Demo Tolak BBM Naik Representasi Suara Rakyat, Jangan Diabaikan
Rabu, 21 Maret 2012 | 13:41
Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto [google] [JAKARTA]
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto mengingatkan
pemerintah untuk tidak mengabaikan suara masyarakat yang tidak menyetujui
kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Banyak sekali masyarakat yang tak sepakat dengan kebijakan itu (menaikkan
harga BBM, red.)," kata Ketum DPP Hanura Wiranto di Gedung DPR RI Senayan
Jakarta, Rabu (21/3).
Ia berada di Gedung DPR untuk menyerahkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
pajak pribadi. Wiranto dan sejumlah anggota DPR lainnya, seperti Bambang
Soesatyo, Syarifudin Suddeng, dan Eko 'Patrio', bersama-sama menyerahkan SPT.
Dikatakan Wiranto, maraknya aksi-aksi demo yang disuarakan para mahasiswa di
seluruh Indonesia setidaknya merupakan representasi suara masyarakat.
"Banyaknya aksi demo mahasiswa menentang kebijakan kenaikan BBM, itu tak
bisa diabaikan karena artinya suara masyarakat menghendaki seperti itu,"
katanya.
Dijelaskan Wiranto, setiap kenaikan harga BBM selalu didahului dengan kenaikan
harga-harga kebutuhan pokok. Dengan demikian, tambahnya, telah terjadi dua kali
pemiskinan terhadap masyarakat.
Ia mengusulkan kepada pemerintah agar mencari solusi lain yang bisa memberikan
kemaslahatan kepada masyarakat. Misalnya, prosedur jual beli minyak tidak perlu
memakai perantara, kemudian mengurangi belanja birokrasi.
"Lebih baik mengurangi kemewahan para pegawai ketimbang membuat
kesenjangan yang semakin jauh," kata Wiranto.[Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
