SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip

Direktorat Narkoba Ungkap Dua Pabrik Ektasi Rumahan
Rabu, 19 Juni 2013 | 15:22

Sebuah rumah yang dijadikan pabrik ekstasi digerebek aparat kepolisian. (Foto/Ilustrasi Google) Sebuah rumah yang dijadikan pabrik ekstasi digerebek aparat kepolisian. (Foto/Ilustrasi Google)

[JAKARTA] Direktorat Narkoba Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap dua pabrik ekstasi rumahan yang beroperasi di dalam sebuah unit apartemen di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam pengungkapan kasus ini, Direktorat Narkoba menangkap dua orang tersangka, yakni Darwin muchsim alias Ajun dan Ong Tjai Then alias Ateng alias Edward.  

Dari tangan para tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti 139 Ketamin, 32 Epedrine 1.000 butir dan alat pencetaknya.

"Selain itu kami menyita dua mesin cetak ektasi otomatis, ektasi yang sudah dicetak, dan bahan-bahan yang akan dicetak untuk menjadi ektasi," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Arman Depari, dalam konferensi pers di kantornya, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (19/6).

Arman menuturkan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi adanya pererdaran narkotika golongan I jenis ektasi oleh seorang bernama Bewok. Saat aparat akan menangkap, Bewok berhasil melarikan diri dan membuang 180 butir ektasi.

"Selanjutnya, dilakukan pencarian terhadap Bewok, dalam proses pencarian tersebut didapat informasi, narkotika jenis ektasi tersebut berasal dari home industri yang dijalankan oleh Darwin Muchsim alias Ajun yang bertempat tinggal di Apartemen Laguna Blok B 10 nomor 59 dan Ong Tjai Then alias Ateng, alias Edward yanng tinggal di Apartemen Puri Kemayoran," tutur Arman.

Berdasar informasi tersebut, dan setelah dilakukan penyelidikan, pada 21 Mei lalu, aparat berhasil menangkap tersangka Darwin Muchsim di parkiran lantai IIIB Apartemen Puri Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat digeledah, aparat mendapatkan dan menyita barang bukti berupa 139 botol ketamin 100 mg, dan serbuk yang diduga sabu seberat 0,6 gram, serta sebuah plastik berisi serbuk putih.

"Tersangka mengaku dirinya akan mencetak serbuk putih itu menjadi ektasi dengan bantuan temannya Ong Tjai Then alias Ateng yang bertempat tinggal di Apartemen Puri Kemayoran, Jakarta Pusat," kata Arman.

Selanjutnya, aparat kemudian menggerebek unit apartemen yang ditinggali Ong Tjai Then dan menangkap tersangka dengan barang bukti dua set alat cetak ektasi dan bahan-bahan pembuat ektasi. Kedua tersangka membuat ektasi dengan memanfaatkan lemahnya pengawasan bahan kimia dengan cara membeli ketamin dan epherdrine yang biasa digunakan untuk keperluan farmasi dan medis.

"Hasil produksi kedua tersangka diedarkan sesuai dengan pesanan," kata Arman.

Atas tindak pidana yang dilakukan, kedua tersangka terancam hukuman mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara sesuai dengan pasal 113 sub pasal 114 sub pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika yang menjeratnya. [F-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»