SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 26 Juli 2014
Pencarian Arsip

Esthon-Paul Daftarkan Gugatan Pilgub NTT Ke MK
Rabu, 5 Juni 2013 | 18:29

pasangan Esthon - Paul [yos kelen]
 
	
	
 pasangan Esthon - Paul [yos kelen]

[KUPANG] Pasangan Calon Gubernur dengan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diusung Partai Gerindra, Esthon Foenay-Paul Tallo, mendaftarkan gugatan proses dan hasil pilgub setempat putaran kedua ke Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (5/6).

"Kami mendaftar sekitar pukul 11.05 WIB dengan sejumlah bukti," kata Kuasa Hukum Pasangan Calon Gubernur dengan Wakil Gubernur NTT Esthon-Paul, Ali Antonius, yang dihubungi dari Kupang, Rabu.

Gugatan itu dilayangkan pasangan Esthon-Paul, setelah menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses dan hasil Pemilihan Gubernur NTT putaran kedua pada 23 Mei 2013.

Pendaftaran gugatan itu, menurut dia, disertai 21 bukti terkait kecurangan Pilgub NTT, seperti dugaan praktik politik uang di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang diduga dilakukan istri Gubernur NTT, Lusia Adinda Lebu Raya.

Bukti lain yang diserahkan ke MK, katanya, yakni bukti C1-KWK dari 12 tempat pemungutan suara (TPS) di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, rekaman mobilisasi kepala desa dan pengaturan saksi-saksi serta KPPS di Kabupaten Sumba Barat Daya.

"Perbedaan tanda tangan C1-KWK yang ditemukan di sejumlah TPS, karena ada C1-KWK yang bukan ditandatangani oleh saksi Esthon-Paul," katanya.

KPU NTT telah menetapkan pasangan Frans Lebu Raya-Beny Litelnony, yang diusung PDI Perjuangan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, dengan perolehan suara pada pilgub putaran kedua mencapai 1.067.054 suara atau 51,25 persen.

Pasangan Esthon Foenay-Paul Tallo yang diusung Gerindra meraih 1.014.888 suara atau 48,75 persen, dengan selisih 52.166 suara atau 2,51 persen, dari total suara sah Pilgub NTT putaran kedua mencapai 2.081.942 suara dan total warga tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) 3.027.094 suara.

Ketua Tim Pemenangan Frans Lebu Raya-Beny Litelnony, Kristo Blasin, pada kesempatan terpisah mengaku istri Gubernur Nusa Tenggara Timur Lusia Adinda Lebu Raya siap bersaksi di MK, jika kasus dugaan praktik politik uang di Desa Tubuhue, Kabupaten Timor Tengah Selatan itu, juga dibawa ke MK.

"Ibu Lusia sendiri yang akan bersaksi di MK. Jika kasus dugaan politik uang juga dilaporkan," katanya.

Lusia Adinda Lebu Raya diduga melakukan praktik politik uang pada H-1 pencoblosan Pilgub NTT putaran kedua pada 23 Mei 2013, atau pada saat masa tenang.

Dugaan itu ditemukan Panwaslu Timor Tengah Selatan. Kasus itu telah dilaporkan ke kepolisian resort setempat.

Menurut dia, tim hukum paket "Frenly" juga sementara waktu mengumpulkan bukti-bukti dan menyiapkan saksi terkait dugaan praktik politik uang tersebut.

PDI Perjuangan, kata Kristo yang juga Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur itu, sudah siap memberikan dukungan kepada KPU NTT dalam menghadapi gugatan pasangan Esthon-Paul di MK.

"Kami siap mendukung KPU atas gugatan Esthon-Paul," katanya. [Ant/L-8]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»