SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 3 September 2014
Pencarian Arsip

Mengenal Istilah Korupsi di Dunia

Dari 'Ikan Kecil' Sampai 'Apel Washington'
Jumat, 12 Juli 2013 | 8:53

Ilustrasi kamus korupsi. [Google] Ilustrasi kamus korupsi. [Google]

Ada banyak istilah korupsi di dunia ini.

Dari istilah Ikan Kecil di Praha sampai Apel Washington di Indonesia.

Para maling berdasi itu sangat kreatif membuat istilah dalam kamus korupsi untuk mengelabui rakyatnya. Banyak istilah yang dipakai, seperti kacang untuk anak-anak di Kinshaha dan daging busuk di Indonesia, ternyata memiliki kesamaan arti. Istilah yang mengacu pada eufinisme itu sesugguhnya untuk melakukan suap.

David Henig dari Universitas Kent dan Nicolette Makovicky dari Universitas Oxford merangkum berbagai istilah korupsi di seluruh dunia.

1. Uang Sup (Turki)

Bila Anda dihentikan oleh polisi lalu lintas di Afrika Utara, polisi akan meminta untuk membelikan 'kahwe' atau kopi.

Di Kenya, polisi lalu lintas akan menggunakan istilah "chai ya wazee" atau teh untuk orang tua dalam bahasa Swahili. Namun di Turki, polisi akan meminta apa yang mereka sebut 'uang sup' atau "chorba parasi".

Sup biasanya dimakan pada malam hari setelah orang minum-minum.  

2. Menghargai (Azeri)

Di Azerbaijan kata yang digunakan untuk suap 'hurmat' dapat ditukar dengan kata menghargai. Seorang pejabat yang meminta suap "hurmatimi ela" akan mengatakan 'bisa minta tolong'.

3. Bau ikan mulai dari kepala (Turki)

Kalimat bau ikan mulai dari kepala atau "balik bashtan kokar" berasal dari Turki. Kalimat ini mengacu bahwa kasus suap kecil di jalan-jalan dimulai dari korupsi di organisasi atau institusi besar.

Para pejabat Meksiko yang meminta imbalan karena membantu dalam kesepakatan bisnis akan meminta 'satu gigitan' "una mordida".

4 Terima kasih (Hungaria/Mandarin)

Kata korupsi mengacu pada sesuatu yang ilegal atau tindakan yang tidak bermoral. Namun di sejumlah tempat, tindakan yang secara teknis ilegal ini dianggap sebagai sesuatu yang bermoral.

Di Hungaria, para dokter dan perawat mengharapkan ucapan terima kasih "haalapenz" dari pasien dalam bentuk uang yang dimasukkan ke amplop. Di Cina, petugas kesehatan juga mengharapkan ucapan terima kasih "yidian xinyi" atas jasa mereka.

5. Di bawah meja (Inggris/Prancis/Farsi/Swedia)

Apa yang terjadi di bawah meja? Istilah ini sering digunakan untuk mengacu pada korupsi. Frasa bahasa Inggris untuk menggambarkan perpindahan uang secara ilegal adalah uang yang diberikan "di bawah meja".

Kata ini juga ada di Prancis "dessous de table", Farsi "zir-e mize" dan Swedia "pengar under bordet". Istilah lain adalah "uang pelicin" seperti yang digunakan di Hungaria "kenepenz" untuk para pejabat untuk memudahkan urusan.

6. Sesuatu yang kecil (Swahili)

Bukan suap, hanya kopi. Banyak istilah eufemisme korupsi digunakan untuk mengecilkan arti suap. Bahasa Swahili "kitu kidogo" (sesuatu yang kecil) adalah salah satu contoh.

Di Pantai Gading, polisi biasa meminta "pourboire" (uang minum). Istilah Brasil untuk suap adalah "um cafezinho" (sedikit kopi).

7. Uang teh (Pashto/Farsi)

Popularitas teh dan kopi sebagai metafora untuk suap menunjukkan eufemisme lain untuk menutupi tindakan korupsi. Di Afghanistan dan Iran istilah suap adalah "poul-e-chai", yang berarti uang untuk teh.

Di dua negara ini, minum teh merupakan bagian dari kegiatan sosial. Meminta uang teh juga berarti uang suap ini akan dibagi dengan yang lain.

Sejumlah ungkapan seperti "kacang untuk anak-anak" mengacu bahwa suap juga akan menguntungkan seseorang yang lebih membutuhkan.

8. Uang bertanya (Inggris)

Skala besar korupsi memiliki kosa kata tersendiri, yang sering diciptakan media. Salah satu contoh adalah skandal 'uang bertanya' menyangkut politisi Inggris dan juga "tangentopoli" bahasa Italia untuk skandal suap pada awal tahun 1990-an.

9. Kotak Nokia (Hungaria)

Di Hungaria istilah kotak Nokia menjadi simbol korupsi tahun 2010 setelah kepala perusahaan transportasi umum Zsolt Balogh, tertangkap menyerahkan uang tunai kepada wakil walikota Budapesh Miklos Hagyo dalam kotak telepon seluler Nokia.

Sejak itu 'kotak Nokia' selalu dijadikan semacam alat ukur pemberian suap, sekitar 15 juta forints (US$65.000).

10. Ikan kecil (Ceko)

Di Republik Ceko, istilah 'ikan kecil' "kaprzhici", or ikan "ryby" digunakan sebagai bahasa sandi selama skandal besar korupsi dalam sepak bola.

Dalam komunikasi antara manajer, wasit dan pemain, 'ikan kecil' juga digunakan sebagai alat ukur, sekitar 1.000 koruna (US$50) per ikan. Istilah ikan kecil sudah menjadi sinonim untuk korupsi.

Di Indonesia

Di Tanah Air juga banyak istilah korupsi, seperti daging busuknya Ahmad Fathanah atau  istilah Apel Malang, Apel Washington, Ketua Besar,  dan Bos Besar  yang diperkenalkan Angelina Sondakh dan Rosa Manulang.

Istilah “Ketua Besar" ini terungkap dalam transkrip percakapan Blackberry Messenger (BBM) antara Rosa dan Angelina Sondakh.   Menurut transkrip BBM tersebut, Angelina meminta kepada Rosa jatah "Apel Malang" untuk "Ketua Besar".

"Itu kan beda, hihihi, soalnya aku diminta ketua besar, lagi kepengin makan Apel Malang,” demikian bunyi percakapan tersebut.

Kemudian, ada juga BBM dari Angelina yang mengatakan, "Tugas aku kalo diminta ketua besar harus menyediakan, soalnya apelnya beda rasanya, asli malang jadi ga ada duanya. Huahaaaa, jadi kalo boleh disediakan apel malang yang seger ya, kalo ketua besar kenyang kita khan enak."

Selain "Ketua Besar" muncul juga istilah “Pak Ketua” dalam BBM tersebut. Menurut Rosa, yang dimaksud dengan “Pak Ketua” adalah ketua Komisi X DPR RI, Mahyudi.

Istilah-Istilah Korupsi

Selama ini, menurut Masyarakat Transparansi Indonesia [MTI], ada begitu banyak kata yang masuk dalam kategori istilah atau kegiatan bersifat korupsi.   Kita bisa temukan itu dalam  situs berita http://www.transparansi.or.id/  

1. Uang Tip: Sama dengan ‘budaya amplop’ yakni memberikan uang ekstra kepada seseorang karena jasanya/pelayanannya. Istilah ini muncul karena pengaruh budaya Barat yakni pemberian uang ekstra kepada pelayan di restoran atau hotel.

2. Angpao: Pada awalnya muncul untuk menggambarkan kebiasaan yang dilakukan oleh etnis China yang memberikan uang dalam amplop kepada penyelenggara pesta. Dalam perkembangan selanjutnya, hingga saat ini istilah ini digunakan untuk menggambarkan pemberian uang kepada petugas ketika mengurus sesuatu di mana pemberian ini sifatnya tidak resmi atau tidak ada dalam peraturan

3. Uang Administrasi:
Pemberian uang tidak resmi kepada aparat dalam proses pengurusan surat-surat penting atau penyelesaian perkara/kasus agar penyelesaiannya cepat selesai.

4. Uang Diam:
Pemberian dana kepada pihak pemeriksa agar kekurangan pihak yang diperiksa tidak ditindaklanjuti.

5. Uang Bensin: Uang yang diberikan sebagai balas jasa atas bantuan yang diberikan oleh seseorang. Istilah ini menggambarkan ketika seseorang yang akrab satu sama lain, seperti antara teman satu dengan yang lain. Misalnya A minta bantuan B untuk membeli sesuatu, si B biasanya melontarkan pernyataan, uang bensinnya mana?

6. Uang Pelicin: Menunjuk pada pemberian sejumlah dana (uang) untuk memperlancar (mempermudah) pengurusan perkara atau surat penting.

7. Uang Ketok:
Uang yang digunakan untuk mempengaruhi keputusan agar berpihak kepada pemberi uang. Istilah ini biasanya ditujukan kepada hakim dan anggota legislatif yang memutuskan perkara atau menyetujui/mengesahkan anggaran usulan eksekutif, dilakukan secara tidak transparan.

8. Uang Kopi:
Uang tidak resmi yang diminta oleh aparat pemerintah atau kalangan swasta. Permintaan ini sifatnya individual dan berlaku di masyarakat umum.

9. Uang Pangkal:
Uang yang diminta sebelum melaksanakan suatu pekerjaan/kegiatan agar pekerjaan tersebut lancar.

10. Uang Rokok:
Pemberian uang yang tidak resmi kepada aparat dalam proses pengurusan surat-surat penting atau penyelesaian perkara/kasus penyelesaiannya cepat.

11. Uang Damai:
Digunakan ketika menghindari sanksi formal dan lebih memberikan sesuatu biasanya berupa uang/materi sebagai ganti rugi sanksi formal.

12. Uang di Bawah Meja:
Pemberian uang tidak resmi kepada petugas ketika mengurus/membuat surat penting agar prosesnya cepat.

13. Tahu Sama Tahu:
Digunakan di kalangan bisnis atau birokrat ketika meminta bagian/sejumlah uang. Maksud antara yang meminta dan yang memberi uang sama-sama mengerti dan hal tersebut tidak perlu diucapkan.

14. Uang Lelah: Menunjuk pada pemberian uang secara tidak resmi ketika melakukan suatu kegiatan. Uang lelah ini biasanya diminta oleh orang yang diminta bantuanya untuk membantu orang lain. Istilah ini kemudian sering digunakan oleh birokrat ketika melayani masyarakat untuk mendapatkan uang lebih. 

Ini cuma sekadar contoh. Anda bisa menambah kosa kata lainnya terkait korupsi ini. Ahmad Fathanah sudah memulainya. [L-8]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»