SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Capres Demokrat Tidak Harus Berasal dari Partai
Senin, 9 Juli 2012 | 14:54

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie [SP/Hendro Situmorang] Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie [SP/Hendro Situmorang]

[YOGYAKARTA] Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie mengatakan calon presiden (capres) dari Partai Demokrat tidak harus berasal dari partai politik.  

”Yang penting orang itu benar-benar mampu memimpin Republik Indonesia. Dia harus bebas dari korupsi, terbukti profesional, memiliki kinerja yang baik, berkemampuan yang memiliki integritas dan kompeten. Kalau semua syarat-syarat itu dipenuhi, why not kita dukung,” ujarnya usai membuka Sidang Executive Committee (Excom) Asean Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dan Sidang ke-9 Asean Inter-Parliamentary Assembly Fact Finding Committee (AIFOKOM) di Yogyakarta.  

Marzuki mengatakan, bahkan Partai Demokrat (PD) siap dijadikan kendaraan politik bagi capres yang berkualitas dari luar Demokrat. Ketika ditanyakan apakah kader Demokrat legowo dan siap menerima capres dari luar partai, Marzuki menegaskan sebagai orang parpol harus berpikir demi kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi.  

”Lebih kita sebagai king maker daripada kita menjadi king, tetapi membuat masalah. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY pun berpandangan sama. Capres tidak harus dari kader partai. Kalau ada orang yang profesional dan sudah diusung Demokrat, tentu sebagai kader Demokrat,” ungkap Ketua DPR itu.  

Dikatakan, di Indonesia banyak calon pemimpin-peminpin yang hebat. Namun mereka tertutupi oleh oligarki dari parpol. Marzuki mencontohkan orang yang berkualitas dan profesional seperti Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo yang awalnya sebagai bankir, masuk ke ranah politik sebagai menteri, dan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar.  

Dikatakan, mereka bisa diusung sebagai calon presiden kalau masyarakat ingin neara menjadi lebih baik. Bila PD mengusung calon tersebut, otomatis menjadi kader Demokrat. Jadi tidak ada masalah capres di luar partai, karena Demokrat sebagai partai terbuka.  

”Asal orang itu mampu memimpin negara ini. Dia profesional dan tidak ada konflik interest di lembaganya. Itu yang paling baik. Contohnya saja negara China. Pemimpin negara mereka tidak berbisnis. Sebagai profesional, dia tidak memiliki perusahaan. Itu yang kita harapkan dari pemimpin Indonesia    Kalau sebagai pemimpin sekaligus pebisnis, lanjut Marzuki, kedepannya akan sulit untuk dipisahkan. Diakui, dirinya belajar dari negeri Tiongkok. Sebagai profesional negarawan yang memimpin bangsa besar, berfokus pada negara. [H-15]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN