SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 1 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Bentrok Antar Warga di Lampung Tengah, 13 Rumah Terbakar
Kamis, 8 November 2012 | 22:30

Ilustrasi rumah terbakar [google] Ilustrasi rumah terbakar [google]

[BANDAR LAMPUNG]  Bentrok  antar kampung kembali terjadi di Lampung, tepatnya antara Kampung Kesumadadi, Kecamatan Bekri dan warga Kampung Buyut Udik,  Kecamatan Gunung Sugih,  Lampung Tengah, yang menyebabkan 13 hangus terbakar, serta puluhan lainnya rusak.  

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Wakil Bupati Lampung Tengah, Mustofa memerintahkan jajarannya  mengungsikan  penduduk terutama wanita dan anak-anak ke tempat yang lebih aman.  

Sementara aparat gabungan yang terdiri dari anggota Polres Lampung Tengah, Polres Kota Metro, Sat Brimob Polda Lampung dan Batalion 143 Tri Wira Ekajaya hingga Kamis (8/11) malam, masih terus menghalau dan meredam amarah  warga Buyut Udik.  

Pemicu bentok ini karena seorang warga Buyut Udik yang bernama Khairil Anwar (29) tewas dibakar massa dari Kampung Kesumadadi, karena diduga mencuri sapi pada 18 Oktober silam.  

Tapi entah kenapa, emosi warga untuk melakukan balas dendam itu mulai timbul sejak dua hari lalu, dan pada Kamis (8/11)  sore, ratusan massa dengan berbagai senjata tajam menyerang Kampung Kesumadadi Bekri, kedatangan ratusan massa itu membuat Jalur Lintas Tengah Sumatra (Jalinsumteng) macet total.    

Sementara itu, Kapolres Lampung Tengah AKBP Herry Setyawan pada SP Kamis malam mengatakan, kerusuhan antar kampung ini sebenarnya diakibatkan peristiwa lama.

Karena seringnya masyarakat kehilangan hewan ternaknya, rasa amarah, dendam menghinggapi masing-masing warga yang kehilangan.  

Awalnya seorang warga Dusun IV Kampung Kesumadadi yang bernama Suja'i pada (18/10) sekitar pukul 03.00 WIB kehilangan 3 ekor sapi, yakni seekor sapi jantan dan dua betina.

Saat itu, Kakak Suja'i mengontrol kandang sapi miliknya yang berdampingan dengan kandang sapi Suja'i, betapa terkejutnya karena ia melihat sapi milik Suja'i hilang.  

Lantas  mereka sepakat melaporkan  kepamong setempat, dan diumumkan liwat pengeras suara yang ada di masjid. Saat diumumkan, sebagian warga melihat seseorang yang sedang berlari di pematang sawah dibelakang rumah Suja'i.  

Warga berinisitaif mengejar orang yang berlari, tidak lama berselang warga berhasil menangkap orang yang berlari yang diduga telah melakukan pencurian.

Saat itulah emosi warga tak tertahan dan tanpa dikomanda tiba-tiba kerumunan massa itu main hakim sendiri dan langsung membakar hidup-hidup orang yang ditangkap dipematang sawah tadi.  [NVS/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!