SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

Baru Sekali Terbang, Ismi Sempat Dilarang Ibunya Naik Sukhoi
Kamis, 10 Mei 2012 | 14:46

Kabin kelas ekonomi di pesawat Sukhoi [google] Kabin kelas ekonomi di pesawat Sukhoi [google]

[TANGERANG] Hj Murtini mengurung diri di kamar. Ibu dari reporter Trans TV Ismiyati ini terus-menerus menangis, bahkan sempat pingsan, setelah mendengar kabar anaknya termasuk salah satu penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat, Rabu (9/5) petang.  

Murtini sangat bersedih. Pasalnya, pada Rabu siang dia sempat meminta suaminya, H Sikun, untuk melarang Ismi ikut terbang. Sesaat sebelum terbang, Ismi sempat mengirim pesan singkat ke telepon seluler sang ayah. Dalam pesannya, anak ketiga dari empat bersaudara itu meminta orangtuanya berdoa, karena penerbangan tersebut merupakan pengalaman pertama baginya naik pesawat.  

“Ketika pesan singkat itu saya sampaikan ke ibunya (Ny Hj Murtini-Red), reaksinya langsung menolak. Ibunya berpesan agar Ismi membatalkan saja naik pesawat itu. Namun, pesan ibunya itu tidak sempat saya sampaikan ke Ismi,” ujar Sikun yang berusaha tegar menerima kenyataan putrinya termasuk salah satu dari 42 penumpang pesawat naas tersebut.  

Dia mengakui, putrinya yang alumnus Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung tersebut sama sekali belum pernah naik pesawat. “Ismi baru bekerja di Trans TV sejak enam bulan lalu,” tambah Sikun.  

Sepanjang Rabu malam, kerabat dan tetangga mendatangi rumah Sikun di Kompleks Griya Serdang Indah, Blok D3 No 3, Kelurahan Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Tiga anggota keluarga langsung menuju Bandara Halim Perdanakusuma dan Gunung Salak, untuk memastikan nasib Ismi.  

Suasana duka juga menyelimuti rumah Aditya Sukardi (33), di Jalan Tirto Utomo, Gang 5/10, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Aditya, kamerawan Stasiun Televisi Trans TV, menjadi salah satu korban kecelakaan joy flight pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Rabu (9/5) petang. Wahyono (58), ayah Aditya pada Rabu malam langsung menuju Jakarta, untuk memantau langsung perkembangan pencarian dan evakuasi korban.  

Lelaki periang yang biasa dipanggil teman-temannya dengan sebutan Cebuk (gayung) itu, sebelum terbang sempat menelepon ke rumah, mengabarkan perihal liputan joy flight. [ARS/149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN