SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 1 September 2014
Pencarian Arsip

Persiapan Sail Komodo Terganggu

Memalukan, Adhi Karya dan Hutama Karya Rebutan Proyek di Flores
Senin, 29 Juli 2013 | 10:41

Bupati Manbar, Agustinus Ch. Dula. Bupati Manbar, Agustinus Ch. Dula.

[KUPANG]  Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melihat fenomena yang kurang baik yang dilakukan oleh dua perusahaan milik negara yakni PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya.

Keduanya bukan menunjukkan sinergisitas dalam bekerja, tetapi merebutkan proyek pembangunan gedung Bandar Udara Komodo, yang rencananya akan digunakan pada tanggal 14 September 2013, dalam rangka meriahkan pariwisata Sail Komodo bertaraf internasional itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Manggarai Barat (Manbar) Agustinus Ch. Dula, kepada SP di Kupang, Senin, (29/7).  

Bupati Manbar, Agustinus Ch Dula, mengatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seharusnya memberi contoh kepada perusahaan swasta lainnya. Bukan membuat masalah untuk pelaksanaan pekerjaan itu.  

“Saat ini pekerjaan yang dikerjakan oleh perusahaan swasta malah hampir rampung. Sedangkan perusahaan BUMN semakin amburadul,  karena merebut pekerjaan itu. PT Hutama Karya, seharusnya legowo. Buat apa diributkan, masih banyak pekerjaan lainnya. BUMN harus memberi contoh kepada perusahaan swasta di NTT, bukan menghambat kegiatan Sail Komodo,” kata  Agustinus Ch Dula.    

“Saya berharap pekerjaan pembangunan gedung bandara Komodo dengan anggaran sebesar Rp 90 miliar itu selesai tepat waktu, sehingga dapat digunakan pada saat kunjungan Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono di Labuan Bajo nanti. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersatu padu mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan Sail Komodo 2013. Sebab, Sail Komodo merupakan program pemerintah pusat yang sangat strategis untuk mengakselerasi pembangunan di daerah NTT, khusus Kabupaten Manggarai Barat," kata Agustinus Dula.  

Sail Komodo 2013, kata dia, berdampak sangat positif bagi kemajuan pembangunan di wilayah ini. Sail Komodo adalah program pemerintah pusat yang bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah ini.    

Bupati Agustinus Ch Dula,  berharap, ajang Sail Komodo 2013 merupakan sebuah program kolaborasi oleh berbagai kementerian dengan tujuan utama yakni untuk percepatan pembangunan di wilayah NTT, sehingga membangun berbagai infrastruktur seperti perpanjangan landasan pacu bandara Komodo, pembangunan terminal  satu paket bandara udara, pemotongan bukit, pembangunan jalan raya lintas Binongko dan berbagai proyek pembangunan  lainnya dapat berjalan dengan baik sehingga dapat digunakan pada saat acara puncak, sesuai dengan rencana.  

Selain itu, Pemerintah Pusat juga membantu mendatangkan sedikitnya 10 bus non-AC dan 5 bus penumpang ber AC untuk melayani masyarakat Manbar. ”Kita juga telah mengusulkan beberapa fasilitas lain kapal feri penyeberangan dan  program untuk revitalisasi perkampungan, perbaikan rumah penduduk yang tidak layak huni di Labuan Bajo dan di pulau Komodo, kata Bupati Agustinus Ch Dula.  

Sementara terkait anggaran biaya, kata Agustinus Ch Dula, bersumber dari APBN dari pemerintah pusat yang dialokasikan untuk berbagai kegiatan pembangunan baik untuk Kabupaten Manggarai Barat maupun   kabupaten lainnya  di NTT.  

Wabub  mengatakan di samping berbagai proyek kegiatan tersebut, menurut rencana, acara launching Sail Komodo 2013 akan diadakan pada tanggal 1 April 2013 mendatang.

“Sebelum acara puncak sail yang digelar tanggal 14 September 2013, panitia akan menggelar sejumlah kegiatan seperti seminar nasional dibidang riset dan teknologi, bahari dan seminar dari berbagai kementerian lainnya. Semua agenda kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dalam rangka menyongsong puncak kegiatan akbar di daerah ini,” ujar Wabub.  

Agustinus Ch Dula, yang hendak berangkat ke Jakarta itu, menjelaskan, momentum Sail Komodo itu sangat penting dan strategis karena berdampak pada keberlanjutan pembangunan di wilayah itu.

Seperti Pembangunan panggung utama akan dibangun secara permanen sehingga setelah pelaksanaan sail komodo semua fasilitas tersebut tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk aktivitas lain seperti tambatan perahu atau kegiatan kemasyarakatan lainnya yang berjangka panjang.  

Sementara itu soal kepanitiaan, dijelaskan bahwa kepanitiaan sail terdiri dari panitia nasional, lokal atau tingkat kabupaten dan tingkat provinsi. Panitia yang dibentuk merupakan penjabaran dari kepanitianan nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 8 Tahun 2013.

Kerja panitia lokal sebut dia, cukup berat karena seluruh agenda sail komodo akan diatur dan menjadi tanggung jawab panitia lokal. “Apalagi Manggarai Barat merupakan tuan rumah dari puncak sail komodo itu sehingga butuh persiapan yang matang,” jelas Dula.  

Untuk terkait anggaran kegiatan itu, Pemerintah Daerah Manbar belum mengetahui secara pasti berapa dana yang dialokasikan untuk mensukseskan kegiatan sail komodo serta pembangunan semua infrastruktur itu. 

Namun, besaran anggaran sudah dapat dihitung dari akumulasi beberapa proyek kegiatan yang sudah dan sedang berjalan. Meskipun masih banyak hambatan dan persoalan yang dihadapi oleh pemerintah daerah namun ia optimistis, pelaksanaan Sail Komodo 2013 akan berjalan sukses dan lancar tepat waktu. [Yos].




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»