Darah Ronald Reagan Dijual
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:13
Ronald Reagan [google] [WASHINGTON] Yayasan
Kepresidenan Ronald Reagan mengancam tindakan hukum atas penjualan di
internet atas botol yang konon mengandung darah kering dari sang mantan
presiden, Selasa (22/5). Botol darah itu didapat setelah
kasus upaya pembunuhan tahun 1981.
"Jika
memang cerita tersebut benar, ini adalah tindakan pengecut dan kami
akan menggunakan segala cara hukum untuk menghentikan penjualan atau
pembelian," kata sebuah pernyataan dari John
Heubusch, Direktur Eksekutif yayasan.
Penawaran
botol itu mencapai nilai tertinggi hampir US$ 14.500 pada Selasa
(22/5).
Dengan masa penjualan dua hari yang tersisa, harga diperkirakan
akan terus bertambah. Darah Reagan itu ditawarkan
Lembaga Lelang PFC, yang berbasis di pulau Guernsey, wilayah kekuasaan Inggris.
"Residu
darah kering dari Presiden Reagan dapat dilihat jelas dalam botol
dengan sebuah lingkaran seperempat inci residu darah yang disumbat tutup
karet," bunyi si penjual.
Reagan
menjabat dua periode sebagai presiden Amerika Serikat. Dia meninggal
pada Juni 2004 pada usia 93 tahun. Pada 30 Maret 1981, John Hinckley
meletuskan enam tembakan ke arah Reagan saat
sang presiden meninggalkan Hilton Washington usai menyampaikan pidato.
Reagan
dilarikan ke RS Universitas George Washington untuk pembedahan darurat.
Hinckley dinyatakan tidak bersalah dengan alasan kegilaan. Hinckley
telah menjadi pasien di rumah sakit jiwa
St Elizabeth di Washington selama tiga dekade.
Dalam surat
yang disertakan dalam penjualan, penjual mengatakan residu darah
itu telah menjadi milik keluarganya sejak hari percobaan pembunuhan.
"Pada
tahun 70-an dan '80-an, ibu pernah bekerja untuk Laboratorium Ilmu
Biologi di Columbia, Maryland," kata surat itu.
Laboratorium tersebut
dikontrak RS Universitas George Washington untuk
menangani tes darah, dan melakukan penelitian dan pengujian darah
Reagan.
"Tabung
uji dan slip laboratorium yang saya miliki merupakan hasil tes darahnya
untuk diuji pada 30 Maret 1981. Pengujian ini sudah selesai dan tabung
tes darah diletakkan di meja Ibu," bunyi
isi surat.
Penjual
menyebutkan dalam daftar bahwa ibunya pernah bertanya kepada direktur
laboratorium apakah dokumen dan tabung reaksi bisa disimpan. Sang
direktur lalu mengizinkannya. Penjual mengatakan
ayah dan ibunya lalu memiliki dokumen dan tabung itu sebelum akhirnya
meninggal. [CNN/U-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Aiptu Labora Sitorus Mesin ATM Perwira Polisi Papua Hingga Mabes?
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Jangan Sampai Stasiun Tujuan Terlewat
Difitnah Istri Selingkuh Dengan Anaknya, Syarief Hassan Polisikan Triomacan
Ahmad Fathanah Dibawa Aksa Mahmud
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
