyda Shafira ikut bermain dalam film ini. Sedangkan beberapa nama baru yang terlibat adalah Miller Khan, Citra Kirana, dan Amaroso Katamsi.

Namun yang membuat kisah ini menyimpan penasaran adalah  skenarionya yang ditulis Misbach Yusa Biran. Seperti diketahui, selain sebagai pendiri Sinematek Indonesia, almarhum Misbach Yusa Biran juga dikenal sebagai sutradara dan penulis skenario. Tentu saja kematangannya memberikan sentuhan berbeda dalam kisah ini. [K-11]  

Film                 : Cinta Suci Zahrana

Sutradara         : Chaerul Umam

Pemain            : Citra Kirana, Nena Rosier, dan Amaroso Katamsi

Skenario          : Misbach Yusa Biran

Genre              : Drama

Produksi          : Sinemart Pictures  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»