SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 18 Mei 2013
Pencarian Arsip

Darah Ronald Reagan Dijual
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:13

Ronald Reagan [google] Ronald Reagan [google]

[WASHINGTON] Yayasan Kepresidenan Ronald Reagan mengancam tindakan hukum atas penjualan di internet atas botol yang konon mengandung darah kering dari sang mantan presiden, Selasa (22/5). Botol darah itu didapat setelah kasus upaya pembunuhan tahun 1981.

"Jika memang cerita tersebut benar, ini adalah tindakan pengecut dan kami akan menggunakan segala cara hukum untuk menghentikan penjualan atau pembelian," kata sebuah pernyataan dari John Heubusch, Direktur Eksekutif yayasan. Penawaran botol itu mencapai nilai tertinggi hampir US$ 14.500 pada Selasa (22/5).

Dengan masa penjualan dua hari yang tersisa, harga diperkirakan akan terus bertambah. Darah Reagan itu ditawarkan Lembaga Lelang PFC,  yang berbasis di pulau Guernsey, wilayah kekuasaan Inggris. "Residu darah kering dari Presiden Reagan dapat dilihat jelas dalam botol dengan sebuah lingkaran seperempat inci residu darah yang disumbat tutup karet," bunyi si penjual.

Reagan menjabat dua periode sebagai presiden Amerika Serikat. Dia meninggal pada Juni 2004 pada usia 93 tahun. Pada 30 Maret 1981, John Hinckley meletuskan enam tembakan ke arah Reagan saat sang presiden meninggalkan Hilton Washington usai menyampaikan pidato.

Reagan dilarikan ke RS Universitas George Washington untuk pembedahan darurat. Hinckley dinyatakan tidak bersalah dengan alasan kegilaan. Hinckley telah menjadi pasien di rumah sakit jiwa St Elizabeth di Washington selama tiga dekade. Dalam surat  yang disertakan dalam penjualan, penjual mengatakan residu darah itu telah menjadi milik keluarganya sejak hari percobaan pembunuhan.

"Pada tahun 70-an dan '80-an, ibu pernah bekerja untuk Laboratorium Ilmu Biologi di Columbia, Maryland," kata surat itu.

Laboratorium tersebut dikontrak RS Universitas George Washington untuk menangani tes darah, dan melakukan penelitian dan pengujian darah Reagan.

"Tabung uji dan slip laboratorium yang saya miliki merupakan hasil tes darahnya untuk diuji pada 30 Maret 1981. Pengujian ini sudah selesai dan tabung tes darah diletakkan di meja Ibu," bunyi isi surat.

Penjual menyebutkan dalam daftar bahwa ibunya pernah bertanya kepada direktur laboratorium apakah dokumen dan tabung reaksi bisa disimpan. Sang direktur lalu mengizinkannya. Penjual mengatakan ayah dan ibunya lalu memiliki dokumen dan tabung itu sebelum akhirnya meninggal. [CNN/U-5]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN