BPPI Semarang Kembangkan BBG untuk Kapal Nelayan
Sabtu, 28 April 2012 | 9:23
Ini contoh pemakaian BBG untuk perahu nelayan. [Google] [SEMARANG] Mengantisipasi naiknya harga bahan bakar
minyak (BBM), Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) Semarang, Jawa
Tengah, mengembangkan bahan bakar gas (BBG) untuk kapal penangkapan ikan.
Penggunaan BBG tersebut bisa menghemat 36 persen
sampai 62 persen.
BBPPI Semarang telah menguji coba pengunaan
Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Untuk CNG, bisa
menghemat sampai 62 persen.
Menurut Kepala BBPI Bustami Mahyuddin di Semarang,
Jumat (27/4), saat ini sudah dipasang pada kapal penangkapan ikan nelayan
di Pasuruan sebanyak 245 tabung dengan CNG.
Apabila menggunakan CNG, peghematan operasional bisa
mencapai Rp 26.000 atau 37 persen per hari. Kendalanya, CNG sulit didapat di
banyak tempat, karena belum ada stasiun pengisiannya.
Sementara itu, untuk LPG penghematannya bisa sampai 45 persen , sehingga dalam
sehari nelayan bisa menghemat Rp 9.000.
Apresiasi
Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan
Perikanan (KKP) Heriyanto Marwoto mengapresiasi inovasi dan perekayasaan BBPPI
Semarang tersebut, karena selain efisien, juga ramah lingkungan.
Program ini telah diujicoba pula di Jepara khusus
BBG dengan LPG. Selanjutnya akan diusulkan agar ada kebijakan bagi nelayan
secara nasional.
Bahkan, menurut Marwoto hasil temuan konventer kit
UGM untul mobil bisa dipertimbangkan untuk kapal nelayan.
"Kalau bagus
kita akan manfaatkan karya tabung karya UGM itu,” ujar Marwoto.
Diakui BBM memang masih masalah bagi nelayan.
Premiun digunakan nelayan dengan perahu tempel yang PK-nya kecil dan
populasinya dominan. SPN 268 41 di antaranya tidak operasional sementara
pelabuhan perikanan 816 masih kuran 350 SPBN.
Memang masalah BBM sangat krusial bagi nelayan. Dari
segi harga tidak ada masalah, cuma masalah kelangkaan sehingga nelayan terpaksa
membeli dari pihak lain dengan harga Rp 6.500 sampai Rp 7.000.
Kalau mau naik,
samapai Rp 6.000 tidak ada masalah, tetapi lebih penting adalah ketersediaan
BBM.
KKP berusaha agar ketentuan BBM nelayan terpenuhi
dengan cara baik.
Selama ini, nelayan membelinya dengan jerigen sehingga rawan.
Nelayan secara sah dapat secara sah membeli BBM di
SPBU sekitarnya.
Selama ini sudah dilaksanakan di Serang, Manado dan Bitung
dengan menggunkan kartu yang diketahui SPBU dan aparat kepolisian.
Kalau itu jalan ada pola subsisdi penggunaan BBM
yang oleh nelayan dengan barcode atau smart card, namanya kartu kapal yang akan
dikeluarkan oleh KKP.
BBPPI Semarang telah dan sedang meakukan inovasi perekayasaan
teknologi tepat guna untuk keperluan nelayan menangkap ikan.
Terdapat 70
inovasi, di antaranya pembuatan rumah atau apartemen ikan dari plastik
polyprophelyn yang merupakan bahan daur ulang. [142/M-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Maju jadi Capres, Djoko Santoso Sempat Temui Surya Paloh
DPR-DPD Desak Presiden Tutup PT Freeport
Presiden SBY Sampaikan Belasungkawa Atas Pembunuhan di London?
