Eskalasi Intimidasi Ibadah Jemaat GKI Yasmin Semakin Meningkat
Senin, 16 Januari 2012 | 11:13
Eva Kusuma Sundari [BOGOR] Pembiaran penyelesaian kasus Gereja Kristen
Indonesia (GKI) Bakal Pos Taman Yasmin, Bogor yang dilakukan pemerintahan
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakibatkan eskalasi intimidasi ibadah jemaat semakin
lama kian meningkat. Setelah sebelumnya tidak boleh mendekati lokasi gereja,
kini sekelompok organisasi massa (Ormas) dari Gerakan Reformasi Islam (Garis)
dan Forum Komunikasi Muslim Indonesia (Forkami) malah menyerbu rumah jemaat
yang digunakan sebagai lokasi pengganti tempat ibadah pada Minggu (15/1) pagi.
Jemaat GKI Yasmin lagi-lagi tidak bisa mendekati gereja
dan bahkan kembali diintimidasi dan diusir oleh puluhan anggota Ormas walaupun
dalam ibadah sudah didampingi dua anggota DPR RI, Eva Sundari dan Lily Wahid.
Seperti Minggu sebelumnya, jemaat pun terpaksa kembali mengalihkan pelaksanaan
ibadah ke salah satu rumah jemaat.
Upaya jemaat yang mencoba mengalah ternyata tidak membuat
puluhan anggota Ormas berhenti. Karena tahu ibadah dipindahkan, tanpa alasan
yang jelas, massa yang mengenakan berbagai macam atribut ini malah kembali
mengejar hingga sampai ke rumah jemaat. Akibatnya, ibadah pun berlangsung
dengan suasana mencekam karena puluhan massa terus meneriakkan kata-kata kotor
dan menyudutkan.
Tidak hanya kepada jemaat GKI Yasmin, kata-kata kasar juga
dilontarkan terhadap Eva. Salah satu teriakan anggota Ormas yang terdengar
jelas dan bahkan sempat terekam video dari tim media dan pengembangan jaringan
GKI Yasmin.
“Ada orang DPR namanya Eva Sundari masih berkeliaran di
Yasmin. Untuk itu, kita mohon Eva Sundari nongol, berani menampakkan diri,
jangan seperti dedemit. Eva Sundari
keluar, Eva Sundari kalau berani keluar,” kata salah satu anggota Ormas berulang-ulang
dengan menggunakan pengeras suara.
Kalimat yang dilontarkan ini kemudian disambut dengan
teriakan “Usir, usir," oleh anggota Ormas lainnya.
Anggota DPR Komisi III itu, kepada SP, mengatakan,
eskalasi intimidasi dan pengusiran jemaat GKI Yasmin terus meningkat lantaran
ada pembiaran pemerintah pusat atas apa yang sudah dilakukan Wali Kota Bogor
Diani Budiarto. Di sisi lain, Wali Kota Bogor sendiri tidak ada niat baik untuk
menyelesaikan masalah perizinan.
“Makian yang
dilontarkan anggota Ormas jelas ada upaya penyesatan pikiran dan pemutarbalikan
fakta. Saya datang sendiri dan tanpa pengawalan, mengapa ditanyakan jangan
bersembunyi. Pembiaran yang dilakukan pemerintah terhadap Wali Kota Bogor
menyebabkan eskalasi intimidasi kian meningkat,” kata Eva menyesalkan, Minggu
(15/1).
Menurutnya, setelah tidak ada fakta dan alasan lain
yang mendukung upaya penyegelan gereja, Wali Kota Bogor terus bersikukuh
lantaran terlanjur malu dan tidak berbesar hati menerima kenyataan sah-nya
pendirian Gereja. Padahal di sisi lain, Presiden SBY sendiri sudah mulai gerah
melihat persoalan GKI Yasmin yang tidak kunjung selesai. [Y-7]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Ada Oknum Komisi I DPR RI Yang Nikmati Uang Sukhoi Yang Jatuh di Gunung Salak
Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Ditemukan dalam Kondisi Baik
Fahri: KPK Gagal Berantas Korupsi Sistemik
Invitasi Bolabasket Alumni SMA se-Jakarta
Biayanya Mahal, Jokowi Tak Akan Pasang Iklan
Pastikan Semua Jenazah Terevakuasi, Tim SAR Sapu Lokasi Jatuhnya Sukhoi
KPK Perpanjang Masa Tahanan Angie
Jokowi Terima Penghargaan TPID Terbaik
Kader Demokrat Masih Juga Menganggap Ani Yudhoyono Layak Jadi Capres
Ketua Umum PGI: Sosialisasikan 4 Pilar Bangsa ke Para Pemimpin Bangsa
