SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip

Buat Paspor, Umar Patek Pakai Dokumen Palsu
Selasa, 11 Oktober 2011 | 10:32

Umar Patek [AP] Umar Patek [AP]

[JAKARTA] Gembong teroris Umar Patek dan istrinya, Ruqayyah binti Husein Luceno, serta terduga teroris lainnya, Hari Kuncoro menjalani rekonstruksi (reka ulang) pembuatan paspor di kantor Imigrasi Jakarta Timur, Senin (10/10).  

Dalam rekonstruksi tersebut diketahui tidak ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh pihak Imigrasi dalam memproses paspor tersangka Bom Bali I ini. Umar Patek dan Ruqayyah diketahui membuat paspor pada 2009 dengan difasilitasi dan ditemani Hari Kuncoro, saat dirinya sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian.  

Lolosnya Umar yang telah menjadi DPO untuk membuat paspor karena menggunakan KTP, kartu keluarga, dan akte lahir palsu. Sistem pendataan penduduk di Indonesia belum memungkinkan mendeteksi penduduk yang ada, sedang pihak Imigrasi tidak memiliki kewajiban untuk melakukan pengecekan silang.

“Imigrasi tidak ada kewajiban cross check ke kelurahan untuk mencari kebenaran dokumen,” kata salah satu anggota tim penyidik dari Detasemen Khusus Antiteror yang enggan disebutkan namanya, Selasa (11/10).  

Dalam pembuatan paspor tersebut, setiap dokumen yang diserahkan kepada pihak Imigrasi, Umar Patek memalsukan namanya menjadi Anis Alawi Jafar dan istrinya menggunakan nama Fatimah Zahra Anis.  

Rekonstruksi ini dilakukan untuk mencari bukti jejak-jejak pembuatan paspor Umar Patek hingga keberangkatannya ke Pakistan sebelum akhirnya ditangkap pihak keamanan Pakistan pada Maret 2011 lalu.  

Dalam proses rekonstruksi yang berlangsung dari pukul 17.45 WIB hingga 19.35 WIB, Umar yang mengenakan seragam berwarna oranye bertuliskan “Tersangka Terorisme,” Umar menjalani 23 adegan, mulai dari ruang tunggu hingga pengambilan sidik jari dan foto.  

Dari hasil rekostruksi itu diketahui, Umar menggunakan jasa calo dalam pengambilan paspornya. Pihak kepolisian hingga kini masih memburu calo tersebut.  

 “Ia hanya datang satu kali, selanjutnya ada calo yang mengambil paspor itu,” lanjut petugas tersebut.

Usai rekonstruksi di kantor Imigrasi, ketiganya langsung digiring ke Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan rekonstruksi keberangkatannya ke Pakistan. [FFS/N-3]          




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN