BBM Belum Jadi Naik, Harga Kebutuhan Pokok Sudah Tinggi
Senin, 2 April 2012 | 13:02
Ilustrasi sembako [google] [SOLO] Harga bahan bakar minyak
(BBM) urung naik, namun harga kebutuhan pokok sehari-hari tetap melambung
tinggi di pasaran. Di Solo, Jawa Tengah
(Jateng), para pedagang mengaku tetap mempertahankan harga jual tinggi, karena
khawatir sewaktu-waktu BBM akan dinaikkan pemerintah.
Di pasar tradisional Solo, hampir
seluruh komoditas sembako mengalami kenaikan antara 10-100%. “Hanya beras yang
harganya tidak naik," kata Suparno, pedagang kebutuhan pokok di Pasar
Legi, Solo, Senin (2/4) pagi.
Kenaikan harga tersebut, terjadi
menjelang rencana kenaikan harga BBM, dan tetap tinggi meski BBM batal naik.
Harga bawang putih naik paling tinggi, dua kali lipat dibanding sebelumnya, Rp
7.000 menjadi Rp 15.000/kg. Bawang merah, yang kini dijual Rp 9.000 padahal
sebelumnya hanya Rp 6.000/kg. Sementara daging sapi, naik sekitar 10% dari Rp
60.000 menjadi Rp 66.000/kg.
"Waktu BBM mau naik, setiap hari
harga naik. Sekarang sudah tidak naik lagi, tapi harga tetap tinggi," kata
Suparno lagi.
Komoditas sembako pabrikan, seperti gula
pasir dan minyak goreng juga tidak mau kalah. Semula, minyak
goreng curah dijual di kisaran Rp 10.000, saat ini menjadi Rp
11.500/liter. Sedangkan gula pasir, yang sebelumnya Rp 10.000, sekarang menjadi Rp 12.000/kg.
Menurut Sri Rejeki, pedagang lain di
Pasar Legi, kenaikan harga tersebut, tidak otomatis menambah keuntungan
pedagang. “Justru kami menekan keuntungan karena penjualan justru berkurang.
Persediaan barang melimpah namun pembelinya berkurang. Masyarakat sepertinya
mengurangi belanjanya," katanya.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)
Solo menduga, ada spekulan yang memanfaatkan momentum rencana kenaikan harga
BBM untuk menaikkan harga kebutuhan pokok. Wakil Ketua TPID Solo, Asih Widodo
mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain mengeluarkan imbauan, karena
sebenarnya tidak ada alasan kenaikan harga.
“Harga BBM kan tidak jadi naik jadi
seharusnya harga yang lain turun,” ujarnya.
Di
Semarang, Jawa Tengah, harga-harga bahan kebutuhan pokok juga sudah naik,
kendati pemerintah belum menaikkan harga BBM. Di sejumlah pasar tradisional di
kota ini, Senin pagi, pedagang sudah menaikkan harga, antara lain bawang
putih yang semula Rp 9.000 menjadi Rp 18.000/kg. Gula pasir dari Rp 11.000 naik
menjadi Rp 12.000/kg.
Hanya
telur ayam yang harganya turun dari Rp 15.000 menjadi Rp 14.000/kg.
"Masak
BBM tak jadi naik, harga-harga sudah lebih dulu naik. Lantas bagaimana kalau
BBM benar-benar naik, berapa harga bahan kebutuhan pokok?" ujar Novi (35),
warga Perumnas Pucanggading Semarang.
Di Medan, Sumatera Utara (Sumut), masyarakat juga masih menjerit
karena harga kebutuhan pokok tak kunjung turun, meski pemerintah urung
menaikkan harga BBM. Masyarakat meminta pemerintah untuk segera melaksanakan
operasi pasar (OP) guna menstabilkan seluruh harga kebutuhan pokok, yang sudah
naik sepekan sebelum pembatalan kenaikan harga BBM itu.
"Ini semua akibat ulah pemerintah yang tidak memperhatikan
nasib rakyatnya. Kebijakan pemerintah semakin membuat susah rakyatnya. Kami
minta pemerintah bisa menurunkan kembali seluruh harga kebutuhan pokok, yang
sudah terlanjur naik tersebut," ujar Hartati (40), pedagang barang
campuran, yang ditemui SP di Pasar
Ramai Medan, Senin pagi.
Di Pasar Pannampu Makassar, para pedagang sudah
menaikkan kebutuhan pokok, alasannya pasokan barang dari distributor tersendat.
Kenaikan ditemukan terjadi pada minyak goreng yang semula Rp 10.000 menjadi Rp
10.500/liter. Telur ayam ras dari Rp 22.000 menjadi Rp 24.000/rak, bawang putih
dari Rp 8.000 menjadi Rp 9.000/kg.
Di Bengkulu harga berbagai
kebutuhan pokok juga masih tinggi. Ny Sadiyah (37), warga Bengkulu kepada SP, di Bengkulu, Senin mengatakan, di
Pasar Panorama, Bengkulu, tidak ada
tanda-tanda harga kebutuhan pokok akan turun.
“Semestinya, begitu harga BBM
batal dinaikkan pemerintah, harga kebutuhan yang sempat naik sebelumnya harus
kembali diturunkan,” katanya.
Kondisi yang sama juga
terjadi di Pasar Tradisional Masomba dan Pasar Inpres Manonda Palu. Harga
minyak gorang curah malah naik menjadi Rp 12.000/liter dibanding pekan lalu Rp
11.000/liter.
“Harga minyak gorang naik
sejak tiga hari lalu, sedang harga kebutuhan pokok lain masih tetap sejak
kenaikan sebulan terakhir,” kata Nur (30), pemilik toko di Pasar Masomba, Senin
(2/4). [JDL/IMR/070/155/151/106/143/142]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
