SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 31 Juli 2014
Pencarian Arsip

BBM Belum Jadi Naik, Harga Kebutuhan Pokok Sudah Tinggi
Senin, 2 April 2012 | 13:02

Ilustrasi sembako [google] Ilustrasi sembako [google]

[SOLO]  Harga bahan bakar minyak (BBM) urung naik, namun harga kebutuhan pokok sehari-hari tetap melambung tinggi di pasaran. Di  Solo, Jawa Tengah (Jateng), para pedagang mengaku tetap mempertahankan harga jual tinggi, karena khawatir sewaktu-waktu BBM akan dinaikkan pemerintah.  

Di pasar tradisional Solo, hampir seluruh komoditas sembako mengalami kenaikan antara 10-100%. “Hanya beras yang harganya tidak naik," kata Suparno, pedagang kebutuhan pokok di Pasar Legi, Solo, Senin (2/4) pagi.  

Kenaikan harga tersebut, terjadi menjelang rencana kenaikan harga BBM, dan tetap tinggi meski BBM batal naik. Harga bawang putih naik paling tinggi, dua kali lipat dibanding sebelumnya, Rp 7.000 menjadi Rp 15.000/kg. Bawang merah, yang kini dijual Rp 9.000 padahal sebelumnya hanya Rp 6.000/kg. Sementara daging sapi, naik sekitar 10% dari Rp 60.000 menjadi Rp 66.000/kg. 

 "Waktu BBM mau naik, setiap hari harga naik. Sekarang sudah tidak naik lagi, tapi harga tetap tinggi," kata Suparno lagi.  

Komoditas sembako pabrikan, seperti gula pasir dan minyak goreng juga tidak mau kalah. Semula, minyak goreng curah dijual di kisaran Rp 10.000, saat ini menjadi Rp 11.500/liter. Sedangkan gula pasir, yang sebelumnya Rp 10.000,  sekarang menjadi Rp 12.000/kg.  

Menurut Sri Rejeki, pedagang lain di Pasar Legi, kenaikan harga tersebut, tidak otomatis menambah keuntungan pedagang. “Justru kami menekan keuntungan karena penjualan justru berkurang. Persediaan barang melimpah namun pembelinya berkurang. Masyarakat sepertinya mengurangi belanjanya," katanya.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Solo menduga, ada spekulan yang memanfaatkan momentum rencana kenaikan harga BBM untuk menaikkan harga kebutuhan pokok. Wakil Ketua TPID Solo, Asih Widodo mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain mengeluarkan imbauan, karena sebenarnya tidak ada alasan kenaikan harga.

“Harga BBM kan tidak jadi naik jadi seharusnya harga yang lain turun,” ujarnya.  

Di Semarang, Jawa Tengah, harga-harga bahan kebutuhan pokok juga sudah naik, kendati pemerintah belum menaikkan harga BBM. Di sejumlah pasar tradisional di kota ini, Senin pagi,  pedagang sudah menaikkan harga, antara lain bawang putih yang semula Rp 9.000 menjadi Rp 18.000/kg. Gula pasir dari Rp 11.000 naik menjadi Rp 12.000/kg.   Hanya telur ayam yang harganya turun dari Rp 15.000 menjadi Rp 14.000/kg.

"Masak BBM tak jadi naik, harga-harga sudah lebih dulu naik. Lantas bagaimana kalau BBM benar-benar naik, berapa harga bahan kebutuhan pokok?" ujar Novi (35), warga Perumnas Pucanggading Semarang.  

Di Medan, Sumatera Utara (Sumut), masyarakat juga masih menjerit karena harga kebutuhan pokok tak kunjung turun, meski pemerintah urung menaikkan harga BBM. Masyarakat meminta pemerintah untuk segera melaksanakan operasi pasar (OP) guna menstabilkan seluruh harga kebutuhan pokok, yang sudah naik sepekan sebelum pembatalan kenaikan harga BBM itu.

"Ini semua akibat ulah pemerintah yang tidak memperhatikan nasib rakyatnya. Kebijakan pemerintah semakin membuat susah rakyatnya. Kami minta pemerintah bisa menurunkan kembali seluruh harga kebutuhan pokok, yang sudah terlanjur naik tersebut," ujar Hartati (40), pedagang barang campuran, yang ditemui SP di Pasar Ramai Medan, Senin pagi.

Di Pasar Pannampu Makassar, para pedagang sudah menaikkan kebutuhan pokok, alasannya pasokan barang dari distributor tersendat. Kenaikan ditemukan terjadi pada minyak goreng yang semula Rp 10.000 menjadi Rp 10.500/liter. Telur ayam ras dari Rp 22.000 menjadi Rp 24.000/rak, bawang putih dari Rp 8.000 menjadi Rp 9.000/kg.  

Di Bengkulu harga berbagai kebutuhan pokok juga masih tinggi. Ny Sadiyah (37), warga Bengkulu kepada SP, di Bengkulu, Senin mengatakan, di Pasar Panorama, Bengkulu,  tidak ada tanda-tanda harga kebutuhan pokok akan turun.

“Semestinya, begitu harga BBM batal dinaikkan pemerintah, harga kebutuhan yang sempat naik sebelumnya harus kembali diturunkan,” katanya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Pasar Tradisional Masomba dan Pasar Inpres Manonda Palu. Harga minyak gorang curah malah naik menjadi Rp 12.000/liter dibanding pekan lalu Rp 11.000/liter.

“Harga minyak gorang naik sejak tiga hari lalu, sedang harga kebutuhan pokok lain masih tetap sejak kenaikan sebulan terakhir,” kata Nur (30), pemilik toko di Pasar Masomba, Senin (2/4). [JDL/IMR/070/155/151/106/143/142]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»