Dalami Peran Anas di Hambalang, KPK Periksa Stafnya
Senin, 9 Juli 2012 | 18:05
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (batik) tiba di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/6). [google] [JAKARTA] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata
terus mendalami peranan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum
dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sport center di bukit Hambalang,
Jawa Barat yang tengah diselidiki. Terbukti, pada Senin (9/7) ini,
penyelidik KPK memeriksa staf Anas, Nurahman.
"Senin (9/7) ini, terkait kasus Hambalang, KPK memeriksa staf Anas,
Nurahman," Kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di Kantornya, Senin (9/7).
Hanya saja, Johan mengaku tidak mengetahui materi pemeriksaan. Dia hanya mengatakan bahwa Nurahman memenuhi panggilan KPK.
Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa sopir pribadi Anas bernama Riyadi
pada Rabu (4/7) lalu. Di mana, dimintai keterangan terkait kepemilikan
mobil mewah milik Anas Urbaningrum.
Bahkan, KPK telah memintai keterangan Anas terkait kepemilikan mobil
mewah. Hal itu diketahui dari keterangan yang disampaikan kuasa hukum
Anas, Firman Wijaya.
Usai mendamping Anas, Firman Wijaya yang membenarkan bahwa kliennya juga
ditanyakan perihal mobil oleh penyelidik KPK. Walaupun, akhirnya
dibantah oleh Anas.
Menurut Firman, dihadapan penyelidik kliennya membantah kepemilikan Toyota Harrier. Sebab, dari sisi dokumen sudah salah.
"Di BPKB tertulis alamatnya di Jakarta Selatan. Tetapi, Pak Anas kan
tinggalnya di Duren Sawit, Jakarta Timur. Jadi locus delikti (tempat)
berbeda," ungkap Firman usai mendampingi Anas di kantor KPK, Jakarta,
Rabu (4/7) sore.
Seperti diketahui, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Muhammad
Nazaruddin menuding bahwa Anas pernah bertemu dengan orang Adhi Karya di
Pacific Place Hotel. Di mana, ketika itu Anas menerima sejumlah uang
dari Adhi Karya yang selanjutnya digunaakan untuk membeli mobil Toyota
Harrier.
"Harrier itu hubungannya dengan proyek Hambalang. Pemberiannya bulan 10
atau 11 tahun 2009. Pelatnya B 15 AUD," ungkap Nazaruddin beberapa waktu
lalu.
Pernyataan Nazaruddin tersebut secara tidak langsung dibenarkan oleh mantan supir Yulianis, Hidayat.
Ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Hidayat mengaku pernah
ditugaskan mengantar mobil ke rumah Anas Urbaningrum di kawasan Duren
Sawit, Jakarta Timur selama periode akhir September 2009 sampai awal
2010.
Bahkan, Hidayat mengatakan ada tiga buah mobil yang pernah diantarkannya
ke rumah Anas. Diantaranya, adalah sebuah mobil Toyota Alphard hitam
bernomor polisi B 15 OA, mobil Camry dan Toyota Harrier.
"Itu semuanya mobil baru dan sudah ada plat nomornya semua. Kalau
Harrier diambil langsung oleh Yadi (supir Anas)," ujar Hidayat.
Nama Anas memang kerap sekali disebut terlibat dalam kasus tersebut oleh terdakwa kasus suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin.
Menurut Nazaruddin, Anas yang menentukan PT Adhi Karya sebagai pelaksana
proyek pembangunan sport center di Hambalang. Sebab, Adhi Karya mampu
memberikan uang Rp 100 miliar untuk digunakan sebagaai dana pemenangan
Anas sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.
Nazaruddin menjelaskan bahwa uang Rp 100 miliar yang dibawa Mahfud
Suroso dari PT Adhi Karya, ternyata Rp 50 miliar diserahkan ke Yulianis
untuk dibawa ke kongres Partai Demokrat di Bandung awal tahun 2010.
Sedangkan, Rp 50 miliar sisanya diserahkan Mahfud Suroso ke DPR RI dan
beberapa orang lainnya, termasuk ke Andi Mallarangeng.
Bahkan, Nazaruddin mengungkapkan uang yang mengalir ke Andi Mallarangeng
adalah Rp 10 miliar. Sebagaimana, pengakuan Mahfud Suroso kepada
dirinya.
"Proyek Hambalang karena saya ikut dari awal. Jadi, ada uang Rp 100
miliar yang di bawa ke apartemen di Senayan City sudah dalam boks, yang
satu boksnya senilai Rp 25 miliar. Tetapi, ternyata sudah tidak jadi dan
diperintahkan diberikan ke Yulianis hanya Rp 50 miliar, dan Rp 50
miliar lain di bagi ke anggota dewan," ungkap Nazaruddin di hadapan
Majelis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/3). (N-8)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Mourinho Diusir Dari Bangku Cadangan Saat Final Piala Raja
Soal Capres, Gita Belum Direstui SBY
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
