Curiosity Akhirnya Mendarat di Planet Mars
Senin, 6 Agustus 2012 | 7:34
Wahana penjelajah Curiosity sesuai jadwal mendarat di Planet Mars. [DW] Tanggal 5
Agustus 2012 malam atau Senin (6/8) dinihari,
wahana penjelajah Curiosity sesuai
jadwal mendarat di Mars.
Laboratorium ilmiah mobil itu diluncurkan 26 November
2011 lalu. Proyeknya berharga US$ 2,5 miliar itu adalah rekor termahal sebuah misi ke Planet
Mars.
Wahana ini mendarat di Kawah Gale, yang berlokasi dekat katulistiwa Mars. Ini
merupakan pendaratan akurat sebuah wahana penelitian Mars. Areal pendaratan
dikalkulasi dengan akurasi di bawah 20 kilometer.
Kapsul
pendarat diturunkan kecepatannya dengan sangat drastis, dari 12.000 kilometer
per jam hingga berhenti total dalam waktu hanya 7 menit. Ketika memasuki
atmosfir, lapisan pelindung akan memanas hingga 870 derajat Celsius.
Friksi
udara memainkan peranan besar dalam sistem pengereman. Parasut akan mengembang
pada saat kapsul mencapai kecepatan 1.450 kilometer per jam.
Parasut
untuk mengerem daya luncur kapsul pendarat dapat menahan daya amat ekstrem, dan
sebelumnya sudah ditest di laboratorium
terowongan angin milik NASA di California.
Parasut berbobot 45 kilogram itu menahan
beban seberat 30 ton di Bumi.
Setelah
menempuh perjalanan sejarak 560 juta kilometer dari Bumi, Mars Rover mendarat
dengan empuk di permukaan Mars.
Dengan dibantu roket yang dipasang pada kapsul
pendarat, dilakukan pengereman dari kecepatan 110 kilometer per jam hingga nol.
Kapsul pendarat akan melayang 8 meter di atas permukaan Mars dan menurunkan
Mars Rover menggunakan kabel.
Wahana
penjelajah Curiosity dirancang untuk melacak keberadaan komponen organik,
seperti nitrogen, karbon, oksigen, hydrogen, belerang, dan fosfor.
Para ilmuwan ingin meneliti isotop
dan mineral di planet Mars, serta meneliti bagaimana perkembangan atmofirnya
dalam empat miliar tahun terakhir.
Panjang Curiosity
tiga meter, ukurannya sekitar 5 kali lipat dari dua wahana penjelajah
pendahulunya, "Spirit" dan "Opportunity."
Bobotnya sekitar
900 kilogram dan dilengkapi beragam perangkat analisa ilimiah.
Curiosity
dirancang untuk bekerja selama satu tahun Mars atau setara 686 hari Bumi, dan
bergerak dengan kecepatan 30 hingga 90 meter per jam.
Curiosity
diharapkan memasok lebih banyak citra, foto dengan akurasi tinggi, dan
dirancang untuk meneliti, apakah atmosfir Mars sebelumnya dapat mendukung
adanya kehidupan juga, jika kehidupannya
hanya di tingkat mikroorganisme. Curiosity dilengkapi dengan mikroskop elektron
beresolusi 12 mikrometer.
Misi Mars
Sejak tahun
1960, telah diluncurkan lebih dari 40 misi ke Mars, terutama oleh Amerika
Serikat dan Soviet/Rusia, tapi hanya 20 yang berhasil. Beberapa dari wahana
bahkan tidak mampu mencapai atmosfer Mars.
Sejak lama,
planet Mars membangkitkan imajinasi. Karena warna merah darah permukaannya, planet ini dinamai Mars,dewa perang Romawi.
Tahun 1898, penulis
Inggris H.G. Wells, dengan novelnya yang berjudul War of the Worlds, bercerita mengenai serangan orang Mars ke Bumi.
Pada tahun
novel 1838, Wells dijadikan sandiwara radio, dan memicu kepanikan di kalangan
pendengar di Amerika Serikat.
Planet Mars dianggap
mirip Bumi. Planet ini mengorbit matahari pada jarak 228 juta kilometer,
sementara Bumi 150 juta kilometer. Atmosfer Mars sebagian besar terdiri dari
karbon dioksida dan nitrogen.
Juga planet
Venus mirip dengan bumi dan memiliki atmosfer seperti Mars, berjarak 108 juta kilometer
dari matahari. Sementara planet yang terdekat dengan matahari, Merkurius, tidak
memiliki atmosfer.
Lewat gambar,
penelitian dan pengukuran yang dilakukan wahana Mars membuat pengetahuan akan Mars terus bertambah. Mars
memiliki gunung berapi dan sistem ngarai sepanjang 4.000 km dengan kedalaman 7
km.
Warna merah yang dimiliki Mars diakibatkan debu besi oksida yang menyebar
di permukaan dan atmosfer.
Mars
memiliki dua kutub yang komposisinya dari CO2 beku atau "dry ice,"
serta air dalam bentuk es.
Lapisan kutub utara berdiameter lebih 1.000 km
dengan ketebalan 5 km. Lapisan kutub selatan berdiameter 350 km dengan
ketebalan 1,5 km. Keduanya mengindikasikan air dalam bentuk cair. Citra dari
wahana peneliti Phoenix menunjukkan adanya tetesan air.
Manusia Mars
berwarna hijau, seperti dalam film Mars
Attacks, tidak eksis di planet ini. Tahun 2011, pemerintah Amerika Serikat
menyatakan, tidak ada bukti keberadaan mahluk luar angkasa, tidak memiliki
dokumen rahasia mengenai alien, juga tidak ada instalasi militer rahasia untuk
menyembunyikan UFO.
Paling
tidak, manusia tidak usah takut adanya nakhluk yang memusuhi kita, jika
berkunjung ke Mars.
Para astronot ini selama 520 hari dikurung dalam sistem
yang terisolasi di Moskow, untuk membuat simulasi beban stress selama
perjalanan ke planet merah itu. [DW/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Adik Tiri Gubernur Atut Ditetapkan Jadi Tersangka
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Nazaruddin Berbisnis dari Penjara
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
