Biayanya Mahal, Jokowi Tak Akan Pasang Iklan
Selasa, 15 Mei 2012 | 14:47
Pasangan Jokowi dan Ahok [google] [SOLO] Calon Gubernur
(Cagub) DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja
Putnama (Ahok) yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerendra, mengatakan
dirinya dalam kampanye untuk meraih kursi Gubernur DKI Jakarta tidak akan
memasang iklan, karena mahal biayanya.
"Saya dalam kampanye meraih kursi Gubernur DKI Jakarta nanti tidak akan
memasang iklan, karena mahal biayanya dan juga tidak ada dana untuk itu. Tetapi
kalau ada donatur yang mau memasang iklan silahkan, kami berterima kasih,"
kata Jokowi yang sekarang masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta di Solo,
Selasa (15/5).
"Ya kalau ada orang yang mau membantu memasang iklan baik di televisi
maupun ditempat lainnya kita tolak. Kita mau pasang iklan saja nggak punya
dana, ada orang yang membantu pasang iklan ditolak," katanya.
Menyinggung mengenai masalah persiapan menghadapi maju sebagai Cagub Gubernur untuk
tempat tinggal Jokowi, ia mengatakan dirinya selama berada di Jakarta tidak
pernah tidur di hotel dan bermalam di rumah-rumah milik para donatur.
"saya sekarang ini kalau berada di Jakarta itu tidurnya berpindah-pindah
untuk disesuaikan dengan acara yang akan dihadiri dan ada 22 rumah yang suruh
menempati saya selama masa pencalonan Gubernur DKI Jakarta. Jadi donatur itu
tidak saja rumah tetapi juga memberikan pinjaman mobil dan lain-lain".
Ia mengatakan mengenai masalah jumlah donatur yang diterima, sementara ini
masih belum didata dan nanti kalau sudah tiba saatnya semua akan di data dengan
baik. "Yang jelas kami tidak akan menggunakan fasilitas negara yang
terkait sebagai Wali Kota Surakarta".
Menyinggung mengenai baju kotak-kotak yang menjadi identitas pasangan Jokowi
dan Ahok maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, ia mengatakan dari Solo yang
dikirim ke Jakarta sudah ada sekitar 16.800 buah dan ini juga sudah habis.
[Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Nazaruddin Berbisnis dari Penjara
