Ekuador Didukung Sekutunya Dalam Perselisihan dengan Inggris
Senin, 20 Agustus 2012 | 6:49
Julian Assange dua bulan lalu meminta perlindungan kedubes Ekuador di London. [Reuters] [LONDON] Ekuador menerima banyak dukungan dari para sekutunya
terkait sengketa diplomatik dengan Inggris, sejak pendiri Wikileaks Julian
Assange berlindung di kedutaan besar Ekuador di London.
Perselisihan diplomatik semakin runcing setelah Ekuador memberikan suaka
politik untuk Julian Assange. Inggris membalas dengan tak menjanjikan
keselamatan saat Assange akan meninggalkan negeri itu.
Namun, Ekuador kemudian meminta dukungan negara-negara yang tergabung dalam
Aliansi Bolivarian untuk Rakyat Amerika (ALBA) pimpinan Venezuela.
Negara-negara anggota organisasi ini kemudian mengirimkan para menteri luar
negerinya ke ibukota Quito untuk menyatakan dukungan diplomatik penuh untuk
negara itu.
"Kami memperingatkan pemerintah Inggris yang akan menghadapi
konsekuensi buruk jika merusak integritas teritorial Keduaan Besar Republik
Ekuador di London," demikian isi pernyataan resmi ALBA yang dibacakan
Menteri Luar Negeri Ekuador Nicolas Maduro.
Organisasi regional yang juga terdiri atas Bolivia, Kuba, Nikaragua dan
sejumlah negara kecil Karibia itu mendukung kedaulatan Ekuador dalam memberikan
suaka politik untuk Assange.
ALBA juga meminta dunia internasional mengutuk niat Inggris untuk
menggunakan kekuatan demi menangkap Julian Assange.
Keinginan ini menangkap Assange secara paksa ini langsung disambut
pernyataan keras dari Presiden Ekuador Rafael Correa.
"Selama saya menjadi presiden, Ekuador tak akan pernah menerima ancaman
yang sangat vulgar, tak terbayangkan dan tak dapat ditoleransi seperti
ini," ujar Correa.
"Kami tak akan menyerahkan kedaulatan kami. Kami menghormati semua orang
dan kami selalu mengedepankan dialog, namun keputusan akhir tetap di tangan
kami," tambah dia.
Sementara itu, Julian Assange dikabarkan siap memberi pernyatan publik untuk
pertama kalinya sejak dirinya mendapatkan suaka politik dari Ekuador.
Situs Wikileaks menulis sang pendiri akan memberikan pernyataan di luar
Kedutaan Besar Ekuador yang selama ini menjadi tempatnya berlindung.
Tetapi sejauh ini belum diketahui bagaimana pernyataan itu akan diberikan.
Apalagi pemerintah Inggris mengancam akan menangkap Assange begitu meninggalkan
kedutaan besar.
Julian Assange, 41, pendiri situs wikileaks yang banyak membuat pemerintah
di berbagai negara geram karena situs itu kerap membocorkan kawat-kawat
diplomatik.
Assange masuk ke kedutaan besar Ekuador sekitar dua bulan lalu setelah
Mahkamah Agung Inggris menolak permohonannya untuk membuka kembali
permohonannya melawan ekstradisi ke Swedia.
Di negeri Skandinavia itu, Assange dituduk melakukan pemerkosaan. Namun,
Assange khawatir Swedia akan menyerahkannya ke Amerika Serikat jika dia
diekstradisi.
Sejumlah sumber yang dekat dengan Assange kepada The Sunday Times mengatakan
Assange sebenarnya siap meninggalkan kedutaan besar jika Swedia berjanji tak
akan mengekstradisinya ke Amerika Serikat. [BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Jhonny Allen Jadi Tersangka Penggelapan Tanah?
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Demokrat: Silakan Saja PKS Keluar Dari Koalisi
