Buntut Pemerkosaan Terhadap Seorang Gadis, Muslim Rohingya Terus Ditekan
Sabtu, 21 Juli 2012 | 9:11
Kekerasan di Myanmar mengakibatkan sejumlah rumah dibakar. [Reuters] [YANGOON] Warga
Muslim Myanmar di negara bagian Rakhine, kembali mengalami serangan dan
penangkapan semena-mena beberapa minggu
sesudah kerusuhan antar masyarakat, demikian laporan Amnesty International.
Status
situasi darurat diberlakukan di Rakhine bulan Juni, setelah terjadi bentrok
antara warga Budha dan Muslim.
Sejak itu, ratusan orang telah ditahan di daerah
tempat suku Rohingya tinggal, demikian juru bicara Amnesty.
Amnesty
menuduh pasukan keamanan Myanmar dan juga warga Buddha Rakhine melakukan
penyerangan dan pembunuhan terhadap warga Muslim dan pengrusakan harta benda
mereka.
''Kaum
minoritas Rohingya menjadi sasaran utama, ketika kerusuhan terjadi dan terus
mengalami pelanggaran, dan kali ini dilakukan pasukan keamanan,'' kata peneliti
Amnesty, Benjamin Zawacki kepada BBC.
Chris Lewa,
Direktur Arakan Project, yang khusus membantu keberadaan suku Rohingya
mengatakan bahwa ratusan warga Rohingya Muslim telah ditangkap, di antaranya
diduga telah dipukuli dan bahkan disiksa.
''Setelah
kerusuhan perlahan muncul fase baru pelanggaran yang bisa dikatakan direstui
pemerintah, terutama di Maung Daw,'' kata Lewa.
Berbagai
laporan menyebutkan, sikap pemerintah membiarkan remaja Rakhine untuk ikut
memukuli orang Rohingya yang ditahan. Aparatur berwenang bahkan ikut menjarah
rumah, toko, maupun harta milik warga Rohingnya.
Awal Kerusuhan
Kekerasan
antara warga Buddha dan Muslim muncul ketika seorang perempuan Buddha diperkosa
dan dibunuh pada bulan Mei.
Tak lama kemudian kejadian tersebut diikuti dengan
serangan terhadap sebuah bus yang ditumpangi warga Muslim.
Keadaan
menjadi tak terkendali, ketika warga Muslim membalas dendam dengan menyerang
rumah warga Buddha. Kalangan Buddha ganti melakukan hal yang sama. Saling
serang itu memaksa orang untuk mengungsi dan menewaskan banyak orang.
Keadaan tak
terbantu, ketika Presiden Thein Sein awal bulan ini mengatakan, jalan keluar
untuk warga Rohingya adalah deportasi atau dikirim ke kamp pengungsian.
[BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
