Bom di Afghanistan, 6 Tentara AS Tewas
Senin, 9 Juli 2012 | 7:05
Ilustrasi bom [google] [KABUL] Enam prajurit AS yang bertugas
untuk pasukan NATO tewas dalam serangan bom pinggir jalan di Afghanistan
timur, Minggu, kata aliansi itu di Kabul dan seorang pejabat Amerika di
Washington.
"Enam prajurit Pasukan Bantuan Keamanan
Internasional (ISAF) tewas setelah serangan bom rakitan di Afghanistan
timur hari ini," kata ISAF dalam sebuah pernyataan, tanpa menyebutkan
kewarganegaraan korban atau memberikan penjelasan lebih lanjut.
Di Washington, seorang pejabat mengatakan, prajurit-prajurit yang tewas itu adalah warga AS.
Seorang prajurit lain NATO tewas dalam serangan serupa pada Minggu
pagi, kata ISAF, sehingga jumlah kematian pada hari itu menjadi tujuh.
Sepanjang tahun ini, sedikitnya 234 prajurit asing tewas di
Afghanistan, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas laporan-laporan
di situs icasualties.org.
Seperti biasanya, NATO menyerahkan masalah penyebutan identitas korban kepada negara tempat asal prajurit itu.
Juga Minggu, 18 warga sipil tewas dalam tiga ledakan di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan.
Di provinsi Helmand, Afghanistan selatan, dua polisi tewas dalam
ledakan bom, dan empat aparat lain tewas dalam bentrokan dengan militan,
kata kantor media provinsi itu, seperti dilaporkan Reuters.
Pasukan keamanan Afghanistan menjadi sasaran khusus serangan Taliban,
ketika mereka bersiap-siap mengambil alih tanggung jawab penuh keamanan
dari pasukan asing pada 2014.
Presiden Hamid Karzai dan
negara-negara Barat pendukungnya telah sepakat bahwa semua pasukan
tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014, namun Barat
berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam
bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afghanistan.
Pada Oktober, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan.
Gerilyawan meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan juga
pembunuhan terhadap politikus, termasuk yang menewaskan Ahmed Wali
Karzai, adik Presiden Hamid Karzai, di Kandahar pada Juli dan utusan
perdamaian Burhanuddin Rabbani di Kabul bulan September.
Konflik meningkat di Afghanistan dengan jumlah kematian sipil dan
militer mencapai tingkat tertinggi tahun lalu ketika kekerasan yang
dikobarkan Taliban meluas dari wilayah tradisional di selatan dan timur
ke daerah-daerah barat dan utara yang dulu stabil.
Jumlah
warga sipil yang tewas meningkat secara tetap dalam lima tahun terakhir,
dan pada 2011 jumlah kematian sipil mencapai 3.021, menurut data PBB.
Sebanyak 711 prajurit asing tewas dalam perang di Afghanistan pada
2010, yang menjadikan kurun waktu itu sebagai tahun paling mematikan
bagi pasukan asing, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas situs
independen icasualties.org.
Jumlah kematian sipil juga
meningkat, dan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengumumkan bahwa
2.043 warga sipil tewas pada 2010 akibat serangan Taliban dan operasi
militer yang ditujukan pada gerilyawan.
Taliban, yang
memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak
digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada
2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al Qaida Osama bin Laden, yang
dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang
menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.
Sekitar 130.000 personel Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF)
pimpinan NATO yang berasal dari puluhan negara berada di Afghanistan
untuk membantu pemerintah Kabul memerangi pemberontakan Taliban dan
sekutunya.
Sekitar 521 prajurit asing tewas sepanjang 2009,
yang menjadikan tahun itu sebagai tahun mematikan bagi pasukan
internasional sejak invasi pimpinan AS pada 2001 dan membuat dukungan
publik Barat terhadap perang itu merosot.
Gerilyawan Taliban
sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh
diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang
ditempatkan di negara tersebut.
Bom rakitan yang dikenal
sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di
pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
