Demokrat ‘Ngiri’ Sama Program Partai NasDem
Senin, 11 Juni 2012 | 21:19
Max Sopacua [google] [JAKARTA] Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Max Sopacua
pertanyakan sumber keuangan Partai NasDem, yang menyatakan siap membiayai calon
anggota legislatif (caleg) potensial Rp5 miliar hingga Rp10 miliar.
"Partai baru seperti partai NasDem yang
mengimingi-imingi caleg potensial dengan modal Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar
perlu dipertanyakan," kata Max Sopacua di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta,
Senin (11/6).
Menurut Max, meskipun elite Partai NasDem menegaskan dana
tersebut bersumber dari iuran kader dan anggota dana parpol harus "clear",
apalagi dana dalam jumlah besar.
Setelah pimpinan Partai NasDem menyampaikan pernyataannya di
ruang publik, menurut dia, selanjutnya menjadi opini publik yang mendapat
respons publik.
"Sumber dana Partai NasDem perlu ditelusuri, apakah oleh
pihak berwajib atau oleh LSM. Saya kira data beberapa LSM cukup akurat,"
katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan
Pembangunan Muhammad Romahurmuziy meminta agar Partai NasDem menjunjung tinggi
prinsip transparansi dengan mengungkap alokasi dana untuk membiayai calegnya
secara transparan.
Romy, panggilan akrab Romahurmuziy, menyambut baik jika ada
partai politik yang membiayai calegnya, karena banyak putra bangsa yang
memiliki kemampuan intelektual tapi kurang memiliki kemampuan finansial.
"Partai NasDem hendaknya bersikap transparan soal
kesiapan membiayai calegnya," katanya.
Menurut dia, jika Partai NasDem bersikap transparan dan
sumber dananya "clear" maka akan menjadi panutan bagi parpol-parpol
lain.
Partai NasDem, menurut dia, tentunya memiliki suatu konsep
untuk melakukan pembaruan sistem politik, sehingga bersikap transparan.
"Jika sumber dana tersebut dari perusahaan dan
perorangan, dalam UU Pemilu ada batas maksimalnya," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Romy juga mengimbau agar partai
politik hendaknya lebih mengedepankan ideologi daripada kemampuan finansialnya.
Menurut dia, seorang caleg terpilih menjadi anggota
legislatif bukan pertimbangan utamanya karena faktor finansial tapi lebih
kepada ideologi partai.
"Jika pertimbangannya finansial maka akan berdampak
terjadi kerusakan mental bangsa," katanya.
Sebelumnya, pimpinan Partai Nasdem menyatakan siap memberikan
modal Rp5 miliar hingga Rp10 miliar untuk caleg-caleg potensial. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
Demokrat: Silakan Saja PKS Keluar Dari Koalisi
