Bocor di Satu Sekolah, Seluruh Kabupaten Wajib UN Ulang
Senin, 25 April 2011 | 17:33
Ilustrasi Ujian Nasional. [Dok.SP] [JAKARTA] Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas)
menemukan kebocoran ujian nasional (UN) tingkat SMA di sebuah sekolah di
Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Akibatnya, seluruh sekolah di kabupaten
tersebut terpaksa harus mengulang UN.
Modus kebocoran adalah kepala sekolah memerintahkan guru
untuk memberikan kunci jawaban kepada para siswa saat UN hari keempat pada mata
pelajaran Fisika.
"Sudah bisa dibuktikan bahwa jawaban atau bocoran
beredar di seluruh sekolah di kabupaten itu," kata Kepala Badan Penelitian
dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly dalam konferensi pers hari Senin
(25/4) petang.
Semua sekolah di Kabupaten Pahuwato akan kembali mengulang
UN pada Kamis (28/4). Pengulangan UN dilakukan di delapan sekolah tingkat
SMA/MA/SMK di kabupaten itu yaitu SMAN 1 Paguat sebanyak 45 siswa, SMA 1 Marisa
sebanyak 100 siswa, SMA 1 Randangan sebanyak 38 siswa, SMAN 1 Lemito sebanyak
29 siswa, SMAN Popayato sebanyak 69 siswa, SMAN 1 Buntulia sebanyak 18 siswa,
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Al-Ikhlas Paguat sebanyak 24 siswa, dan MAN
Al-Khairat Marisa sebanyak 22 siswa.
"Kabupaten Pahuwato terdiri dari delapan sekolah, semua
diulang. Jadi total siswa yang terbukti melanggar adalah 345," kata
Mansyur.
Sebelumnya, Senin pagi, saat melakukan inspeksi mendadak
(sidak) di SMP Negeri 181 Jalan Masjid I Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Wakil
Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengungkapkan kebocoran UN di Gorontalo
terjadi karena dorongan kepala sekolah.
“Di Gorontalo ditemukan kebocoran berdasarkan laporan
pengawas. Kebocoran dilakukan oleh kepala sekolah dan saat ini langsung
diproses oleh polisi.
Sebelum mulai ujian Fisika, soal dibuka lalu dibuat kunci
jawabannya. Karena ini dorongan dari kepala sekolah maka siswa akan mengikuti
ujian susulan,” kata Fasli.
Dia mengatakan kasus kebocoran itu sudah diselidiki oleh
polisi. Perbuatan yang dilakukan kepala sekolah itu masuk ke dalam pidana
pembocoran rahasia negara.
“Bisa saja kebocoran terjadi pada waktu pengambilan di
rayon, kemudian dibuka, dan terjadi serangan fajar. Atau bisa juga guru membuat
kunci saat siswa sedang mengerjakan ujian. Ini kami serahkan kepada polisi
karena pembocoran rahasia negara ada pasal-pasalnya,” tutur Fasli.
Fasli menambahkan Kemdiknas juga sedang melakukan verifikasi
atas kasus kesalahan paket soal mata pelajaran Matematika di sebuah SMK di
Padang, Sumatera Barat. Terkait hal itu, ujarnya, Kemdiknas melakukan
pembatalan ujian dan siswa diikutkan ke dalam UN susulan.
“Kasus paket soal salah bukan pelanggaran tapi kesalahan,”
ujarnya.
UN SMA sudah berlangsung pada 18-21 April 2011.
Sedangkan,
pekan ini pada 25-28 April digelar UN SMP/MTs dan SMPLB.
Pada Senin, di hari pertama UN SMP dan sederajat, para siswa
mengerjakan soal Bahasa Indonesia selama dua jam.
Total peserta UN SMP/SMK dan
SMPLB secara nasional adalah 3.716.596. Untuk Provinsi DKI Jakarta, UN diikuti
oleh sebanyak 119.736 siswa SMP, 15.273 siswa MTs, dan 223 siswa SMPLB. [C-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Film 'Man of Steel' Cetak Rekor Box Office Juni
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Mendagri: Gubernur Sumut Layak Raih MURI
