Data Kantor/Fasilitas Polisi Yang Dirusak Massa
Selasa, 3 Januari 2012 | 11:15
Polisi terlibat bentrok dengan pekerja tambang Freeport ditengah-tengah aksi protes yang dijalankan para pekerja di Timika, Papua, Senin (10/10). [AP] 28 Desember 2011: Pos Polisi di depan Kampus UMS di
Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) dirusak mahasiswa dalam aksi demo memprotes
penembakan di Bima, NTB.
26 Desember 2011: Sekitar 300 massa merusak Polsek Lembor, Manggarai
Barat, NTT, gara-gara tahanan polsek tersebut Arnaldus Hapong (40) tewas
disiksa polisi. Aksi ini reda setelah aparat Kodim setempat turun tangan.
26 Desember 2011: Pos Polantas Jl Urip Sumarjo Makassar, Sulawesi
Selatan, dirusak massa dalam aksi demo. Aksi Front Rakyat Menggugat (Forgat)
dilakukan untuk memprotes penembakan aparat di Bima, NTB. Dalam aksinya, massa
Forgat menyerang berbagai sisi pos Polantas yang ditinggal penghuninya, dengan
menggunakan batu dan balok kayu.
25 Desember 2011: Tiga Pos Polisi dirusak ratusan mahasiswa asal Bima di
Makassar, Sulsel. Massa turun ke jalan memprotes aksi penembakan warga di
Pelabuhan Sape, Bima, NTB. Dalam aksinya, mahasiswa yang tergabung dalam
Gerakan Masyarakat Anti Tambang (Granat) menyerang pos polisi. Yakni Pos Polisi
di depan rumah jabatan Gubernur Sulsel, Pos Polisi di depan kantor Konsulat
Jepang, dan Pos Polisi Operasi Lilin Lipu di depan Mall Ratu Indah di Jalan
Ratulangi.
24 Desember 2011: Lima kantor polisi di Bima, NTB dirusak dan dibakar
warga. Yakni kantor polres dan empat polsek. Ratusan warga yang sedang demo
semakin marah setelah mendapat perlakuan represif dari polisi. Massa juga
membakar rumah dinas kapolsek, empat unit asrama polisi, dan gedung BTN. Kantor
unit pelaksana teknis daerah kehutanan, kantor dinas pemuda dan olahraga, tiga
bangunan BTN, gedung kantor urusan agama, dan 25 rumah warga dirusak.
28 November 2011: Ratusan warga di Desa Gunung Endut, Kalapanunggal, Kabupaten
Sukabumi, merusak tiga Pos Polisi (Pospol). Yakni, Pospol Simpang Tiga Cibadak,
Pospol Pasar Cibadak, dan Pos Lalu Lintas Pamuruyunan. Sikap anarkhis ini
dilakukan massa, pasca mengikuti sidang penganiayaan yang menewaskan Genta (20)
di PN Cibadak.
24 November 2011: Delapan belas pos polisi dan 11 mobil polisi di Batam
dibakar ribuan massa buruh yang demo. Pos polisi yang dibakar itu antara lain
Pos Lubuk Baja, Simpang Kabil, Pinguin, Simpang Jam, Pelita, Jodoh, Muka
Kuning, Batam Center, Nagoya Hills, Nagoya Niaga, Simpang Panbil, Perumahan
Aviari, dan Simpang Harmoni.
20 November 2011: Tujuh Pos Polisi dirusak massa di Ambon, Maluku pasca
pemakaman Dany Polanunu (17) yang tewas diduga akibat dipukul polisi lalu
lintas. ketujuhnya adalah kantor Dirlantas Polda Maluku, Pospol Tugu Trikora,
Pospol Jl Babullah, Jl Sam Ratulangi, Ambon Plaza, Mardika, dan Batu Merah.
28 Agustus 2011: Satu mobil patroli Polsek Cireunghas, Kota Sukabumi
jadi korban amukan warga Kampung Cikaso, Desa Cibencoy. Aksi ini dipicu tindakan
polisi yang melarang warga bermain bedil lodong (meriam tradisional terbuat
dari bambu). Mobil patroli itu nyaris dibakar warga.
21 Agustus 2011: Pos Polantas di Jl Iskandar Muda, Medan, dirusak
gerombolan genk motor. Kaca pos polisi pecah terkena lemparan batu. Beberapa
rumah makan yang tutup, juga menjadi korban kebrutalan massa.
2 Juni 2011: Polsek Uluere, Bantaeng, Sulawesi Selatan, porak poranda
setelah ribuan warga dari tiga desa melakukan penyerangan. Polsek itu rata
dengan tanah setelah dibakar massa. Aksi ini merupakan buntut penembakan yang
dilakukan polisi kepada tiga warga yang diduga sebagai pelaku pencurian. Akibat
penembakan itu satu tewas dan dua lainnya luka-luka. Ketiganya ditembak saat
sedang menghadiri resepsi pernikahan.
17 Mei 2011: Polsek Kampar, Riau dirusak belasan orang. Massa
menghancurkan kursi dan meja. Massa berambut cepak itu datang untuk membebaskan
seorang sopir truk pengangkut kayu tanpa dokumen. Selain mencari kapolsek,
massa juga sempat membakar kursi plastik yang ada di ruang piket.
9 Mei 2011: Pos Polmas di Palu, Sulteng dirusak massa yang kecewa karena
teman mereka tertembak aparat Polres Donggala saat membubarkan bentrokan antar
dua kelompok massa di daerah tersebut.
15 April 2011: Masjid Ad Zikra di Polresta Cirebon dibom, 1 tewas
(pelaku bom bunuh diri) dan 30 luka, termasuk kapolresta.
13 April 2011: Polsek Kamu, Dogiyai, Papua dirusak massa dan anggotanya
Mardi Marpaung dikeroyok dan senjata apinya dirampas. Perusakan ini bermula
dari penangkapan terhadap sejumlah orang yang bermain togel. Lalu muncul aksi
demo yang menuntut pembebasan dan berlanjut pada kerusuhan, 4 truk, 27 motor,
48 kios dirusak massa.
6 April 2011: Pos Polisi Parkir Timur Jakarta dirusak massa dalam
keributan usai pertandingan antara Persija vs Persiwa. Dalam peristiwa itu
Kapolsek Cempaka Putih Kompol Djoko Dwi luka-luka.
17 Maret 2011: Sebanyak 40 anggota Marinir Lantamal XI Merauke, Papua,
menyerang bangunan Satuan Lalu Lintas di jalan raya Mandala, Kota Merauke. Tak
ada korban jiwa dalam insiden ini. Letusan senjata api sempat terdengar dari
kedua kelompok yang bertikai.
23 Februari 2011: Ratusan warga mengepung dan melempari Polsek Kampar,
Riau dengan batu. Akibatnya polsek rusak parah. Warga menyerbu untuk menuntut
pembebasan seorang warga yang diduga salah tangkap oleh polisi. [ECS/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
