SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 19 September 2014
Pencarian Arsip

Bupati Kaimana Klaim Sering Diadili ‘Pengadilan Publik’
Senin, 28 Januari 2013 | 9:52

Ilustrasi Kabupaten Kaimana [google] Ilustrasi Kabupaten Kaimana [google]

 [JAYAPURA]  Bupati Kaimana  Drs.Mathias Mairuma, sudah diadili oleh “pengadilan publik” yang tidak adil dan cenderung melawan hukum akibat pemberitaan dari beberapa media nasional dengan beberapa tuduhan yang lemah dasar pembuktiannya secara hukum. Ini dikatakan Kuasa Hukum Bupati Kaimana,  Yan Cristian Warinusy kepada SP, Minggu (27/1).

Kata dia, tuduhan pertama adalah persoalan dugaan penyalahgunaan gelar akademik kesarjanaan klien saya yang ternyata berdasarkan fakta sebenarnya dan aturan perundangan yang berlaku sebenarnya tidak ada masalah.


Kedua, klien saya juga dituduh melakukan korupsi dana Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana yangatas perintah Bupati dana Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana sejumlah Rp. 100 Milyar ditempatkan dalam bentuk deposito harian di Bank Rakyat Indonesia [BRI]
Kaimana karena bunganya menarik dan menguntungkan, dimana dalam kenyataannya bunga dana tersebut sudah mencapai jumlah Rp. 6  Milyar.

“Pemindahan dana ini dikarenakan, menurut klien saya penempatan dana PemerintahDaerah Kabupaten Kaimana dalam jumlah ratusan juta rupiah pada giro di Bank Papua setempat, tapi bunga yang nampak pada neraca cuma mencapai  Rp 1,8  milyar hingga  Rp 2 miliar  saja,”ujarnya.


Lanjut dia, lagi pula deposito yang ada di BRI Kaimana bukan atas nama pribadi tertentu, tapi atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana. Bahkan pernah dipersoalkan oleh lawan-lawan politik klien saya pasca Pemilukada yang lalu, namun oleh Kejaksaan Negeri Fakfak kala itu dihentikan penyelidikannya, karena deposito yang dipersoalkan bukan atas nama pribadi, tapi atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana.


“Klien saya juga pernah dituduh menggelapkan dana pendampingan respek atau dana hibah untuk 5  kampung di Kabupaten Kaimana sebesar Rp. 2 Milyar  dari total Rp  2,5 milyar yang dianggarkan pada tahun 2007, oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) Timika. LPMAK ini adalah lembaga yang dibentuk oleh PT.Freeport Indonesia untuk pemberdayaan masyarakat Amungme dan Kamoro di sekitar areal produksi PT.Freeport Indonesia,”ujarnya.

Ungkapnya, sejak tahun Anggaran 2007, LPMAK telah mengalokasikan dana Rp.100 Juta perkampung dan disalurkan melalui pemerintah daerah setempat, sementara mekanisme penggunaan,monitoring, evaluasi dan pelaporannya disesuaikan dengan sistem dan prosedur Respek. Tuduhan tersebut ternyata tidak benar sama sekali, karena setelah kami melakukan konfirmasi ke Pimpinan LPMAK, maka Sekretaris Eksekutif LPMAK dengan suratnya nomor : 749/SE-LPMAK/III-B/ XII/2011 tertanggal 07 Desember 2007 menjelaskan bahwa jumlah dana bagi 5  kampung di Kabupaten Kaimana  yaitu  Kampung Omba Nariki, Boiya Lakahia, Warifi Bamana, Kiruru Rurumo dan Kayu Merah Siawatan adalah sejumlah Rp.500 juta.

Dana tersebut ternyata masih berada utuh di rekening respek LPMAK.
Kenapa dana tesebut masih ada di rekening Respek LPMAK? “ Ini karena LPMAK masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana  dalam hal ini Bupati Kaimana,  tentang penyaluran dana tersebut kepada ke 5 kampung tersebut,”ujarnya.

Lagipula dana tersebut hanya dianggarkan pada tahun anggaran 2007 saja sejumlah Rp. 500 juta  dan tidak dianggarkan lagi pada tahun berikutnya. Dengan demikian maka jumlah dana dimaksud adalah Rp.500 Juta  dan bukan  Rp 2,5 Milyar  sebagaimana diisukan selama ini di Kaimana dan sekitarnya.
 

“Dengan demikian maka tuduhan-tuduhan yang selama ini diarahkan kepada klien saya Drs.Mathias Mairuma dalam kapasitasnya sebagai Bupati Kaimana, adalah tidak berdasar hukum dan sangat bersifat menyesatkan publik dan meresahkan kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Kaimana dan sekitarnya,”ujarnya. [154]
 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»