Didampingi Yusril, Hary Tanoe Sambangi KPK
Jumat, 15 Juni 2012 | 14:16
Hary Tanoesoedibjo [google] [JAKARTA] Pemilik
saham sekaligus Presiden Eksekutif PT Bhakti Investama, Hary Tanoesoedibjo tiba
di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta pada jam 13.40 WIB.
Didampingi oleh mantan Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yusril Ihza Mahendra,
Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini akan menjalani pemeriksaan
terkait kasus suap pajak yang diduga terkait dengan restitusi pajak
perusahannya yang tengah disidik oleh KPK.
Hanya saja, Hary Tanoe yang tiba dengan iringan tiga mobil ini enggan
berkomentar seputar pemeriksaannya di KPK.
"Nanti saja, setelah pemeriksaan," kata Hary Tanoe setibanya di
kantor KPK, Jakarta, Jumat (15/6).
Hal senada juga dikatakan Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, kedatangannya di
KPK untuk mendampingi Hary Tanoe.
"Kedatangan Hary akan melakukan klarifikasi ke KPK," kata Yusril Ihza
Mahendra di kantor KPK, Jakarta, Jumat (15/6).
Namun, Yusril enggan mengatakan klarifikasi apa yang akan diungkapkan Hary
Tanoe kepada KPKm
Rencananya, Hary Tanoe akan menyambangi kantor KPK, Jakarta pada Jumat (15/6)
jam 13.30 WIB. Terkait pemanggilannya sebagai saksi kasus suap pajak yang
diduga terkait dengan restitusi perusahannya yang tengah disidik oleh KPK pada
Rabu (13/6) lalu.
"Setelah shalat Jumat (akan ke KPK), sekitar jam 13.30 WIB," kata
kuasa hukum keluarga Tanoesoedibjo, Andi F Simangunsong, Jumat (15/6).
Walaupun, dalam jadwal pemeriksaan KPK pada Jumat (15/6) sendiri tidak terlihat
nama Hary Tanoe dijadwalkan diperiksa terkait kasus dugaan suap pengurusan
pajak.
Di dalam jadwal KPK, pada Jumat (15/6) ini hanya dijadwalkan pemeriksaan
terhadap dua orang tersangka dalam kasus suap ini yakni James Gunardjo dari
pihak swasta dan Tommy Hindratno, pegawai pajak.
Selain itu, ada empat saksi yang diperiksa dari Ditjen Pajak yaitu Ferry
Syarifuddin, Heru Munandar, Hano Masrokim dan Agus Totong.
KPK memang tengah menyidik kasus udgaan suap yang melibatkan pegawai
pajak bernama Tomy Hendratno dan pengusaha bernama James Gunarjo semakin
mengarah pada keterlibatan PT Bhakti Investama didalamnya.
Terbukti, Komisaris Independen PT Bhakti Investama Antonius Z. Tonbeng telah
dicegah bepergian ke luar negeri sejak 8 Juni 2012. Terkait, kasus dugaan suap
yang melibatkan Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi di Kantor Pelayanan
Pajak (KPP) Sidoarjo Selatan, Jawa Timur, Tommy Hendratno.
Dalam situs resmi Bhakti Investama, Antonius tercatat sebagai komisaris
independen. Dia juga menjabat komisaris PT Asindo Husada Bhakti sejak 2003 dan
PT Bhakti Asset Management sejak 2004. Sebelumnya, Antonius menjadi Direktur PT
Bhakti Capital Indonesia Tbk (2004-2006) dan PT Global Land Development Tbk
(2006-2008). Antonius juga tercatat sebagai Direktur PT Agis Tbk pada 1998
hingga 2004.
Antonius diduga merupakan pihak yang menyuruh James memberi suap ke Tommy
terkait kepengurusan pajak PT Bhakti Investama.
Kasus berawal dari tertangkap tangannya Tommy Hindratno dan James Gunarjo,
seorang wajib pajak yang diduga terkait dengan Bhakti Investama. Di mana, James
diduga telah memberikan uang sebesar Rp 280 juta kepada Tomy yang kembali
diduga terkait restitusi pajak PT Bhakti Investama
Keterkaitan dengan PT Bhakti Investama, terbukti dengan digeledahnya kantor
Bhakti Investama dan kantor PT Agis Tbk yang sama-sama berlokasi di gedung MNC
Tower, Kebon Sirih, Jakarta. PT Agis berkantor di lantai 6 dan Bhakti Investama
berkantor di lantai 5. Dan menyita 20 gulungan.
PT Bhakti Investama tercatat sebagai pemegang saham PT Agis Tbk pada 2002 dan
2004. Profil dan laporan tahunan (prospektus) PT Agis menyebutkan, saham PT
Bhakti Investama di perusahaan tersebut mencapai 41,3 persen atau Rp 138 miliar
pada 2002 dan 40,74 persen atau Rp 152,9 miliar pada 2004. (N-8)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
