SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 23 September 2014
Pencarian Arsip

Beruang Hitam Kelaparan Resahkan Warga Riau
Kamis, 22 September 2011 | 11:23

Beruang madu [google] Beruang madu [google]

[PEKANBARU] Beberapa beruang hitam yang diduga kelaparan keluar dari habitatnya di hutan menuju permukiman warga di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, sehingga timbul keresahan di masyarakat di daerah itu.

"Bolak-balik ada warga yang melihat beruang, kadang yang besar dan kadang ada juga yang berukuran sedang setinggi sekitar satu meter setengah," kata seorang warga Kecamatan Pinggir, Sulaiman, di Kota Duri, Kamis (22/9).

Sulaiman mengakui dirinya juga sempat menyaksikan beberapa kali seekor beruang berukuran sama mondar-mandir di wilayah perkebunan sawit milik tetangganya.

"Beruang itu warnanya hitam dan tingginya sekitar satu meter setengah. Entah apa yang dimakannya tapi kayaknya beruang itu kelaparan," ujarnya.

Akibat penampakan hewan itu, menurut Sulaiman, saat ini banyak warga di sekitar tempat tinggalnya merasa resah dan takut untuk pergi beraktivitas di ladang atau perkebunan.

"Banyak warga sekarang resah karena kemunculan beruang yang kabarnya juga telah sempat memakan puluhan ekor ternak unggas seperti ayam dan itik milik warga," katanya.

Warga Kota Duri, Kecamatan Pinggir lainnya, Budi mengatakan, kemunculan beruang paling sering pada senja dan malam hari.

"Kami sering nampak beruang berbulu hitam itu berjalan di sekitar perkebunan. Bahkan beberapa kali ada warga yang mengaku melihat beruang di belakang rumahnya memakan ayam dan telur ayam," ujarnya.

Ke lokasi Beristiwa ini, menurut Budi, sempat mengundang perhatian sejumlah pihak terutama para petugas atau staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) yang bertugas di Kota Duri.

"Kalau gajah atau harimau mungkin sudah pernah terjadi, bahkan sempat konflik dengan warga. Tapi kalau beruang, ini baru yang pertama kalinya selama 20 tahun saya tinggal di Duri, Kecamatan Pinggir," kata dia.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Wilayah III, Hutomo mengakui, pihaknya sempat mendengar kabar tentang kemunculan beruang kelaparan yang meresahkan warga di Kecamatan Pinggir, Bengkalis.

"Anggota juga telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan secara langsung. Diharapkan warga tidak panik dan tetap berjaga-jaga," ujarnya.

Kemunculan beruang hitam juga sempat terjadi dan meresahkan warga di sekitar Kelurahan Bukit Nenas, Kota Dumai, Riau.

Bahkan kemunculan hewan berbulu itu sempat membuat organisasi lingkungan internasional "World Wildlife Fund" (WWF) bingung mengingat hewan ini merupakan beruang madu yang memakan madu dan semut.

Menurut Hubungan Masyarakat WWF Riau, Syamsidar, keberadaan beruang memakan daging merupakan kejadian langka. Ia merasa perlu melakukan penelitian kemungkinan terjadinya mutasi makanan.

Secara psikologis, menurut Syamsidar, kemungkinan beruang mutasi makanan ke daging atau unggas sangat kecil mengingat beruang yang kebanyakan ada di Riau rata-rata merupakan beruang madu.

Ditanya mengenai kemungkinan hadirnya hewan langka itu di sejumlah wilayah Riau, menurut Syamsidar, hal tersebut sangat dimungkinkan mengingat kawasan hutan di Riau rata-rata selain terdapat harimau Sumatera juga terpantau ada beruang madu.

"Beruang memang ada di kawasan hutan Riau. Hal ini terbukti saat kami melakukan penelitian dan memasang alat atau kamera pemantau di sejumlah kawasan hutan di sini. Tidak jarang, selain harimau, hewan langka lainnya termasuk beruang juga terpantau kamera," ujarnya. [Ant/L-9]

 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»