BIN: Pelaku Penembakan Anggota TNI di Papua Teridentifikasi
Senin, 2 Juli 2012 | 10:35
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman. [google] [JAKARTA] Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
Marciano Norman mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan
pengejaran terhadap pelaku penghadangan terhadap kendaraan dinas
Batalyon Infantri 431 yang sedang melakukan patroli pada Minggu (1/7)
pagi kemarin. Menurutnya, pelaku penghadangan dan penembakan
atas satu aparat TNI itu sudah teridentifikasi.
“Mereka lari ke daerah perbatasan dan kita
perkirkan mereka itu kelompok-kelompok yang memang yang ada di
perbatasan. Jadi bagus itu. Dalam arti pengelompokan itu sudah semakin
terarah sehingga operasi yang dilakukan mengarahnya
lebih mudah,” ujarnya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta,
Senin (2/7) pagi.
Marciano pun mengklaim, pengibaran bendera pada
peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipakai sebagai
pancingan untuk mendatangkan kelompok bersenjata itu berhasil dilakukan.
“Memang setiap 1 Juli mereka berupaya mengibarkan
bendera dan disitu justru pancingannya. Kalau aparat kita terpancing
pasti akan ada korban. Tetapi aspresiasi saya terhadap Kodam dan Polda
yang melakukan tugas dengan baik sehingga tidak terpancing emosinya
untuk jatuh korban yang tidak perlu,” jelasnya.
Sementara soal konflik di Papua yang semakin
meningkat intensitasnya, Marciano menyatakan terus berupaya
meredamkannya. Bahkan, pihaknya menyediakan pintu terbuka bagi
masyarakat Papua untuk terlibat bersama-sama dalam penanganannya.
Sebab, menurutnya, masalah itu tak bisa dihentikan oleh pemerintah
pusat semata.
Lebih lanjut soal adanya intervensi asing dalam
konflik ini, dirinya enggan menuturkannya.“Sementara saya rasa tetap
melakukan pendalaman. Kemungkinan itu (intervensi asing, Red) tetap kita
dalami,” ucap dia.
Seperti diketahui, kontak senjata antara aparat TNI dengan kelompok
bersenjata terjadi tepat pada peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka
(OPM), Minggu 1 Juli 2012, sekitar pukul 09.45 WIT. Satu orang tewas
akibat insiden itu.
Peristiwa yang berlangsung di Desa Sawia Tami, Distrik Arso, Kabupaten
Keerom, Papua, itu bermula ketika delapan anggota Batalyon Infantri 431
melakukan patroli rutin dengan kendaraan dinas. Saat melintas di TKP,
mobil mereka dihadang dan ditembaki oleh kelompok
bersenjata. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Adik Tiri Gubernur Atut Ditetapkan Jadi Tersangka
Nazaruddin Berbisnis dari Penjara
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
