SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Bersihkan PD dari Kader Bermasalah
Kamis, 29 Desember 2011 | 8:53

Salah satu pendiri Partai Demokrat, Ventje Rumangkang (kiri) mendapat penghargaan dari Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. (Foto: Manado Post) Salah satu pendiri Partai Demokrat, Ventje Rumangkang (kiri) mendapat penghargaan dari Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. (Foto: Manado Post)

[JAKARTA] Partai Demokrat (PD) harus bersih dari kader yang memiliki masalah hukum sehingga partai itu dapat dipercaya dan diandalkan di waktu mendatang.

"Tentu kader bermasalah dengan terpaksa harus segera diambil langkah-langkah pembersihan sesuai anjuran Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)," kata Ketu Forum Komunikasi PEndiri/Deklarator PD Ventje Rumangkang kepada SP, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/12).

Ventje datang ke Gedung DPR untuk bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Pembina PD, Marzuki Alie. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam di ruang Marzuki yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI. Ventje tidak menjelaskan maksud pertemuan tersebut. "Cuma pertemuan biasa saja," ujarnya singkat.

Menurutnya, langkah yang akan ditempuh PD tentu harus melihat proses hukum yang sedang berjalan. Kalau nantinya terdapat kader PD lain yang terlibat upaya pembersihan diharapkan segera dilakukan. "Tapi, sambil tunggu proses hukum, ya mesti ada tindakan secara politis. Otoritas untuk itu berada di Dewan Pembina Partai Demokrat," ungkapnya.

Pendiri utama PD tersebut sangat menyayangkan adanya kader yang merusak partai. Salah satu kader tersebut ialah mantan Bendahara Umum DPP PD, M Nazaruddin. "Kita tunggu kader yang lain. Bagi saya, partai ini harus bersih, menikmati oke tapi jangan merusak. Karena, partai ini didirikan penuh idealisme untuk memberikan yang terbaik, bagi bangsa dan negara," imbuhnya.

Nazaruddin sudah menjadi terdakwa dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang. Nazaruddin juga diduga terlibat dengan beberapa kasus korupsi yang lain. Bahkan, Nazaruddin mengungkap keterlibatan sejunlah petinggi PD.

"Apa yang jadi ungkapan Nazaruddin perlu didengar, tapi harus selektif. Kalau ada info, harus ditindaklanjuti. Jangan kita membela orang per orang. Saya takut kalau kita, bukan tidak mungkin Partai Demokrat bisa jadi kenangan," ujarnya.

Dia berpendapat bahwa PD harus membenahi sistem perekrutan kader. Sekarang ini, lanjutnya, mekanisme perekrutan sangat keliru. Pasalnya, jenjang dari kader partai tidak diatur dengan baik. "Sejak 2005 sudah saya tegaskan pentingnya rekrutmen. Ada partai lain yang jenjangnya diatur sedemikian rupa seperti Partai Golkar. Mereka punya jenjang yang jelas,  ini yang harus dicontoh," harapnya.

Menyikapi masalah yang terjadi di PD, Ventje menganggap tidak perlu digelar Kongres Luar Biasa (KLB). "Tidak perlu KLB. Kalau ikut urutan hasil kongres, tentu sudah jelas yang menggantikan Anas adalah peraih suara terbanyak kedua yakni Pak Marzuki," tandasnya. [CKP/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN