SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Mei 2013
Pencarian Arsip

Diserang SMS Gelap Mengandung SARA, Jokowi Tak Pedulikan
Kamis, 19 Juli 2012 | 14:25

Jokowi [google] Jokowi [google]

[JAKARTA] Sekretaris tim kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja, M Sanusi mengatakan kandidatnya tidak peduli dengan beredarnya pesan singkat atau SMS gelap memasuki pilkada putaran kedua.

"Saya sudah sampaikan kepada Mas Jokowi mengenai maraknya SMS gelap yang mengandung SARA. Tapi Mas Jokowi mengatakan biarkan saja," ujar M Sanusi di Jakarta, Kamis.

Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Jakarta itu menambahkan pesan singkat gelap yang memojokkan kandidatnya beserta kampanye hitam, justru akan menjadi bumerang bagi kandidat yang melakukan hal itu.

"Dengan banyaknya kampanye hitam itu, justru akan menurunkan citra dari orang yang melakukan itu," ujarnya.

SMS gelap memang beredar, termasuk yang sampai di redaksi SP. Isinya mengenai kubu Jokowi-Ahok yang disebut-sebut akan didanai yayasan sebuah agama yang ada di luar negeri yang bermaksud memberikan donasi jutaan dolar, asalkan jika menang menjadi gubernur DKI akan mendirikan rumah-rumah ibadah dari agama tertentu. Disinggung mengenai strategi untuk memasuki putaran kedua ini, Sanusi mengatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi partai pendukung yakni PDI Perjuangan dan Gerindra, kemudian konsolidasi partai dengan sayapnya dan tim kampanye mengakomodasi seluruh relawan yang ada dan juga relawan yang baru.

"Jokowi dan Ahok itu nantinya hanya jalan-jalan saja nantinya," tambah dia.

Dia mengaku strategi pada putaran kedua itu tak berbeda dengan strategi putaran pertama.

Pada putaran pertama, Sanusi mengaku banyak orang datang ke markas tim sukses untuk bertemu dengan Jokowi dan Ahok.

"Mereka ingin tahu seperti apa sebenarnya Jokowi dan Ahok itu," kata Sanusi.

Sedangkan untuk persoalan koalisi, Sanusi mengatakan pihaknya sepakat komunikasi dijalankan oleh kandidat sedangkan yang menentukan nantinya adalah parpol.

"Setelah rapat rekapitulasi penghitungan suara ini baru akan dilakukan koalisi. Sekali lagi kami tekankan, kami tidak akan mencederai kepercayaan masyarakat kepada Mas Jokowi dan Ahok dengan menjadikan mereka sebagai sapi perah. Kami setuju akan berkoalisi sepanjang tujuannya untuk membuat Jakarta itu lebih baik lagi," ujar dia mengakhiri. [Ant/L-9]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN