SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 28 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Tak Ada Biaya Untuk Operasi

Bayi Yang Lahir Tanpa Anus Itu Terus Menangis
Senin, 13 Mei 2013 | 16:20

Seorang bayi yang lahir tanpa anus di Atambua, NTT. [SP/Yos Kelen] Seorang bayi yang lahir tanpa anus di Atambua, NTT. [SP/Yos Kelen]

Bayi laki-laki itu terus menjerit dan menangis kesakitan. Ia tidak bisa mengeluarkan feces atau buang air besar  karena tidak memiliki anus atau biasa disebut atresia ani.  

Dokter pun membuat lubang  anus sementara di bagian perutnya.  Mungkin karena itulah, bayi yang baru berusia 21 hari, buah cinta  Clemen Lakahena dan Rince Wilhemina Tefa, keluarga miskin asal Atambua, Ibukota Kabupaten Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, terus menjerit tak kuasa menahan sakit.  

Dokter yang merawat sang bayi  menyarankan kedua orang tuanya membawa anak itu ke rumah sakit di Pulau Jawa, untuk dioperasi.

Anjuran baik sang dokter tidak serta merta bisa terlaksana.   Kedua orang tuanya miskin.  Tidak ada harta yang bisa digadaikan untuk membantu operasi sang bayi.  

Ibunya hanya pasrah, terlihat sedih dan kerap meneteskan air mata  ketika menyaksikan bayinya menangis.  

Ketika hendak membersihkan kotoran yang keluar dari anus buatan yang ditutup dengan pembalut wanita, sang ibu  penuh kasih sayang  dan hati-hati membersihkan tumpahan feces yang meluber keluar dari pembalut.

Bayi yang lahir dengan berat tiga kilogram itu pun menangis saat hendak buang air besar, terkadang menjerit karena tidak tahan akan rasa sakit  akibat kolostomi yang dijepit dengan sebuah gelas.

Rince mengatakan, selama kehamilannya dirinya tidak mengalami sakit atau pun gangguan. Dia juga tidak menyangka kalau anak kelimanya itu mengalami nasib seperti itu.

“Berbeda dengan empat kakaknya,” kata Rince di Atambua, Senin (13/5).  

Rince merindukan anaknya sehat seperti kakak-kakaknya. Tetapi kerinduan itu terkubur dalam-dalam dengan kondisi  ekonomi keluarga yang sangat miskin. Ia hanya berharap ada mujizat yang bisa menyembuhkan anaknya.  

Adakah  pembaca yang ingin membantu sang bayi dan keluarga ini? [Yos Kelen]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»