Diserang SMS Gelap Mengandung SARA, Jokowi Tak Pedulikan
Kamis, 19 Juli 2012 | 14:25
Jokowi [google] [JAKARTA] Sekretaris tim kampanye
pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki
Tjahaja, M Sanusi mengatakan kandidatnya tidak peduli dengan beredarnya pesan
singkat atau SMS gelap memasuki pilkada putaran kedua.
"Saya sudah sampaikan kepada Mas Jokowi mengenai maraknya SMS gelap yang
mengandung SARA. Tapi Mas Jokowi mengatakan biarkan saja," ujar M Sanusi
di Jakarta, Kamis.
Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Jakarta itu menambahkan pesan singkat gelap yang
memojokkan kandidatnya beserta kampanye hitam, justru akan menjadi bumerang
bagi kandidat yang melakukan hal itu.
"Dengan banyaknya kampanye hitam itu, justru akan menurunkan citra dari
orang yang melakukan itu," ujarnya.
SMS gelap memang beredar, termasuk yang sampai di redaksi SP. Isinya mengenai
kubu Jokowi-Ahok yang disebut-sebut akan didanai yayasan sebuah agama yang ada
di luar negeri yang bermaksud memberikan donasi jutaan dolar, asalkan jika menang
menjadi gubernur DKI akan mendirikan rumah-rumah ibadah dari agama tertentu.
Disinggung mengenai strategi untuk
memasuki putaran kedua ini, Sanusi mengatakan pihaknya akan melakukan
konsolidasi partai pendukung yakni PDI Perjuangan dan Gerindra, kemudian
konsolidasi partai dengan sayapnya dan tim kampanye mengakomodasi seluruh
relawan yang ada dan juga relawan yang baru.
"Jokowi dan Ahok itu nantinya hanya jalan-jalan saja nantinya,"
tambah dia.
Dia mengaku strategi pada putaran kedua itu tak berbeda dengan strategi putaran
pertama.
Pada putaran pertama, Sanusi mengaku banyak orang datang ke markas tim sukses
untuk bertemu dengan Jokowi dan Ahok.
"Mereka ingin tahu seperti apa sebenarnya Jokowi dan Ahok itu," kata
Sanusi.
Sedangkan untuk persoalan koalisi, Sanusi mengatakan pihaknya sepakat
komunikasi dijalankan oleh kandidat sedangkan yang menentukan nantinya adalah
parpol.
"Setelah rapat rekapitulasi penghitungan suara ini baru akan dilakukan
koalisi. Sekali lagi kami tekankan, kami tidak akan mencederai kepercayaan
masyarakat kepada Mas Jokowi dan Ahok dengan menjadikan mereka sebagai sapi
perah. Kami setuju akan berkoalisi sepanjang tujuannya untuk membuat Jakarta
itu lebih baik lagi," ujar dia mengakhiri. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
